Jeremy Thomas: Saya Mau "Move On" dari Kasus Ini

Kompas.com - 19/07/2017, 13:23 WIB
Jeremy Thomas dalam wawancara di RS Pondok Indah, Jakarta Selatan, Selasa (18/7/2017) malam. KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENGJeremy Thomas dalam wawancara di RS Pondok Indah, Jakarta Selatan, Selasa (18/7/2017) malam.
|
EditorIcha Rastika

TANGERANG, KOMPAS.com - Artis peran Jeremy Thomas menyampaikan bahwa ia sudah tidak memikirkan laporannya ke Propam Polda Metro Jaya atas dugaan pemukulan terhadap putranya, Axel Matthew Thomas.

Jeremy sempat tidak terima karena Axel dipukul oknum anggota Satuan Reserse Narkoba Polresta Bandara Soekarno-Hatta saat polisi melakukan pengembangan kasus narkoba pada Sabtu (15/7/2017) lalu.

"Saya sudah tidak memikirkan itu lagi, jujur saja, bukan itu yang jadi fokus saya. Bagi saya, ini bukan harus diapain atau bagaimana, saya mau move on dari kasus ini," kata Jeremy saat ditemui Kompas.com di Polresta Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (19/7/2017) siang.

(Baca juga: Anaknya Ditetapkan Tersangka, Ini Kata Jeremy Thomas)

Jeremy menyerahkan proses penyelidikan dugaan pemukulan tersebut kepada Propam Polda Metro Jaya.

Untuk saat ini, Jeremy hanya ingin fokus mendampingi anaknya yang masih diperiksa sebagai tersangka kasus narkoba.

Dia mengakui, sebelumnya sempat emosi dan mempertanyakan kenapa banyak luka di wajah Axel usai putranya itu ditemui anggota Polresta Bandara Soekarno-Hatta.

Namun, sikapnya kini tidak seperti itu lantaran dia sudah tahu peristiwa yang sebenarnya seperti apa.

"Waktu itu kan belum tahu, wajarlah orangtua spontan melihat hal itu terjadi, sangat manusiawi sekali. Kami kan waktu itu tahunya Axel diculik, enggak tahu itu aparat, jadi reaksi spontan keluarga wajar. Tapi setelah tahu, saya pikir ini hal wajib dilupakan dan harus move on," tutur Jeremy.

(Baca juga: Propam Periksa 4 Polisi yang Diduga Menganiaya Putra Jeremy Thomas)

Dia juga memastikan akan mendampingi Axel mengikuti proses hukum sampai tuntas. Terlebih, kondisi Axel yang masih lemah sehingga butuh pendampingan dari pihak keluarga.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Hari PPKM, Satpol PP DKI Kumpulkan Denda Sebanyak Rp 17,45 Juta

4 Hari PPKM, Satpol PP DKI Kumpulkan Denda Sebanyak Rp 17,45 Juta

Megapolitan
Disdik Tangsel Persilahkan Penggunaan Sekolah untuk Distribusi Bansos Selama Penuhi Prokes

Disdik Tangsel Persilahkan Penggunaan Sekolah untuk Distribusi Bansos Selama Penuhi Prokes

Megapolitan
KRI Parang Serahkan 3 Kantong Serpihan dan Turbin Pesawat Sriwijaya Air ke Basarnas

KRI Parang Serahkan 3 Kantong Serpihan dan Turbin Pesawat Sriwijaya Air ke Basarnas

Megapolitan
Dua Pengedar Sabu Ditangkap di Bekasi

Dua Pengedar Sabu Ditangkap di Bekasi

Megapolitan
Lengkap, Tim DVI Telah Terima Sampel DNA 62 Keluarga Korban Sriwijaya Air

Lengkap, Tim DVI Telah Terima Sampel DNA 62 Keluarga Korban Sriwijaya Air

Megapolitan
Remaja yang Mutilasi Pemuda di Bekasi Divonis 7 Tahun Penjara

Remaja yang Mutilasi Pemuda di Bekasi Divonis 7 Tahun Penjara

Megapolitan
Polisi Musnahkan 1,2 Kg Sabu Hasil Penangkapan Bandar Narkoba Serpong Utara

Polisi Musnahkan 1,2 Kg Sabu Hasil Penangkapan Bandar Narkoba Serpong Utara

Megapolitan
Penerima BST di Kota Tangerang Menurun Sebanyak 32.417 Orang

Penerima BST di Kota Tangerang Menurun Sebanyak 32.417 Orang

Megapolitan
Mural di Genteng Rumah Sekitar Flyover Lenteng Agung Selesai, Ada Gambar Ondel-ondel

Mural di Genteng Rumah Sekitar Flyover Lenteng Agung Selesai, Ada Gambar Ondel-ondel

Megapolitan
BNN Soroti Tingginya Peredaran Sabu dan Ganja di Ciputat

BNN Soroti Tingginya Peredaran Sabu dan Ganja di Ciputat

Megapolitan
Tim SAR Masih Cari Memori CVR Sriwijaya Air SJ 182

Tim SAR Masih Cari Memori CVR Sriwijaya Air SJ 182

Megapolitan
Relief Era Soekarno yang Ditemukan di Sarinah Akan Dipamerkan ke Publik

Relief Era Soekarno yang Ditemukan di Sarinah Akan Dipamerkan ke Publik

Megapolitan
5 Korban Sriwijaya Air SJ 182 Teridentifikasi Jumat Ini, Total 17 Jenazah

5 Korban Sriwijaya Air SJ 182 Teridentifikasi Jumat Ini, Total 17 Jenazah

Megapolitan
UPDATE 15 Januari: Tambah 26 Kasus Covid-19 di Tangsel, Dua Pasien Meninggal

UPDATE 15 Januari: Tambah 26 Kasus Covid-19 di Tangsel, Dua Pasien Meninggal

Megapolitan
Pihak Keluarga Minta Masyarakat Tak Datang ke Rumah Duka Habib Ali Assegaf

Pihak Keluarga Minta Masyarakat Tak Datang ke Rumah Duka Habib Ali Assegaf

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X