Koalisi Pejalan Kaki: Jakarta, Belajarlah Bangun Trotoar dari Surabaya

Kompas.com - 02/08/2017, 17:47 WIB
Sejumlah aktivis yang tergabung dalam Koalisi Pejalan Kaki menggelar aksi simpatik di kawasan Menteng Pulo, Jakarta, Jumat (21/7/2017). Aksi tersebut bertujuan untuk menuntut dikembalikannya fungsi trotoar bagi pejalan kaki. ANTARA FOTO/Rivan Awal LinggaSejumlah aktivis yang tergabung dalam Koalisi Pejalan Kaki menggelar aksi simpatik di kawasan Menteng Pulo, Jakarta, Jumat (21/7/2017). Aksi tersebut bertujuan untuk menuntut dikembalikannya fungsi trotoar bagi pejalan kaki.
|
EditorIcha Rastika

JAKARTA, KOMPAS.com - Koalisi Pejalan Kaki meminta Pemprov DKI Jakarta belajar membangun trotoar yang layak bagi pejalan kaki kepada Pemkot Surabaya. Koalisi menilai, trotoar di Surabaya lebih baik dari di Jakarta.

"Jakarta, belajarlah dari Surabaya, enggak perlu malu-malu, sekecil apa pun kota kalau mumpuni infrastrukturnya ya tidak apa-apa," kata Pendiri Koalisi Pejalan Kaki Alfred Sitorus ketika dihubungi, Rabu (2/8/2017).

Menurut Alfred, trotoar di Surabaya dibuat cukup lebar dan rapi. Tempat utilitas seperti manhole dan ducting pun dibuat lurus.

Kondisi itu berbeda dengan di Jakarta. Menurut dia, guiding block bagi tunanetra di Jakarta dibuat berbelok-belok bagaikan ular tangga karena harus menghindari utilitas maupun tanaman.

(Baca juga: Gubernur Diminta Panggil Semua Instansi yang Berkepentingan soal Trotoar)

Selain itu, Pemkot Surabaya mewajibkan pemilik bangunan untuk menyesuaikan akses masuk bangunan dengan trotoar.

Dengan begitu, pengguna kursi roda tak perlu naik turun menyesuaikan ketinggian trotoar dan jalan.

"Bahkan antara satu trotoar dengan trotoar lain yang terpisah jalan. Mereka pakai speed bump jadi trotoar sejajar tidak perlu naik turun," ujar Alfred.

Mengenai belajar dari Surabaya ini pernah disinggung Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok ketika ia masih menjadi Gubernur DKI Jakarta.

Ahok mengatakan, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sudah puluhan tahun belajar untuk menata kota.

Risma pernah menjadi Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Surabaya, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Surabaya, hingga menjadi Wali Kota Surabaya.

Ahok mengakui, pengalaman yang sudah lebih dari 10 tahun itu membuat Risma berhasil membenahi beberapa hal di Surabaya.

(Baca juga: Pemprov DKI Jakarta Dinilai Tak Konsisten Tertibkan Trotoar)

Sementara itu, Ahok membutuhkan waktu agar trotoar di Jakarta bisa sebaik Surabaya, apalagi luas wilayah Jakarta lebih besar daripada Surabaya.

"Makanya kita mau belajar itu dari Bu Risma. Bu Risma menata (trotoar) itu butuh waktu yang lama," ujar Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Kamis (11/8/2016).

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penipu yang Bius Korbannya di Tamansari Adalah Residivis, Baru Bebas dari Penjara Awal 2020

Penipu yang Bius Korbannya di Tamansari Adalah Residivis, Baru Bebas dari Penjara Awal 2020

Megapolitan
Wali Kota: Istri dan Sopir Camat Bekasi Utara Dinyatakan Positif Corona

Wali Kota: Istri dan Sopir Camat Bekasi Utara Dinyatakan Positif Corona

Megapolitan
Polisi: Penipu yang Bius Teman Kencan di Tamansari Sudah Lakukan Aksinya 80 Kali

Polisi: Penipu yang Bius Teman Kencan di Tamansari Sudah Lakukan Aksinya 80 Kali

Megapolitan
Sampah Masker dan APD Meningkat, Petugas Kebersihan dan Pemulung Rentan Terkena Corona

Sampah Masker dan APD Meningkat, Petugas Kebersihan dan Pemulung Rentan Terkena Corona

Megapolitan
Tetap Beroperasi Selama PSBB, Kurir Sepeda di Jakarta Ikuti Protap Covid-19

Tetap Beroperasi Selama PSBB, Kurir Sepeda di Jakarta Ikuti Protap Covid-19

Megapolitan
Polisi Tangkap Penipu yang Bius Teman Kencan Usai Berhubungan Intim di Tamansari

Polisi Tangkap Penipu yang Bius Teman Kencan Usai Berhubungan Intim di Tamansari

Megapolitan
Setelah Kisahnya Viral, Dodo Pengemudi Ojol Kembali Tempati Kontrakannya

Setelah Kisahnya Viral, Dodo Pengemudi Ojol Kembali Tempati Kontrakannya

Megapolitan
Bintaro Xchange Mall Perpanjang Penutupan Sementara

Bintaro Xchange Mall Perpanjang Penutupan Sementara

Megapolitan
Kurir Sepeda di Jakarta Tetap Beroperasi Selama PSBB

Kurir Sepeda di Jakarta Tetap Beroperasi Selama PSBB

Megapolitan
Anies Klaim Ketentuan PSBB Jakarta Akan Jadi Rujukan Pemda Sekitar

Anies Klaim Ketentuan PSBB Jakarta Akan Jadi Rujukan Pemda Sekitar

Megapolitan
Pemkot Tangerang Sediakan Pemakaman Khusus Korban Covid-19

Pemkot Tangerang Sediakan Pemakaman Khusus Korban Covid-19

Megapolitan
Pemda di Jabodetabek akan Sinkronisasi Kebijakan Soal PSBB

Pemda di Jabodetabek akan Sinkronisasi Kebijakan Soal PSBB

Megapolitan
PSBB di Jakarta Mulai Berlaku pada 10 April Pukul 00.00 WIB

PSBB di Jakarta Mulai Berlaku pada 10 April Pukul 00.00 WIB

Megapolitan
Mahasiswa Baru UI dari SNMPTN 2020 Verifikasi Online karena Corona, Ini Tahapannya

Mahasiswa Baru UI dari SNMPTN 2020 Verifikasi Online karena Corona, Ini Tahapannya

Megapolitan
SNMPTN 2020, UI Terima 1.106 Mahasiswa Baru

SNMPTN 2020, UI Terima 1.106 Mahasiswa Baru

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X