Ekstasi, "Happy Five", dan Sabu Diamankan dari 3 Wilayah di Jakbar

Kompas.com - 24/07/2017, 15:59 WIB
Ilustrasi: Narkoba
HANDININGIlustrasi: Narkoba
|
EditorIcha Rastika

JAKARTA, KOMPAS.com - Polres Metro Jakarta Barat mengamankan 15.915 butir ekstasi, 33.300 butir happy five, dan 580,36 gram sabu dari tiga tempat terpisah di Jakarta Barat.

Pengungkapan kasus ini bermula dari ditangkapnya seorang pria berinisial SY (36) di sebuah kamar indekos di Tanjung Duren, Jakarta Barat, Rabu (12/7/2017), pukul 14.00 WIB. Pria tersebut kedapatan menyimpan 10.405 pil ekstasi.

"Dari penangkapan analisis data dan pengembangan yang dilakukan, polisi menangkap tiga pelaku lainnya berinisial AR (28), DN (30), dan BG (25) di hari yang sama di perumahan Green Court, Cengkareng, Jakarta Barat," ucap Kapolres Jakarta Barat Kombes Pol Roycke Harry Langie, Senin (24/7/2017).

(Baca juga: Jaringan Narkoba Filipina Mulai Incar Pasar Indonesia

Dari tangan tiga pelaku, polisi mengamankan enam paket narkotika jenis sabu seberat 488 gram, 3.945 butir ekstasi tanpa logo berwarna ungu, 33.000 butir (3.300 strip) happy five merek AAA5000, sebuah timbangan elektrik, sebuah mesin pres plastik, dan sebuah ponsel.

Pengungkapan kasus ini berlanjut pada Kamis (20/7/2017). Pada pukul 19.00 WIB, polisi mengamankan seorang laki-laki berinisial AR di sebuah rumah yang beralamat di Jalan Pesing Bendungan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

"Dari tangan pelaku polisi mengamankan sejumlah paket sabu dan pil ekstasi yang disimpan dalam sebuah koper pakaian," kata dia.

Roycke mengatakan, ribuan narkoba dalam berbagai jenis yang telah diamankan tersebut memiliki harga yang tak murah.

"Kalau untuk sabu harganya antara Rp 1,5 hingga Rp 2 juta per gramnya. Dan untuk pil happy five harganya sekitar Rp 1,5 juta per stripnya," ujar dia. 

Sampai saat ini, polisi masih menyelidiki jaringan narkoba tersebut. Diduga, barang haram itu tak hanya diedarkan di wilayah Jakarta.

"Masih ada DPO. Peredarannya bisa sampai di jaringan Jawa Tengah dan Jawa Barat. Kami masih dalami," kata dia.

(Baca juga: BNN: Narkoba Flakka Sudah Masuk Indonesia )

Adapun kelima pelaku terancam Pasal 114 Undan-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan Pasal 60 sub 62 Nomor 5 Tahun 1996 tentang Psikotropika. Ancaman hukumannya, 20 tahun penjara atau seumur hidup.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Tetapkan 131 Tersangka Pedemo Omnnibus Law di Jakarta, 20 Orang yang Bakar Halte

Polisi Tetapkan 131 Tersangka Pedemo Omnnibus Law di Jakarta, 20 Orang yang Bakar Halte

Megapolitan
Pakar Hukum Pidana UI: Pelaku Kerusuhan Demo Omnibus Law Harus Diusut Sampai Pengadilan

Pakar Hukum Pidana UI: Pelaku Kerusuhan Demo Omnibus Law Harus Diusut Sampai Pengadilan

Megapolitan
Pengamat Sebut Ada 'Orkestrasi Massa' di Balik Kericuhan Demonstrasi Tolak Omnibus Law

Pengamat Sebut Ada "Orkestrasi Massa" di Balik Kericuhan Demonstrasi Tolak Omnibus Law

Megapolitan
Pemkot Bekasi Targetkan Periksa 10.000 Spesimen Tes Covid-19 hingga 10 Hari ke Depan

Pemkot Bekasi Targetkan Periksa 10.000 Spesimen Tes Covid-19 hingga 10 Hari ke Depan

Megapolitan
UPDATE 19 Oktober di Tangsel: Bertambah 4 Kasus Positif, 90 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 19 Oktober di Tangsel: Bertambah 4 Kasus Positif, 90 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Pasien Covid-19 Berkurang, Pemkot Tangerang Kurangi Fasilitas Isolasi Mandiri

Pasien Covid-19 Berkurang, Pemkot Tangerang Kurangi Fasilitas Isolasi Mandiri

Megapolitan
Mengaku Sudah Bekerja Maksimal, Ketua Pansus Banjir DKI: Kuncinya Ada di Gubernur

Mengaku Sudah Bekerja Maksimal, Ketua Pansus Banjir DKI: Kuncinya Ada di Gubernur

Megapolitan
42 Motor Pedemo yang Ditinggal Saat Ricuh Masih di Polda Metro Jaya

42 Motor Pedemo yang Ditinggal Saat Ricuh Masih di Polda Metro Jaya

Megapolitan
55 RW di Kota Bekasi Masuk Zona Merah Covid-19, Ini Sebarannya

55 RW di Kota Bekasi Masuk Zona Merah Covid-19, Ini Sebarannya

Megapolitan
Pelecehan Remas Payudara Kerap Terjadi di Tangsel, Polisi Perlu Patroli Rutin di Lokasi Kejadian

Pelecehan Remas Payudara Kerap Terjadi di Tangsel, Polisi Perlu Patroli Rutin di Lokasi Kejadian

Megapolitan
Antisipasi Demo Rusuh dan Penjarahan, Polisi Jaga Ketat Pasar Glodok

Antisipasi Demo Rusuh dan Penjarahan, Polisi Jaga Ketat Pasar Glodok

Megapolitan
Polisi: Artis RR Gunakan Sabu Buat Kuruskan Badan

Polisi: Artis RR Gunakan Sabu Buat Kuruskan Badan

Megapolitan
Amankan Aksi Demo Tolak Omnius Law, Satpol PP Jakpus Akan Terjunkan 40 Personel

Amankan Aksi Demo Tolak Omnius Law, Satpol PP Jakpus Akan Terjunkan 40 Personel

Megapolitan
Selama PSBB Transisi, Satpol PP Jakpus Jaring 2.078 Pelanggar Tak Pakai Masker

Selama PSBB Transisi, Satpol PP Jakpus Jaring 2.078 Pelanggar Tak Pakai Masker

Megapolitan
Gubernur Banten Sesalkan Kerumunan Massa Saat Pendaftaran Bantuan UMKM di Kota Tangerang

Gubernur Banten Sesalkan Kerumunan Massa Saat Pendaftaran Bantuan UMKM di Kota Tangerang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X