Permukiman di Cipinang Melayu Akan Ditertibkan untuk Proyek KA Cepat

Kompas.com - 24/07/2017, 19:42 WIB
Wali Kota Jaktim Bambang Musyawardana saat berikan arahan kepada pejabat baru Pemkot Jaktim, Jumat (14/7/2017). Ridwan Aji Pitoko/KOMPAS.comWali Kota Jaktim Bambang Musyawardana saat berikan arahan kepada pejabat baru Pemkot Jaktim, Jumat (14/7/2017).
Penulis Nursita Sari
|
EditorIcha Rastika

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemprov DKI Jakarta akan menertibkan permukiman warga di Kompleks Trikora Landasan Udara Halim Perdanakusuma dan Cipinang Melayu, Jakarta Timur.

Sebab, di lokasi tersebut akan dibangun stasiun dan trase kereta api (KA) cepat Jakarta Bandung.

Wali Kota Jakarta Timur Bambang Musyawardana menyampaikan, Pemerintah Kota Jakarta Timur telah melakukan sosialisasi kepada warga Cipinang Melayu terkait rencana penertiban ini. 

"Masih dalam proses karena baru mulai. Kan kami sudah bantu sosialisasi yang jelas," ujar Bambang di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (24/7/2017).

(Baca juga: Kampung Arus Bakal Ditertibkan pada Agustus)

Bambang mengatakan, ada tiga RW di Cipinang Melayu yang akan ditertibkan. Menurut dia, lahan milik warga yang terkena dampak penertiban akan dibebaskan oleh PT Kereta Cepat Indonesia Cina. Penertiban tersebut akan dibantu Satpol PP DKI Jakarta.

"RW 5, RW 4, dan RW 12 Kampung Cipinang Melayu, kurang lebih 200-300 KK (kepala keluarga)," kata Bambang.

Kepala Satpol PP DKI Jakarta Yani Wahyu mengatakan, penertiban di Kompleks Trikora Lanud Halim Perdanakusuma akan disosialiasikan terlebih dahulu oleh TNI AU. Pihak TNI AU juga akan mendata warga yang menempati area tersebut.

"Mereka data, warga Jakarta bukan, KTP Jakarta bukan, pemilik bangunan bukan atau pengontrak, didata dulu, kemudian disosialisasikan. Setelah disosialiasikan mau dikemanain, ke rusun atau ke mana," ujar Yani saat ditemui terpisah.

(Baca juga: Penertiban Bukit Duri Terakhir yang Tanpa Perlawanan...)

Setelah itu, TNI AU dapat mengirim surat kepada Pemprov DKI Jakarta untuk menertibkan lahan milik negara tersebut.

"Penegak aturan kan satpol PP (sebagai eksekutor). TNI AU nanti bermohon kepada wali kota, wali kota nanti tindak lanjuti, kami sifatnya back up wali kota dari segi personel," ucap Yani.

Kompas TV Prokontra Perppu Pembubaran Ormas (Bag 2)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peserta Konvoi di Tol Andara Ungkap Kronologi Dihentikan Polisi, Mulanya Ada Mobil Ugal-ugalan Masuk Rombongan

Peserta Konvoi di Tol Andara Ungkap Kronologi Dihentikan Polisi, Mulanya Ada Mobil Ugal-ugalan Masuk Rombongan

Megapolitan
Pasar Jaya Sediakan Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter

Pasar Jaya Sediakan Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter

Megapolitan
Saksi Sebut Dua Polisi Hanya Diam Saat Kakek HM Dikeroyok di Cakung hingga Tewas

Saksi Sebut Dua Polisi Hanya Diam Saat Kakek HM Dikeroyok di Cakung hingga Tewas

Megapolitan
UPDATE 23 Januari: Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama di Tangsel Mencapai 98 Persen

UPDATE 23 Januari: Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama di Tangsel Mencapai 98 Persen

Megapolitan
Pengendara Mobil Tewas Dikeroyok, Polisi: Senggol Motor di Pulogadung, Diteriaki Maling, lalu Dikejar hingga Cakung

Pengendara Mobil Tewas Dikeroyok, Polisi: Senggol Motor di Pulogadung, Diteriaki Maling, lalu Dikejar hingga Cakung

Megapolitan
Pintu Pelintasan di Gunung Sahari Selatan Akan Ditutup, Pemkot Jakpus Sosialisasi ke Masyarakat

Pintu Pelintasan di Gunung Sahari Selatan Akan Ditutup, Pemkot Jakpus Sosialisasi ke Masyarakat

Megapolitan
Kesaksian Warga Lihat Kakek 89 Tahun Dituduh Maling, lalu Dikeroyok hingga Tewas

Kesaksian Warga Lihat Kakek 89 Tahun Dituduh Maling, lalu Dikeroyok hingga Tewas

Megapolitan
Bantah Konvoi Rombongan Mobil Berhenti di Tol untuk Dokumentasi, Akbar Rais: Jalan Kami Ditutupi Polisi

Bantah Konvoi Rombongan Mobil Berhenti di Tol untuk Dokumentasi, Akbar Rais: Jalan Kami Ditutupi Polisi

Megapolitan
Alasan Polisi Tak Tilang Konvoi Mobil yang Berhenti di Tol Andara: Mereka Kooperatif

Alasan Polisi Tak Tilang Konvoi Mobil yang Berhenti di Tol Andara: Mereka Kooperatif

Megapolitan
Transjakarta Rute S21 Ciputat-Tosari Kembali Beroperasi Mulai Hari Ini

Transjakarta Rute S21 Ciputat-Tosari Kembali Beroperasi Mulai Hari Ini

Megapolitan
Tegaskan Lapangan JIS Tak Boleh Berbayar, Anies: Siapa Saja Bisa Pakai Gratis

Tegaskan Lapangan JIS Tak Boleh Berbayar, Anies: Siapa Saja Bisa Pakai Gratis

Megapolitan
6 Pasien Covid-19 Meninggal di Jakarta, Tertinggi sejak Ditemukan Omicron

6 Pasien Covid-19 Meninggal di Jakarta, Tertinggi sejak Ditemukan Omicron

Megapolitan
UPDATE 23 Jaanuari: Kasus Positif Covid-19 di Tangsel Bertambah 140, Pasien Dirawat Bertambah 138

UPDATE 23 Jaanuari: Kasus Positif Covid-19 di Tangsel Bertambah 140, Pasien Dirawat Bertambah 138

Megapolitan
Sidang Kasus Terorisme dengan Terdakwa Munarman Dilanjutkan Hari Ini

Sidang Kasus Terorisme dengan Terdakwa Munarman Dilanjutkan Hari Ini

Megapolitan
Lansia yang Tewas Dikeroyok Massa di Cakung Dituduh Pencuri akibat Senggol Pengendara Motor

Lansia yang Tewas Dikeroyok Massa di Cakung Dituduh Pencuri akibat Senggol Pengendara Motor

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.