Panduan Melewati Simpang Susun Semanggi

Kompas.com - 04/08/2017, 15:38 WIB
Foto aerial Simpang Susun Semanggi di Jakarta, Jumat (14/7/2017). Jalan layang sepanjang 1,6 kilometer yang mengelilingi Bundaran Semanggi untuk mengurangi kemacetan di kawasan tersebut bakal dilakukan uji coba pada 29 Juli hingga 16 Agustus 17 sebelum diresmikan pada 17 Agustus 2017. ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWANFoto aerial Simpang Susun Semanggi di Jakarta, Jumat (14/7/2017). Jalan layang sepanjang 1,6 kilometer yang mengelilingi Bundaran Semanggi untuk mengurangi kemacetan di kawasan tersebut bakal dilakukan uji coba pada 29 Juli hingga 16 Agustus 17 sebelum diresmikan pada 17 Agustus 2017.
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com - Simpang Susun Semanggi yang sedang diuji coba untuk umum, pada Jumat (4/8/2017) mulai banyak digunakan pengendara. Kemacetan akibat konflik arus yang biasa terjadi di atas jembatan Semanggi terpantau berkurang.

Berikut adalah panduan berkendara melewati Simpang Susun Semanggi agar pengguna tidak kesasar:

Dari Arah Grogol atau Slipi

Pengguna dari Arah Grogol atau Slipi yang hendak ke arah Kuningan, Pancoran, Cawang, bisa lurus terus ke Jalan Jenderal Gatot Subroto melewati Semanggi. Pengguna yang mau ke arah Bundaran HI, Monas, dan Kota, berbelok kiri ke Jalan Jenderal Sudirman melewati turunan sebelum jembatan Semanggi.


Sementara pengguna yang hendak ke arah Blok M atau Fatmawati berbelok ke kiri juga tetapi di ruas setelah turunan ke Jalan Jenderal Sudirman yang menanjak. Pengguna ke arah itu sebaiknya tidak melewati 'kuping' Semanggi yang lama yang berada di setelah jembatan Semanggi sebelum Plaza Semanggi. Arus lalu lintas lewat kuping lama itu menyebabkan kemacetan karena adanya konflik arus di bawah jembatan Semanggi.

Dari arah Kuningan atau Cawang

Pengguna dari arah Cawang yang hendak ke arah Grogol, Slipi, Senayan, dan Palmerah, tinggal lurus terus di Jalan Jenderal Gatot Subroto melewati jembatan Semanggi.

Pengguna yang hendak ke arah Senayan, Blok M, dan Fatmawati melalui Jalan Jenderal Sudirman, belok kiri lewat turunan setelah Markas Polda Metro Jaya, sebelum jembatan Semanggi.

Sementara pengguna yang ke arah Bundaran HI, Monas, dan Kota dari Cawang berbelok ke kiri juga tetapi di ruas setelah turunan ke Jalan Jenderal Sudirman yang menanjak ke atas. Pengguna diminta untuk menghindari 'kuping' Semanggi yang lama yang berada di setelah jembatan Semanggi sebelum Hotel Sultan. Pengguna yang menggunakan kuping lama itu bisa saja terjebak macet karena adanya konflik arus di bawah jembatan.

 

Putar balik

Kendaraan di Jalan Jenderal Gatot Subroto yang ingin berputar balik bisa menggunakan kuping lama untuk turun ke Jenderal Jenderal Sudirman, setelah itu langsung naik kuping lagi untuk kembali ke Jalan Jenderal Gatot Subroto untuk berpindah jalur. Sementara kendaraan di Jalan Jenderal Sudirman tetap menggunakan kuping lama untuk berputar balik atau berpindah ke Jalan Jenderal Gatot Subroto.

Papan informasi untuk memandu pengendara sudah terpampang di pinggir jalan. Kini, papan itu dilengkapi dengan arah penunjuk Simpang Susun Semanggi.

Simpang itu dibuka untuk umum dari pukul 06.00 hingga 22.00 setiap harinya hingga 10 Agustus 2017 nanti. Presiden Joko Widodo akan meresmikan simpang itu pada 17 Agustus 2017.

Baca juga: Simpang Susun Semanggi Akan Jadi Aset DKI 6 Bulan Setelah Diresmikan

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Besok, Pembahasan APBD DKI 2020 Akan Dimulai di Masing-masing Komisi

Besok, Pembahasan APBD DKI 2020 Akan Dimulai di Masing-masing Komisi

Megapolitan
Rencana Kenaikan UMP DKI Jadi Rp 4,2 Juta Ditanggapi Pesimistis Jurnalis

Rencana Kenaikan UMP DKI Jadi Rp 4,2 Juta Ditanggapi Pesimistis Jurnalis

Megapolitan
NP, Ibu yang Bunuh Anaknya di Kebon Jeruk Dikenal sebagai Sosok Tertutup

NP, Ibu yang Bunuh Anaknya di Kebon Jeruk Dikenal sebagai Sosok Tertutup

Megapolitan
Pemprov DKI Siapkan 4 Desain Penataan Trotoar

Pemprov DKI Siapkan 4 Desain Penataan Trotoar

Megapolitan
52 Rumah di Bidara Cina Terbakar

52 Rumah di Bidara Cina Terbakar

Megapolitan
Jadi Ajudan Ma'ruf, Kombes Sabilul Dikenal sebagai Polisi Santri yang Dekat dengan Warga

Jadi Ajudan Ma'ruf, Kombes Sabilul Dikenal sebagai Polisi Santri yang Dekat dengan Warga

Megapolitan
Minta Bertemu Jokowi, Ini Isi 9 Pesan yang Akan Disampaikan BEM SI

Minta Bertemu Jokowi, Ini Isi 9 Pesan yang Akan Disampaikan BEM SI

Megapolitan
Soal Kampung Akuarium, Ketua DPRD DKI Minta Anies Teruskan Kebijakan Ahok

Soal Kampung Akuarium, Ketua DPRD DKI Minta Anies Teruskan Kebijakan Ahok

Megapolitan
Bunga Bangkai Muncul di Tanah Lapang Hebohkan Warga Ciputat

Bunga Bangkai Muncul di Tanah Lapang Hebohkan Warga Ciputat

Megapolitan
Kenangan Tetangga akan Sosok Ma'ruf Amin, Pengajian Rutin hingga Lari Pagi

Kenangan Tetangga akan Sosok Ma'ruf Amin, Pengajian Rutin hingga Lari Pagi

Megapolitan
Ahmad Syaikhu Harus Mundur dari DPR Setelah Sah Jadi Cawagub DKI

Ahmad Syaikhu Harus Mundur dari DPR Setelah Sah Jadi Cawagub DKI

Megapolitan
Besi Keropos dan Kelebihan Beban Kabel Diduga Jadi Penyebab Tiang Listrik Roboh di Kebon Jeruk

Besi Keropos dan Kelebihan Beban Kabel Diduga Jadi Penyebab Tiang Listrik Roboh di Kebon Jeruk

Megapolitan
Pemprov DKI: Baru 16 Persen Trotoar di Jakarta yang Ditata

Pemprov DKI: Baru 16 Persen Trotoar di Jakarta yang Ditata

Megapolitan
Nadiem Jadi Menteri, Pengemudi Ojol: Semoga Keluh Kesah Kita Mudah Didengar Pemerintah

Nadiem Jadi Menteri, Pengemudi Ojol: Semoga Keluh Kesah Kita Mudah Didengar Pemerintah

Megapolitan
Mahasiswa Bubar, Arus Lalu Lintas Sekitar Istana Merdeka Normal Kembali

Mahasiswa Bubar, Arus Lalu Lintas Sekitar Istana Merdeka Normal Kembali

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X