Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pabrik di Bekasi yang Disegel Sudah Pernah Dapat Peringatan

Kompas.com - 20/07/2017, 13:10 WIB
Anggita Muslimah Maulidya Prahara Senja

Penulis

BEKASI, KOMPAS.com – PT Millenium Laundry yang berada di Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantar Gebang, Kota Bekasi disegel pada Kamis (20/7/2017) ini karena mencemari Kali Bekasi dengan limbah. Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Kustantinah mengatakan bahwa beberapa kali pabrik tersebut ditegur dan diingatkan karena membuang limbah pabrik ke Kali Bekasi.

“Sudah 6 kali terakhir diambil sampling (dari limbah pabrik itu). Sudah dingatkan ke pabrik pencucian dan pelusuhan produk jeans ini karena mengandung pewarna tekstil. Kami sudah tegur terus, tapi tidak ada itikad baik, makanya disegel,” kata Kustantinah usai melakukan sidak ke PT Millenium Laundry di Cikiwul, Kamis. 

Baca juga: Wali Kota Bekasi Segel Pabrik yang Limbahnya Cemari Kali Bekasi

Ia menjelaskan dari uji laboratorium, hasilnya ada beberapa parameter yang melebihi baku mutu. Parameter pertama, COD chemical oxygen demand melebihi baku mutu hingga 200 persen.

Kunstantinah mengatakan, jika COD terindikasi melebihi baku mutu, hal itu juga memengaruhi kualitas air sungai. Air sungai akan mengandung logam berat yang sifatnya beracun.

“Dampaknya memang tidak langsung kepada manusia, tetapi jika terakumulasi, efeknya jangka panjang yang bisa memicu kanker,” kata dia.

Dia juga menjelaskan untuk kualitas air Kali Bekasi termasuk dalam kategori tercemar ringan. Namun ada beberapa titik yang dikategorikan tercemar berat.

Pabrik tersebut merupakan jasa pencucian dan pelusuhan warna celana jeans baru sebelum dipasarkan. Jasa pencucian dan pelusuhan itu menghasilkan limbah cair yang langsung mengalir ke Kali Bekasi.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi juga mengatakan pabrik PT Millenium Laundry tidak memiliki instrumen atau tempat pengolahan limbah padahal limbah yang dihasilkan berbahaya untuk kehidupan, bahkan dapat menyebabkan kanker.

Air dari Kali Bekasi digunakan antara lain untuk Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kemang Pratama dan PDAM Tirta Patriot. Menurut Rahmat, selain tidak memiliki tempat pengolahan limbah, gedung pabrik itu juga melanggar garis badan sungai.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Perempuan yang Ditemukan Tewas di Pulau Pari Dibunuh 'Pelanggannya' karena Sakit Hati

Perempuan yang Ditemukan Tewas di Pulau Pari Dibunuh "Pelanggannya" karena Sakit Hati

Megapolitan
12 Perusahaan Setor Dividen 2023 ke Pemprov DKI, Nilainya Capai Rp 545,8 Miliar

12 Perusahaan Setor Dividen 2023 ke Pemprov DKI, Nilainya Capai Rp 545,8 Miliar

Megapolitan
Anak yang Bacok Ibu di Cengkareng Positif Konsumsi Narkoba

Anak yang Bacok Ibu di Cengkareng Positif Konsumsi Narkoba

Megapolitan
Ada di Lokasi yang Sama, Anggota Polres Jaktim Mengaku Tak Tahu Rekan Sesama Polisi Pesta Sabu

Ada di Lokasi yang Sama, Anggota Polres Jaktim Mengaku Tak Tahu Rekan Sesama Polisi Pesta Sabu

Megapolitan
Warga Serpong Curhat Air PDAM Sering Tak Mengalir ke Perumahan

Warga Serpong Curhat Air PDAM Sering Tak Mengalir ke Perumahan

Megapolitan
Wanita Hamil Tewas di Kelapa Gading, Kekasih Jadi Tersangka

Wanita Hamil Tewas di Kelapa Gading, Kekasih Jadi Tersangka

Megapolitan
Pipa PDAM Bocor, Warga Serpong Tak Dapat Air Bersih Berjam-jam

Pipa PDAM Bocor, Warga Serpong Tak Dapat Air Bersih Berjam-jam

Megapolitan
Antar Mobil Teman, Anggota Polres Jaktim Ikut Ditangkap dalam Pesta Narkoba Oknum Polisi

Antar Mobil Teman, Anggota Polres Jaktim Ikut Ditangkap dalam Pesta Narkoba Oknum Polisi

Megapolitan
Wanita Hamil di Kelapa Gading Bukan Dibunuh Kekasih, tapi Tewas Saat Berupaya Menggugurkan Janinnya

Wanita Hamil di Kelapa Gading Bukan Dibunuh Kekasih, tapi Tewas Saat Berupaya Menggugurkan Janinnya

Megapolitan
Dukcapil DKI Sebut Setiap Warga Terdampak Penonaktifan NIK Dapat Pemberitahuan

Dukcapil DKI Sebut Setiap Warga Terdampak Penonaktifan NIK Dapat Pemberitahuan

Megapolitan
Polisi Tangkap Pria yang Minta THR dengan Peras Petugas Minimarket di Cengkareng

Polisi Tangkap Pria yang Minta THR dengan Peras Petugas Minimarket di Cengkareng

Megapolitan
Buka Pendaftaran PPK Pilkada DKI 2024, KPU Butuh 220 Orang untuk TPS di 44 Kecamatan

Buka Pendaftaran PPK Pilkada DKI 2024, KPU Butuh 220 Orang untuk TPS di 44 Kecamatan

Megapolitan
2 Pria Dikepung Warga karena Diduga Transaksi Narkoba, Ternyata Salah Paham

2 Pria Dikepung Warga karena Diduga Transaksi Narkoba, Ternyata Salah Paham

Megapolitan
Hasil Tes Urine Negatif, Anggota Polres Jaktim Dibebaskan Usai Ditangkap dalam Pesta Narkoba

Hasil Tes Urine Negatif, Anggota Polres Jaktim Dibebaskan Usai Ditangkap dalam Pesta Narkoba

Megapolitan
Terungkap, Wanita Hamil Bersimbah Darah di Kelapa Gading Tewas akibat Menggugurkan Janinnya Sendiri

Terungkap, Wanita Hamil Bersimbah Darah di Kelapa Gading Tewas akibat Menggugurkan Janinnya Sendiri

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com