Revitalisasi Kawasan Sunda Kelapa Tak Ubah Desain Bangunan Bersejarah

Kompas.com - 26/07/2017, 11:14 WIB
Desain kampung susun yang diinginkan warga Pasar Ikan. Bekerjasama dengan LSM RUJAK Center for Urban Studies, warga Pasar Ikan Mengusulkan desain tersebut kepada Pemrov DKI yang mengadopsi tempat tinggal mereka sebelum ditertibkan, Senin (8/5/2017) Kompas.com/David Oliver PurbaDesain kampung susun yang diinginkan warga Pasar Ikan. Bekerjasama dengan LSM RUJAK Center for Urban Studies, warga Pasar Ikan Mengusulkan desain tersebut kepada Pemrov DKI yang mengadopsi tempat tinggal mereka sebelum ditertibkan, Senin (8/5/2017)
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama PD Pasar Jaya Arief Nasrudin mengatakan, revitalisasi kawasan Sunda Kelapa di Jakarta Utara tidak akan mengubah desain bangunan bersejarah yang ada di kawasan tersebut.

Arief mencontohkan bangunan Heksagon yang telah menjadi ikon bersejarah di kawasan Sunda Kelapa. Rekonstruksi bangunan Heksagon, kata Arief tetap akan mengikuti desain yang sebelumnya telah ada.

Hal ini dilakukan untuk menjaga keaslian dari peninggalan sejarah. Arief mengatakan, menjaga keaslian bangunan bersejarah juga merupakan konsep yang telah disepakati saat pemerintahan Gubernur DKI Jakarta Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama.

"Zamannya Pak Gubernur Ahok, itu sampai genteng (Heksagon) dihitung sama kami, nyarinya susah. Enggak boleh ada yang hilang. Yang pasti Heksagon tetap dijagain nanti akan rekonstruksi," ujar Arief saat dihubungi Kompas.com, Rabu (26/7/2017).

"Bahannya dari kayu jati Belanda itu. Jadi itu yang kami jaga. Kayunya itu kami harus pesan kalau sempat ada yang hilang enggak bisa sembarangan," ujar Arief melanjutkan.

Begitu juga dengan tempat pelelangan Pasar Ikan yang sudah berdiri sejak lama di kawasan itu. Tempat pelelangan ikan itu akan kembali dibangun. Namun, tidak akan meninggalkan konsep desain yang lama.

Baca: Begini Desain Kampung Susun yang Diinginkan Warga Pasar Ikan

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tempat pelelangan ikan akan diubah menjadi pasar yang menjual berbagai macam pernak-pernik khas Betawi.

"Makanya desainya itu harus benar-benar bisa meng-copy desain yang kemarin. Tapi tetap menjaga keasliannya," ujar Arief.

Pemprov DKI Jakarta sedang menyusun peraturan gubernur untuk penataan kawasan Sunda Kelapa, khususnya kawasan Pasar Ikan. Pergub itu ditargetkan selesai sebelum berakhirnya masa jabatan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perum PPD Gratiskan Layanan Bus Bogor-Jakarta Selama Sebulan

Perum PPD Gratiskan Layanan Bus Bogor-Jakarta Selama Sebulan

Megapolitan
Sopir Truk Korban Pungli Mengeluh: Anak Mau Jajan Dibentak, padahal Uang Disebar di Pelabuhan

Sopir Truk Korban Pungli Mengeluh: Anak Mau Jajan Dibentak, padahal Uang Disebar di Pelabuhan

Megapolitan
Mirisnya Hidup Sopir Truk di Tanjung Priok, Dipalak Preman hingga Petugas Pelabuhan

Mirisnya Hidup Sopir Truk di Tanjung Priok, Dipalak Preman hingga Petugas Pelabuhan

Megapolitan
19 Warga Gandasari Tangerang Sembuh dari Covid-19, 34 Orang Masih Dirawat

19 Warga Gandasari Tangerang Sembuh dari Covid-19, 34 Orang Masih Dirawat

Megapolitan
Komplotan Maling Bobol Rumah di Makasar Jaktim, Mengaku Petugas Kelurahan

Komplotan Maling Bobol Rumah di Makasar Jaktim, Mengaku Petugas Kelurahan

Megapolitan
Terduga Teroris yang Ditangkap di Bogor Sehari-hari Disebut Berjualan Bahan Kimia

Terduga Teroris yang Ditangkap di Bogor Sehari-hari Disebut Berjualan Bahan Kimia

Megapolitan
Sebagian Wilayah Kota Bekasi Banjir Usai Hujan Deras, Taman Narogong Paling Parah

Sebagian Wilayah Kota Bekasi Banjir Usai Hujan Deras, Taman Narogong Paling Parah

Megapolitan
Soal Kelanjutan Belajar di Sekolah, Pemkot Tangerang Fokus Tangani Lonjakan Kasus Covid-19 Dulu

Soal Kelanjutan Belajar di Sekolah, Pemkot Tangerang Fokus Tangani Lonjakan Kasus Covid-19 Dulu

Megapolitan
Kasus Covid-19 Melonjak, Wali Kota Tangerang Batasi Aktivitas Ekonomi Warga

Kasus Covid-19 Melonjak, Wali Kota Tangerang Batasi Aktivitas Ekonomi Warga

Megapolitan
Kasus Covid-19 Meningkat, Pemkot Bogor Tambah Tempat Pusat Isolasi

Kasus Covid-19 Meningkat, Pemkot Bogor Tambah Tempat Pusat Isolasi

Megapolitan
Update 15 Juni: 383 Pasien Covid-19 Masih Dirawat dan Diisolasi di Tangsel

Update 15 Juni: 383 Pasien Covid-19 Masih Dirawat dan Diisolasi di Tangsel

Megapolitan
Operasional RSU Serpong Utara Terhambat Anggaran, Pemkot Tangsel Ajukan Dana Bantuan

Operasional RSU Serpong Utara Terhambat Anggaran, Pemkot Tangsel Ajukan Dana Bantuan

Megapolitan
Tak Ada Palang di Rel Kereta, Mobil Tabrak KRL di Duri Kosambi

Tak Ada Palang di Rel Kereta, Mobil Tabrak KRL di Duri Kosambi

Megapolitan
Kejar Target Herd Immunity dari Jokowi, Pemprov DKI Harus Permudah Vaksinasi

Kejar Target Herd Immunity dari Jokowi, Pemprov DKI Harus Permudah Vaksinasi

Megapolitan
Kasus Covid-19 Tinggi, Wagub DKI: Uji Coba Belajar Tatap Muka Tetap Jalan

Kasus Covid-19 Tinggi, Wagub DKI: Uji Coba Belajar Tatap Muka Tetap Jalan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X