Kompas.com - 20/07/2017, 10:03 WIB
|
EditorEgidius Patnistik

BEKASI, KOMPAS.com - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi melakukan penyegelan terhadap pabrik PT Millenium Laundry karena telah mencemari Kali Bekasi dengan limbah. 

"Sementara ini kami akan menyegel pabrik dan akan berkoordinasi dengan pihak terkait. Mulai sekarang tidak boleh ada kegiatan operasional, tidak boleh beroperasi lagi," ujar Rahmat saat melakukan sidak ke PT Millenium Laundry di Cikiwul, Bantar Gebang, Kota Bekasi, Kamis (20/7/2017).

Ia menjelaskan, hasil uji laboratorium yang diambil dari limbah PT Millenium Laundry, Cikiwul,  yang sudah berjalan selama satu tahun ini terbukti mencemari Kali Bekasi. Pabrik tersebut merupakan jasa pencucian dan pelusuhan warna celana jeans baru sebelum dipasarkan. Aktivitas itu menghasilkan limbah cair yang langsung mengalir ke Kali Bekasi.

"Hari ini dikonfirmasi berdasarkan hasil laboratorium, uji bakunya ternyata diketemukan ada limbah yang di atas ambang batas, yaitu hexavalen dan cod, kebutuhan oksigen kimiawi yang tidak direkomendasikan dalam persoalan-persoalan baku," kata Rahmat.

Rahmat juga mengatakan pabrik PT Millenium Laundry tidak memiliki instrumen atau tempat pengolahan limbah padahal limbah yang dihasilkan berbahaya untuk kehidupan, bahkan dapat menyebabkan kanker. Air dari Kali Bekasi digunakan antara lain untuk Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kemang Pratama dan PDAM Tirta Patriot.

Menurut Rahmat, selain tidak memiliki tempat pengolahan limbah, gedung pabrik itu juga melanggar garis badan sungai.

"Saya minta kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup berkoordinasi sejauh mana perijinannya. Karena saya temukan juga ternyata bangunannya juga di bibir sungai," kata dia.

Rahmat mencurigai, adanya oknum yang bermain melalui perijinan pabrik tersebut, atau bisa juga pabrik belum memiliki izin bangunannya. Sebab, datanya tidak ada di kelurahan dan kecamatan setempat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Satpol PP Pura-pura Bertransaksi Via MiChat Sebelum Grebek Kos Prostitusi di Cilodong Depok

Satpol PP Pura-pura Bertransaksi Via MiChat Sebelum Grebek Kos Prostitusi di Cilodong Depok

Megapolitan
Cuma Sehari di GBK, Relawan Jokowi Produksi Sampah hingga 31 Ton

Cuma Sehari di GBK, Relawan Jokowi Produksi Sampah hingga 31 Ton

Megapolitan
Warga Ratapi Barang Berharga yang Hancur Diterjang Angin Kencang di Jelambar

Warga Ratapi Barang Berharga yang Hancur Diterjang Angin Kencang di Jelambar

Megapolitan
Ketua RT Sudah Lama Tahu Rumah Kos di Cilodong Depok jadi Tempat Prostitusi

Ketua RT Sudah Lama Tahu Rumah Kos di Cilodong Depok jadi Tempat Prostitusi

Megapolitan
Angin Bak Puting Beliung Robohkan 16 Kontrakan di Jelambar, Warga Bingung Tidur Dimana Malam Ini

Angin Bak Puting Beliung Robohkan 16 Kontrakan di Jelambar, Warga Bingung Tidur Dimana Malam Ini

Megapolitan
Rumah Kos di Cilodong Depok Digrebek terkait Prostitusi, Warga Tidak Kaget

Rumah Kos di Cilodong Depok Digrebek terkait Prostitusi, Warga Tidak Kaget

Megapolitan
Fakta Baru Kematian Sekeluarga di Kalideres, Putri Pemilik Rumah Diduga Tewas Terakhir

Fakta Baru Kematian Sekeluarga di Kalideres, Putri Pemilik Rumah Diduga Tewas Terakhir

Megapolitan
KCI Evakuasi KRL yang Anjlok di Kampung Bandan, Ini Rekayasa Perjalanan Kereta

KCI Evakuasi KRL yang Anjlok di Kampung Bandan, Ini Rekayasa Perjalanan Kereta

Megapolitan
Tertarik Coba Jasa 'Sleep Call' agar Tak Kesepian? Simak Tarifnya

Tertarik Coba Jasa "Sleep Call" agar Tak Kesepian? Simak Tarifnya

Megapolitan
Pelanggan Ini Pesan Layanan 'Sleep Call Setahun Penuh, Biaya Pelayanan Capai Rp 10 Juta

Pelanggan Ini Pesan Layanan "Sleep Call Setahun Penuh, Biaya Pelayanan Capai Rp 10 Juta

Megapolitan
9 Pohon di Jakarta Tumbang Imbas Hujan Deras dan Angin Kencang, Timpa Kabel PLN hingga Gereja

9 Pohon di Jakarta Tumbang Imbas Hujan Deras dan Angin Kencang, Timpa Kabel PLN hingga Gereja

Megapolitan
Pensiunan Polri yang Tabrak Lari Mahasiswa UI di Jagakarsa Dikenakan Wajib Lapor

Pensiunan Polri yang Tabrak Lari Mahasiswa UI di Jagakarsa Dikenakan Wajib Lapor

Megapolitan
16 Rumah Semi Permanen di Jelambar Roboh Akibat Hujan dan Angin Kencang

16 Rumah Semi Permanen di Jelambar Roboh Akibat Hujan dan Angin Kencang

Megapolitan
Bawa Kabur Uang Perusahaan Rp 531 Juta, Kurir J&T Express Langsung Beli Rumah di Bekasi

Bawa Kabur Uang Perusahaan Rp 531 Juta, Kurir J&T Express Langsung Beli Rumah di Bekasi

Megapolitan
KRL Anjlok di Stasiun Kampung Bandan, KCI Minta Maaf Perjalanan Terganggu

KRL Anjlok di Stasiun Kampung Bandan, KCI Minta Maaf Perjalanan Terganggu

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.