Kompas.com - 31/07/2017, 11:11 WIB
Warga dan komunitas seniman menghias tempatnya di RW 01 Kelurahan Babakan, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Minggu (30/7/2017) pagi. Kegiatan bertajuk Kampung Berkelir ini mengangkat budaya dan kearifan lokal melalui gambar dan warna yang dilukis di rumah, tembok, serta trotoar jalan. KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERA Warga dan komunitas seniman menghias tempatnya di RW 01 Kelurahan Babakan, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Minggu (30/7/2017) pagi. Kegiatan bertajuk Kampung Berkelir ini mengangkat budaya dan kearifan lokal melalui gambar dan warna yang dilukis di rumah, tembok, serta trotoar jalan.
Penulis Jessi Carina
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat tidak ingin trotoar yang lebar dimanfaatkan sebagai lahan parkir kendaraan bermotor. Oleh karena itu, dia ingin pot-pot tanaman diletakan di pinggir trotoar.

Namun, Djarot pernah marah karena instruksinya itu tidak dilaksanakan dengan baik.

"Saya sampaikan kalau trotoar lebar banget, pinggir trotoar itu dikasih tanaman supaya tidak digunakan untuk parkir motor atau mobil. Tapi di pinggir loh ya, saya waktu itu marah besar karena ada pot atau tanaman bunga itu ada di tengah-tengah trotoar," ujar Djarot di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (31/7/2017).

Djarot mengatakan pot tanaman di tengah trotoar justru akan mengganggu pejalan kaki.  Agustus nanti, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar "Bulan Patuh Trotoar".

Nantinya, penertiban trotoar akan dilakukan lebih intensif oleh SKPD terkait. Djarot mengatakan dia sudah menandatangani Instruksi Gubernur terkait hal itu.

Baca: Djarot Minta Polisi Beri Sanksi Pengendara Motor yang Terobos Trotoar

Trotoar Stasiun Palmerah yang baru digunakan, diduduki ojek pangkalan, Senin (31/7/2017).KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFAR Trotoar Stasiun Palmerah yang baru digunakan, diduduki ojek pangkalan, Senin (31/7/2017).
Djarot ingin ada perubahan perilaku masyarakat seiring dengan perubahan trotoar di Jakarta. Sebab, nantinya seluruh trotoar di Jakarta akan dibuat lebar.

"Kan masalahnya masih soal perilaku yah, perilaku (masyarakat) supaya kalau menggunakan jalan itu harus sesuai dengan fungsinya. Trotoar untuk jalan kaki, bukan untuk motor atau mobil, bukan untuk jualan," ujar Djarot.

Sebelumnya, Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Sigit Wijatmoko mengatakan penertiban bukan hanya terhadap pengendara motor yang masuk trotoar saja, melainkan juga terhadap pedagang kaki lima.

Selain itu, kabel-kabel utilitas juga harus dirapikan dalam ducting yang sudah disiapkan Pemprov DKI Jakarta. Sigit mengatakan program tersebut digelar bulan Agustus sekaligus untuk menyambut HUT RI.

Kompas TV Komunitas Pejalan Kaki Gelar Aksi Penyelamatan Trotoar
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dua Mobil di Kebayoran Lama Dilempari Batu, Polisi Sisir Lokasi dan Periksa Tiga Saksi

Dua Mobil di Kebayoran Lama Dilempari Batu, Polisi Sisir Lokasi dan Periksa Tiga Saksi

Megapolitan
Saat Neneng Umaya Nekat Bunuh si Pelakor akibat Terbakar Api Cemburu

Saat Neneng Umaya Nekat Bunuh si Pelakor akibat Terbakar Api Cemburu

Megapolitan
Meski Boleh Lepas Masker di Tempat Terbuka, Pengguna KRL Tetap Wajib Pakai Masker di Area Stasiun dan Kereta

Meski Boleh Lepas Masker di Tempat Terbuka, Pengguna KRL Tetap Wajib Pakai Masker di Area Stasiun dan Kereta

Megapolitan
Rumah Warga Sukmajaya Depok Terbakar, Diduga akibat Korsleting

Rumah Warga Sukmajaya Depok Terbakar, Diduga akibat Korsleting

Megapolitan
Berselang 15 Menit 2 Mobil Dilempari Batu hingga Kacanya Pecah di Kebayoran Lama

Berselang 15 Menit 2 Mobil Dilempari Batu hingga Kacanya Pecah di Kebayoran Lama

Megapolitan
Laporkan Ormas yang Meresahkan ke Polisi, Warga: Kami Minta Ormas Ini Dipindah

Laporkan Ormas yang Meresahkan ke Polisi, Warga: Kami Minta Ormas Ini Dipindah

Megapolitan
Cerita Siswa Asal Purwakarta Atasi Kegugupan Jelang UTBK di UI

Cerita Siswa Asal Purwakarta Atasi Kegugupan Jelang UTBK di UI

Megapolitan
Mulai Hari Ini, Kapasitas Penumpang KRL Jabodetabek Naik Jadi 80 Persen

Mulai Hari Ini, Kapasitas Penumpang KRL Jabodetabek Naik Jadi 80 Persen

Megapolitan
Dinkes DKI: 3.796.842 Orang di Jakarta Sudah Divaksinasi Covid-19 Dosis Ketiga

Dinkes DKI: 3.796.842 Orang di Jakarta Sudah Divaksinasi Covid-19 Dosis Ketiga

Megapolitan
20 Bulan Upah Tak Dibayar, Eks Pekerja Hotel Crowne Plaza Mengadu ke Anies

20 Bulan Upah Tak Dibayar, Eks Pekerja Hotel Crowne Plaza Mengadu ke Anies

Megapolitan
Saat 5 Orang di Jakarta Meninggal Diduga akibat Hepatitis Akut Misterius...

Saat 5 Orang di Jakarta Meninggal Diduga akibat Hepatitis Akut Misterius...

Megapolitan
Pengemudi Mobil Jadi Korban Pelemparan Batu di Kebayoran Lama

Pengemudi Mobil Jadi Korban Pelemparan Batu di Kebayoran Lama

Megapolitan
Sakit Hati Dipecat, Pelaku Rampok Alfamart di Senen Sambil Curhat ke Korban yang Disandera

Sakit Hati Dipecat, Pelaku Rampok Alfamart di Senen Sambil Curhat ke Korban yang Disandera

Megapolitan
Anak Disabilitas Dicabuli Tetangga hingga Trauma Tiap Dengar Ketukan Pintu

Anak Disabilitas Dicabuli Tetangga hingga Trauma Tiap Dengar Ketukan Pintu

Megapolitan
Dugaan Pembunuhan di Bekasi, Jasad Pria dengan Luka Sayatan Ditemukan Dalam Bangunan Kosong

Dugaan Pembunuhan di Bekasi, Jasad Pria dengan Luka Sayatan Ditemukan Dalam Bangunan Kosong

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.