Kompas.com - 01/08/2017, 18:21 WIB
Petugas gabungan melakukan apel di RPTRA Kalijodo, Selasa (25/4/2017) Kompas.com/Robertus BelarminusPetugas gabungan melakukan apel di RPTRA Kalijodo, Selasa (25/4/2017)
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com - Saat ini tak ada pedagang kaki lima (PKL), pengamen, bahkan anggota komunitas punk, dan preman di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) sekaligus Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kalijodo yang terletak di perbatasan Tambora, Jakarta Barat dan Penjaringan, Jakarta Utara.  Pengelola RPTRA dan RTH Kalijodo, Daeng Jamal mengatakan, pada awal kawasan itu diresmikan menjadi ruang publik, pihaknya tak melarang pengamen mencari nafkah di sana.

"Namun karena tugas inti kami di sini adalah agar pengunjung di sini terjamin keamanannya, maka kami ambil alternatifnya, untuk pengamen atau yang penampilan agak ekstrem kami larang masuk," kata dia saat ditemui di RTH dan RPTRA Kalijodo, Selasa (1/8/2017).

Ia mengatakan, sejak awal diresmikan pada 22 Februari 2017, sejumlah pengamen dan PKL sempat menyambangi kawasan yang diresmikan mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama itu.

"Awalnya ada 1 dan 2 (pengamen) yang masuk, kami monitor. Karena orang-orang kelihatan resah, kalau orang lagi istirahat ada yg ngamen kan ga nyaman juga, maka kami lakukan pelarangan," kata dia.

Ia mengatakan, pihaknya membagi jadwal pengamanan di tempat itu menjadi 2 sif.

"Masing-masing sif 12 jam. Siang lebih banyak (orangnya) dibanding malam. Siang 25 orang, malem 15 orang, karena siang kan banyak kegiatan," kata dia.

Pihaknya juga menerapkan jam tutup kawasan. Pada pukul 24.00 WIB petugas keamanan akan meminta pengunjung yang masih ada di kawasan tersebut segera pulang.

"Kalau masih ada orang kami suruh pergi. Jam 23.00 WIB beberapa akses pintu kami tutup dulu, mau pedagang pujasera, pengunjung, kami mulai pembersihan kawasan pada malam hari," kata dia.

Ia mengatakan, sejauh ini pihaknya belum pernah menemui pelanggaran keamanan yang berat.

"Waktu itu pernah ada pengunjung yang membawa miras yang dimasukkan ke dalam botol air mineral untuk mengelabuhi petugas. Kami sisir dan amankan," kata dia.

Baca juga: 4 Batu dari Tembok Berlin yang Disumbangkan ke Kalijodo Senilai Rp 62,3 Miliar

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Aniaya Kurir Paket dan Kawannya, 3 Pelaku Ditangkap Polres Jakut di Bangkalan

Aniaya Kurir Paket dan Kawannya, 3 Pelaku Ditangkap Polres Jakut di Bangkalan

Megapolitan
Tembakkan Gas Air Mata Sebelum Kakek 89 Tahun Dikeroyok, Polisi: Massa Banyak, Kami Sudah Sesuai SOP

Tembakkan Gas Air Mata Sebelum Kakek 89 Tahun Dikeroyok, Polisi: Massa Banyak, Kami Sudah Sesuai SOP

Megapolitan
Manuver Anies Maju di Pilpres 2024: Pamer Kinerja hingga Buat Program Baru di YouTube

Manuver Anies Maju di Pilpres 2024: Pamer Kinerja hingga Buat Program Baru di YouTube

Megapolitan
Keluarga Pemuda yang Diduga Dibunuh Temannya di Bekasi: Kalau Bisa, Nyawa Dibayar Nyawa

Keluarga Pemuda yang Diduga Dibunuh Temannya di Bekasi: Kalau Bisa, Nyawa Dibayar Nyawa

Megapolitan
Jakpro Pastikan Tender Ulang Sirkuit Tak Ganggu Jadwal Formula E

Jakpro Pastikan Tender Ulang Sirkuit Tak Ganggu Jadwal Formula E

Megapolitan
Sabu Senilai Rp 5 Miliar Disita dari Tangan Pengendar Narkoba di Kawasan Wisata Kepulauan Seribu

Sabu Senilai Rp 5 Miliar Disita dari Tangan Pengendar Narkoba di Kawasan Wisata Kepulauan Seribu

Megapolitan
Ada Kasus Covid-19 di SMA Kota Tangerang, Disdik Banten: Bukan Klaster Sekolah

Ada Kasus Covid-19 di SMA Kota Tangerang, Disdik Banten: Bukan Klaster Sekolah

Megapolitan
3 Siswa dan 2 Guru di SMAN 86 Jakarta Terkonfirmasi Positif Covid-19

3 Siswa dan 2 Guru di SMAN 86 Jakarta Terkonfirmasi Positif Covid-19

Megapolitan
Pasien Omicron yang Meninggal di RS Sari Asih Dimakamkan di TPU Jombang

Pasien Omicron yang Meninggal di RS Sari Asih Dimakamkan di TPU Jombang

Megapolitan
Tiga Siswa dan Dua Guru Terpapar Covid-19, SMAN 86 Gelar Tes 'Swab' Massal

Tiga Siswa dan Dua Guru Terpapar Covid-19, SMAN 86 Gelar Tes "Swab" Massal

Megapolitan
Upacara Kremasi Kakek 89 Tahun yang Tewas Dikeroyok Penuh Haru, Keluarga Tak Mampu Bendung Kesedihan

Upacara Kremasi Kakek 89 Tahun yang Tewas Dikeroyok Penuh Haru, Keluarga Tak Mampu Bendung Kesedihan

Megapolitan
Diduga Korban KDRT, Wanita Ini Ditahan Polda Metro Jaya Usai Dilaporkan Suaminya

Diduga Korban KDRT, Wanita Ini Ditahan Polda Metro Jaya Usai Dilaporkan Suaminya

Megapolitan
2 Muridnya Positif Covid-19, SMPN 77 Jakpus Langsung Swab Tes Massal

2 Muridnya Positif Covid-19, SMPN 77 Jakpus Langsung Swab Tes Massal

Megapolitan
Polisi Sebut 5 Tersangka Pengeroyok Kakek 89 Tahun Tak Ada Kaitannya dengan Urusan Sengketa Tanah Korban

Polisi Sebut 5 Tersangka Pengeroyok Kakek 89 Tahun Tak Ada Kaitannya dengan Urusan Sengketa Tanah Korban

Megapolitan
Melonjak, Kasus Aktif Covid-19 di Kota Bekasi Bertambah 654 dalam Sepekan

Melonjak, Kasus Aktif Covid-19 di Kota Bekasi Bertambah 654 dalam Sepekan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.