Polisi Sebut Pemberdayaan "Pak Ogah" Belum Final

Kompas.com - 25/07/2017, 17:03 WIB
Pak ogah beroperasi di putaran balik dekat halte transjakarta Pangeran Jayakarta, Selasa (2/9/2014). Kompas.com/Robertus BelarminusPak ogah beroperasi di putaran balik dekat halte transjakarta Pangeran Jayakarta, Selasa (2/9/2014).
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi masih mengkaji wacana pemberdayaan " Pak Ogah" untuk membantu mengatur lalu lintas di Jakarta. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, polisi masih mempelajari dampak positif dan negatif dari wacana tersebut.

"Apakah itu bisa dimanfaatkan tenaganya untuk membantu kepolisian dalam hal mengatur lalu lintas," ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Selasa (25/7/2017).

Argo menambahkan, polisi masih mendata titik-titik rawan kemacetan di Jakarta. Selain itu, pihaknya juga masih mendata berapa banyak Pak Ogah yang dibutuhkan untuk membantu polisi mengatur lalu lintas.

"Ini perlu kajian semua dan ini belum juga secepat ini kami laksanakan," kata dia.

Argo menjelaskan, wacana pemberdayaan Pak Ogah itu tercetus setelah melihat semakin banyak pertumbuhan kendaraan di Jakarta yang tidak sebanding dengan penambahan jalan.

"Kemudian jadi suatu permasalahan di Ibu Kota. Ini perlu kajian. Perlu kami cek kembali aturannya bisa atau tidak," kata Argo.

Baca juga: Jakarta Makin Macet, Polisi Ingin Perbanyak Pak Ogah, dan Bisakah Pak Ogah Diberdayakan Menjadi PHL Pemprov DKI?

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

1.732 Pengendara Motor Melanggar Rambu Lalu Lintas dan Terekam ETLE

1.732 Pengendara Motor Melanggar Rambu Lalu Lintas dan Terekam ETLE

Megapolitan
Soal Voting Terbuka untuk Pilih Wagub DKI, F-Gerindra Sebut Anies Pernah Inginkan Itu

Soal Voting Terbuka untuk Pilih Wagub DKI, F-Gerindra Sebut Anies Pernah Inginkan Itu

Megapolitan
Anies Sebut Bank DKI Berkontribusi Besar dalam Penerapan MRT hingga LRT Jakarta

Anies Sebut Bank DKI Berkontribusi Besar dalam Penerapan MRT hingga LRT Jakarta

Megapolitan
Sandiaga Uno Berharap Tidak Ada Muatan Kepentingan dalam Pemilihan Wagub DKI

Sandiaga Uno Berharap Tidak Ada Muatan Kepentingan dalam Pemilihan Wagub DKI

Megapolitan
Tukang Ojek Pangkalan yang Peras Penumpang hingga Ratusan Ribu Menyesali Perbuatannya

Tukang Ojek Pangkalan yang Peras Penumpang hingga Ratusan Ribu Menyesali Perbuatannya

Megapolitan
DPRD Bakal Libatkan KPK dalam Pemilihan Wagub DKI untuk Hilangkan Sentimen Politik Uang

DPRD Bakal Libatkan KPK dalam Pemilihan Wagub DKI untuk Hilangkan Sentimen Politik Uang

Megapolitan
Sandiaga Wanti-wanti Jangan Sampai Sirkuit Formula E Rusak Cagar Budaya Monas

Sandiaga Wanti-wanti Jangan Sampai Sirkuit Formula E Rusak Cagar Budaya Monas

Megapolitan
Kronologi Tiga Penumpang Ojek Pangkalan Terminal Kalideres Ditembak Tarif Rp 750.000

Kronologi Tiga Penumpang Ojek Pangkalan Terminal Kalideres Ditembak Tarif Rp 750.000

Megapolitan
Hanya Uji Coba, Aspal Sirkuit Formula E di Monas Bakal Dibongkar Lagi

Hanya Uji Coba, Aspal Sirkuit Formula E di Monas Bakal Dibongkar Lagi

Megapolitan
Sandiaga Sebut Kurangnya Sosialisasi Bikin Perpecahan Pandangan Formula E

Sandiaga Sebut Kurangnya Sosialisasi Bikin Perpecahan Pandangan Formula E

Megapolitan
Sebelum Bepergian dengan Ojek Pangkalan, Pastikan Hal Ini agar Tak Menyesal

Sebelum Bepergian dengan Ojek Pangkalan, Pastikan Hal Ini agar Tak Menyesal

Megapolitan
Bakal Sirkuit Balap Formula E di Monas Masuk Tahap Pengaspalan

Bakal Sirkuit Balap Formula E di Monas Masuk Tahap Pengaspalan

Megapolitan
Sandaga Uno Ajak Milenial Bikin Film untuk Majukan Ekonomi Kreatif

Sandaga Uno Ajak Milenial Bikin Film untuk Majukan Ekonomi Kreatif

Megapolitan
Tarif Ojek Malam Mahal, Pengemudi yang Beroperasi Siang Sepi Penumpang

Tarif Ojek Malam Mahal, Pengemudi yang Beroperasi Siang Sepi Penumpang

Megapolitan
Fraksi Demokrat Ajukan Diri untuk Jadi Ketua Panitia Pemilihan Wagub DKI

Fraksi Demokrat Ajukan Diri untuk Jadi Ketua Panitia Pemilihan Wagub DKI

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X