Kompas.com - 03/08/2017, 19:44 WIB
|
EditorFidel Ali

BEKASI, KOMPAS.com – Kapolres Metro Bekasi Kombes Asep Adi Saputra akan menyelidiki warga yang main hakim sendiri dengan mengeroyok dan membakar pria (MA) yang diduga mencuri amplifier milik mushala Al-Hidayah di Desa Hurip Jaya, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, pada Selasa (1/8/2017) sekitar pukul 16.30 WIB.

"Kita masih melakukan penyelidikan pelaku yang membakar (MA). Karena kalau keroyok massa pasti banyak pelakunya," kata Asep di Polres Metro Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kamis (3/8/2017).

Ia menjelaskan saat ini para saksi sudah memberikan keterangan terkait penegasan laporan tersebut. Ada dua saksi yang telah diperiksa, yaitu marbot dan pengelola mushala.

Asep mengatakan perilaku main hakim seperti halnya mengeroyok dan membakar orang merupakan tindakan main hakim sendiri dan tidak memiliki rasa kemanusiaan.

"Saya kira tindakan ini juga tidak dibenarkan. Main hakim sendiri namanya. Tidak boleh begitu," kata dia.

Dia juga menjelaskan, pihak kepolisian telah mendatangi keluarga dari MA. Menurut dia, setiap orang memiliki hak asasi manusia sehingga tidak dapat diperlakukan seperti itu walaupun diduga orang tersebut mencuri.

Untuk itu, Asep menegaskan akan mencari pelaku yang telah melakukan pengeroyokan dan pembakaran MA.

Adapun kejadian tersebut, adanya dugaan pencurian tersebut menurut saksi yaitu marbot dan pengelola mushala yang telah diperiksa.

MA telah diamati oleh saksi sejak kedatangannya ke mushala tersebut.

"Orang tersebut datang menggunakan motor dan memang benar membawa amplifier lainnya sebanyak dua buah ada di motornya," kata Asep.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 1 Agustus: Turun 998, Kasus Aktif Covid-19 di Jakarta Kini 22.324 Pasien

UPDATE 1 Agustus: Turun 998, Kasus Aktif Covid-19 di Jakarta Kini 22.324 Pasien

Megapolitan
Pengacara Keluarga Brigadir J Tak Percaya LPSK Beri Perlindungan, Ketua: Jangan Keliru

Pengacara Keluarga Brigadir J Tak Percaya LPSK Beri Perlindungan, Ketua: Jangan Keliru

Megapolitan
Saat PKL Kucing-kucingan dengan Petugas, Cerita Lama di Kota Tua Jakarta yang Tak Kunjung Usai...

Saat PKL Kucing-kucingan dengan Petugas, Cerita Lama di Kota Tua Jakarta yang Tak Kunjung Usai...

Megapolitan
Akibat Korsleting, Sebuah Rumah di Jatimulya Bekasi Terbakar

Akibat Korsleting, Sebuah Rumah di Jatimulya Bekasi Terbakar

Megapolitan
UPDATE 1 Agustus 2022: Tambah 126, Kasus Covid-19 di Tangerang Capai 78.993

UPDATE 1 Agustus 2022: Tambah 126, Kasus Covid-19 di Tangerang Capai 78.993

Megapolitan
Warga Mengaku Pernah Ingatkan Pekerja Revitalisasi GOR Mampang Pakai APD: Mereka Bilang Ribet

Warga Mengaku Pernah Ingatkan Pekerja Revitalisasi GOR Mampang Pakai APD: Mereka Bilang Ribet

Megapolitan
Bharada E dan Istri Ferdy Sambo Minta Perlindungan, Pengacara Keluarga Brigadir J Tak Percaya LPSK

Bharada E dan Istri Ferdy Sambo Minta Perlindungan, Pengacara Keluarga Brigadir J Tak Percaya LPSK

Megapolitan
Polisi Kembali Periksa Kemensos, JNE, dan Bulog soal Penimbunan Sembako Bantuan Presiden di Depok

Polisi Kembali Periksa Kemensos, JNE, dan Bulog soal Penimbunan Sembako Bantuan Presiden di Depok

Megapolitan
Penjelasan Kemensos dan JNE soal Sembako Bantuan Presiden Ditimbun di Depok hingga Dugaan Korupsi Diselidiki

Penjelasan Kemensos dan JNE soal Sembako Bantuan Presiden Ditimbun di Depok hingga Dugaan Korupsi Diselidiki

Megapolitan
Saat DPRD DKI Cecar PT Transjakarta soal Maraknya Kecelakaan dan Pelecehan Seksual di Dalam Bus...

Saat DPRD DKI Cecar PT Transjakarta soal Maraknya Kecelakaan dan Pelecehan Seksual di Dalam Bus...

Megapolitan
Kubur Bansos yang Rusak, JNE Kerja Sama dengan Pihak Swasta PT DNR

Kubur Bansos yang Rusak, JNE Kerja Sama dengan Pihak Swasta PT DNR

Megapolitan
Saat Api Melalap Rumah-rumah di Pekojan Tambora gara-gara Kabel Listrik Amburadul...

Saat Api Melalap Rumah-rumah di Pekojan Tambora gara-gara Kabel Listrik Amburadul...

Megapolitan
Warga Sebut Para Pekerja Revitalisasi GOR Mampang Tak Pakai Alat Pelindung Diri

Warga Sebut Para Pekerja Revitalisasi GOR Mampang Tak Pakai Alat Pelindung Diri

Megapolitan
Istana dan Kemensos Tak Tahu soal Sembako Rusak yang Dikubur di Depok, JNE Kerja Sama dengan Siapa?

Istana dan Kemensos Tak Tahu soal Sembako Rusak yang Dikubur di Depok, JNE Kerja Sama dengan Siapa?

Megapolitan
Kronologi Tembok Roboh di GOR Mampang yang Tewaskan 2 Pekerja Bangunan

Kronologi Tembok Roboh di GOR Mampang yang Tewaskan 2 Pekerja Bangunan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.