Kompas.com - 31/07/2017, 13:44 WIB
|
EditorDian Maharani

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin meminta pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab pulang ke Indonesia untuk mengikuti proses hukum.

Rizieq yang saat ini diketahui masih di Arab Saudi telah dinyatakan buron oleh polisi dalam kasus percakapan WhatsApp berkonten pornografi.

"Itu kan ada proses hukumnya. Kalau sudah ada proses hukum ya jalani proses hukum. Mudah-mudahan bisa terselesaikan dengan baik," ujar Ma'ruf di rumahnya di Koja, Jakarta Utara, Senin (31/7/2017).

Baca: Mantan Kapolda Metro Merasa Sudah Maksimal Menangani Kasus Rizieq

Ma'ruf berharap agar kasus tersebut bisa segera terselesaikan. Dengan begitu, kasus itu tidak menjadi polemik di tengah masyarakat.

"Harapan saya bisa diselesaikan dengan baik dan cepat," kata Ma'ruf.

Rizieq Shihab telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) atau buron oleh Polda Metro Jaya terkait kasus percakapan via WhatsApp berkonten pornografi yang diduga juga melibatkan Firza Husein.

Sejak ditetapkan tersangka, Rizieq tidak kunjung pulang ke Indonesia dari Arab Saudi.

Dalam kasus itu, Rizieq dijerat Pasal 4 ayat 1 juncto Pasal 29 dan atau Pasal 6 juncto Pasal 32 dan atau Pasal 9 juncto Pasal 34 Undang-Undang RI nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.

Baca: Rizieq Shihab Berencana Pulang ke Indonesia pada 17 Agustus 2017

Kompas TV Polda Metro Jaya fokus menyelesaikan berkas perkara untuk tersangka lainnya kasus dugaan percakapan berkonten berpornografi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Saat PKL Kucing-kucingan dengan Petugas, Cerita Lama di Kota Tua Jakarta yang Tak Kunjung Usai...

Saat PKL Kucing-kucingan dengan Petugas, Cerita Lama di Kota Tua Jakarta yang Tak Kunjung Usai...

Megapolitan
Akibat Korsleting, Sebuah Rumah di Jatimulya Bekasi Terbakar

Akibat Korsleting, Sebuah Rumah di Jatimulya Bekasi Terbakar

Megapolitan
UPDATE 1 Agustus 2022: Tambah 126, Kasus Covid-19 di Tangerang Capai 78.993

UPDATE 1 Agustus 2022: Tambah 126, Kasus Covid-19 di Tangerang Capai 78.993

Megapolitan
Warga Mengaku Pernah Ingatkan Pekerja Revitalisasi GOR Mampang Pakai APD: Mereka Bilang Ribet

Warga Mengaku Pernah Ingatkan Pekerja Revitalisasi GOR Mampang Pakai APD: Mereka Bilang Ribet

Megapolitan
Bharada E dan Istri Ferdy Sambo Minta Perlindungan, Pengacara Keluarga Brigadir J Tak Percaya LPSK

Bharada E dan Istri Ferdy Sambo Minta Perlindungan, Pengacara Keluarga Brigadir J Tak Percaya LPSK

Megapolitan
Polisi Kembali Periksa Kemensos, JNE, dan Bulog soal Penimbunan Sembako Bantuan Presiden di Depok

Polisi Kembali Periksa Kemensos, JNE, dan Bulog soal Penimbunan Sembako Bantuan Presiden di Depok

Megapolitan
Penjelasan Kemensos dan JNE soal Sembako Bantuan Presiden Ditimbun di Depok hingga Dugaan Korupsi Diselidiki

Penjelasan Kemensos dan JNE soal Sembako Bantuan Presiden Ditimbun di Depok hingga Dugaan Korupsi Diselidiki

Megapolitan
Saat DPRD DKI Cecar PT Transjakarta soal Maraknya Kecelakaan dan Pelecehan Seksual di Dalam Bus...

Saat DPRD DKI Cecar PT Transjakarta soal Maraknya Kecelakaan dan Pelecehan Seksual di Dalam Bus...

Megapolitan
Kubur Bansos yang Rusak, JNE Kerja Sama dengan Pihak Swasta PT DNR

Kubur Bansos yang Rusak, JNE Kerja Sama dengan Pihak Swasta PT DNR

Megapolitan
Saat Api Melalap Rumah-rumah di Pekojan Tambora gara-gara Kabel Listrik Amburadul...

Saat Api Melalap Rumah-rumah di Pekojan Tambora gara-gara Kabel Listrik Amburadul...

Megapolitan
Warga Sebut Para Pekerja Revitalisasi GOR Mampang Tak Pakai Alat Pelindung Diri

Warga Sebut Para Pekerja Revitalisasi GOR Mampang Tak Pakai Alat Pelindung Diri

Megapolitan
Istana dan Kemensos Tak Tahu soal Sembako Rusak yang Dikubur di Depok, JNE Kerja Sama dengan Siapa?

Istana dan Kemensos Tak Tahu soal Sembako Rusak yang Dikubur di Depok, JNE Kerja Sama dengan Siapa?

Megapolitan
Kronologi Tembok Roboh di GOR Mampang yang Tewaskan 2 Pekerja Bangunan

Kronologi Tembok Roboh di GOR Mampang yang Tewaskan 2 Pekerja Bangunan

Megapolitan
UPDATE 1 Agustus 2022: Tambah 299 Kasus Covid-19 di Tangsel, 320 Pasien Sembuh

UPDATE 1 Agustus 2022: Tambah 299 Kasus Covid-19 di Tangsel, 320 Pasien Sembuh

Megapolitan
Tembok GOR Mampang Roboh, Timpa Mobil, 2 Pekerja Tewas, hingga Revitalisasi Dihentikan

Tembok GOR Mampang Roboh, Timpa Mobil, 2 Pekerja Tewas, hingga Revitalisasi Dihentikan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.