Selain Sabu 1 Ton, Polisi Duga Ada Narkoba Lain di Kapal Wanderlust

Kompas.com - 20/07/2017, 15:31 WIB
Kepala Polisi Republik Indonesia Jenderal Tito Karnavian (tengah) didampingi Menteri Keuangan Sri Mulyani (tiga kiri) menunjukkan barang bukti terkait kasus tangkapan penyelundupan narkoba saat rilis di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (20/7/2017). Seberat 1 ton narkoba jenis sabu asal China telah digagalkan Tim Gabungan Satuan Tugas Merah Putih yang terdiri dari petugasDirektorat Narkoba Polda Metro Jaya dan Polresta Depokpada Kamis minggu lalu di Anyer Serang, Banten. KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELIKepala Polisi Republik Indonesia Jenderal Tito Karnavian (tengah) didampingi Menteri Keuangan Sri Mulyani (tiga kiri) menunjukkan barang bukti terkait kasus tangkapan penyelundupan narkoba saat rilis di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (20/7/2017). Seberat 1 ton narkoba jenis sabu asal China telah digagalkan Tim Gabungan Satuan Tugas Merah Putih yang terdiri dari petugasDirektorat Narkoba Polda Metro Jaya dan Polresta Depokpada Kamis minggu lalu di Anyer Serang, Banten.
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian mengatakan saat ini pihaknya masih memeriksa kapal Wanderlust pembawa sabu 1 ton yang diamankan di perairan Bintan oleh aparat Bea dan Cukai (BC) Batam, Sabtu (15/7/2017).

Tito mengatakan kemungkinan masih ada narkoba lain yang tersimpan di kompartemen-kompartemen kapal.

"Masih ada narkoba jenis lain yang mungkin diselipkan, hari ini lagi naik docking, dan akan diperiksa secara detil," kata Tito di Mapolda Metro Jaya, Kamis (20/7/2017).

Tito mengatakan selain memeriksa muatan, pihaknya juga memeriksa peralatan dan kelengkapan kapal untuk menelusuri riwayat perjalanannya.

Kapal berbendera Sierra Leone itu diduga berlayar di sekitar perairan Asia Tenggara sebelum masuk ke pantai barat Indonesia.

"Peralatan juga diperiksa karena pengakuan mereka belum tentu sama dengan GPS," ujar Tito.

Adapun Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta menyebut awak kapal sengaja mematikan GPS Wanderlust selama pelayaran.

"Dia (5 orang tersangka) kan transporter (pengangkut), jadi dia matikan (GPS) supaya tak bisa dilacak," ujar Nico.

Baca: Foto-foto Kapal Wanderlust yang Diduga Bawa 1 Ton Sabu dari China

Polisi menggagalkan penyelundupan sabu seberat satu ton saat masuk melalui Dermaga eks Hotel Mandalika di Jalan Anyer Raya, Serang, Banten, Kamis (15/7/2017).

Sabu tersebut dikemas dalam 51 kotak teh cina dan dimasukkan ke dalam karung. Sindikat dari Taiwan ini berjumlah sembilan orang, satu di antaranya meninggal karena melawan saat ditangkap petugas.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dinkes Tangsel Belum Atur Jadwal Vaksinasi Covid-19 untuk Pedagang Pasar

Dinkes Tangsel Belum Atur Jadwal Vaksinasi Covid-19 untuk Pedagang Pasar

Megapolitan
UPDATE 1 Maret: Tambah 39 Kasus Covid-19 di Kota Tangerang, Seorang Pasien Meninggal

UPDATE 1 Maret: Tambah 39 Kasus Covid-19 di Kota Tangerang, Seorang Pasien Meninggal

Megapolitan
2 Blad Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19 di TPU Bambu Apus Penuh

2 Blad Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19 di TPU Bambu Apus Penuh

Megapolitan
Selain di Gorong-gorong, Kabel di Tiang Jalan TB Simatupang Juga Terbakar

Selain di Gorong-gorong, Kabel di Tiang Jalan TB Simatupang Juga Terbakar

Megapolitan
Tunggu Arahan Pusat, Pemkot Tangsel Belum Mulai Vaksinasi Covid-19 untuk Lansia

Tunggu Arahan Pusat, Pemkot Tangsel Belum Mulai Vaksinasi Covid-19 untuk Lansia

Megapolitan
Dapat 33.400 Dosis, Depok Mulai Vaksinasi Covid-19 Tahap Dua

Dapat 33.400 Dosis, Depok Mulai Vaksinasi Covid-19 Tahap Dua

Megapolitan
Polisi Tangkap Dua Pemalsu Surat Tes Covid-19 di Bandara Soekarno-Hatta

Polisi Tangkap Dua Pemalsu Surat Tes Covid-19 di Bandara Soekarno-Hatta

Megapolitan
Kabel di Gorong-gorong Jalan TB Simatupang Terbakar, Lurah: Ledakannya Kencang

Kabel di Gorong-gorong Jalan TB Simatupang Terbakar, Lurah: Ledakannya Kencang

Megapolitan
Diduga Gangguan Jiwa, Seorang Pria Sayat Leher Mantan Perawatnya di Bandara Soekarno-Hatta

Diduga Gangguan Jiwa, Seorang Pria Sayat Leher Mantan Perawatnya di Bandara Soekarno-Hatta

Megapolitan
Kabel di Gorong-gorong Jalan TB Simatupang Terbakar

Kabel di Gorong-gorong Jalan TB Simatupang Terbakar

Megapolitan
Mortir Seberat 50 Kg Ditemukan di Aliran Kali Cipinang

Mortir Seberat 50 Kg Ditemukan di Aliran Kali Cipinang

Megapolitan
Penyebar Video Syur Mirip Artis GL Raup Rp 75 Juta dari Komersialisasi Konten

Penyebar Video Syur Mirip Artis GL Raup Rp 75 Juta dari Komersialisasi Konten

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 Lansia Digelar di Sekolah Tiap Kecamatan di Jakpus

Vaksinasi Covid-19 Lansia Digelar di Sekolah Tiap Kecamatan di Jakpus

Megapolitan
UPDATE 1 Maret 2021: Tambah 2.058 Kasus, 9.756 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 1 Maret 2021: Tambah 2.058 Kasus, 9.756 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
UPDATE 1 Maret: Bertambah 77 Kasus Positif, 2 Pasien Covid-19 Meninggal di Tangsel

UPDATE 1 Maret: Bertambah 77 Kasus Positif, 2 Pasien Covid-19 Meninggal di Tangsel

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X