JICT Pastikan Arus Bongkar Muat Berjalan Normal walau Ada Mogok Kerja

Kompas.com - 06/08/2017, 15:40 WIB
Direksi PT Jakarta International Container Terminal (JICT) saat menggelar konferensi pers di Hotel Ambhara, Jakarta Selatan, Minggu (6/8/2017). Dari kiri ke kanan Direktur HRD PT JICT Ida, Direktur Keuangan PT JICT Budi Cahyono, Wakil Direktur Utama Riza Erivan, Direktur Operasional PT JICT Kim Chang Su, dan Direktur Komersial Ratih Parini. Kompas.com/Kurnia Sari AzizaDireksi PT Jakarta International Container Terminal (JICT) saat menggelar konferensi pers di Hotel Ambhara, Jakarta Selatan, Minggu (6/8/2017). Dari kiri ke kanan Direktur HRD PT JICT Ida, Direktur Keuangan PT JICT Budi Cahyono, Wakil Direktur Utama Riza Erivan, Direktur Operasional PT JICT Kim Chang Su, dan Direktur Komersial Ratih Parini.
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Jakarta International Container Terminal (JICT) menegaskan arus bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok masih normal kendati ada aksi mogok dari para pekerja.

"Kami tegaskan bahwa aktivitas bongkar muat dan peti kemas di Tanjung Priok masih berjalan normal karena kami mengalihkan bongkar muat ke terminal di sekeliling JICT," kata Wakil Direktur Utama PT JICT Riza Erivan saat jumpa pers di Hotel Ambhara Jakarta, Minggu (6/8/2017).

Lokasi pengalihan tersebut adalah Terminal Mal, Terminal 3, dan Terminal Peti Kemas (TPK) Koja. Khusus untuk di TPK Koja, Riza mengatakan pihaknya telah membuat perjanjian B2B (business-to-business/perusahaan dengan perusahaan) agar bisa mengoperasikan dermaga utara milik JICT sehingga kepadatan bongkar muat bisa berkurang.

Riza juga mengimbau para pekerja yang masih menjalankan aksi mogok untuk segera kembali bekerja dan mengakhiri mogok.

Baca juga: Selama Pekerja JICT Mogok, Bongkar Muat Dialihkan ke 4 Terminal

"Kami imbau para pekerja JICT yang masih mogok untuk kembali bekerja membangun JICT lebih baik ke depannya. Masalah-masalah dan perselisihan yang ada hendaknya kita dudukkan pada tempatnya sesuai hukum berlaku sehingga tidak mengorbankan kepentingan nasional," tutur dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anies Klaim Banjir di Jakarta Cepat Surut, Faktanya Banjir Meluas dan Ratusan Orang Mengungsi

Anies Klaim Banjir di Jakarta Cepat Surut, Faktanya Banjir Meluas dan Ratusan Orang Mengungsi

Megapolitan
Pemkot Jaksel Bantah Ada PNS yang Terlibat dalam Pembongkaran Trotoar di Cilandak

Pemkot Jaksel Bantah Ada PNS yang Terlibat dalam Pembongkaran Trotoar di Cilandak

Megapolitan
Saksi dalam Sidang Munarman: Sebagian Orang yang Saya Transfer ke ISIS Itu Orang FPI

Saksi dalam Sidang Munarman: Sebagian Orang yang Saya Transfer ke ISIS Itu Orang FPI

Megapolitan
Pelaku Penusukan Anggota TNI AD Ditangkap di Tempat Kerja

Pelaku Penusukan Anggota TNI AD Ditangkap di Tempat Kerja

Megapolitan
Polda Metro Klaim Tak Ada Laporan Balap Liar Sejak Wacanakan Street Race

Polda Metro Klaim Tak Ada Laporan Balap Liar Sejak Wacanakan Street Race

Megapolitan
Terungkapnya Baiat ISIS yang Dihadiri Munarman di UIN Ciputat...

Terungkapnya Baiat ISIS yang Dihadiri Munarman di UIN Ciputat...

Megapolitan
Banjir di Jalan Prima Dalam Tegal Alur Tak Kunjung Surut, 85 Rumah Warga Terendam sejak Kemarin

Banjir di Jalan Prima Dalam Tegal Alur Tak Kunjung Surut, 85 Rumah Warga Terendam sejak Kemarin

Megapolitan
Sidak ke Zentrum, Bima Arya: Tak Ada Manfaatnya Tempat Ini!

Sidak ke Zentrum, Bima Arya: Tak Ada Manfaatnya Tempat Ini!

Megapolitan
Saksi Sebut Munarman Sempat Hendak Diusir dari Pembaiatan Anggota ISIS di UIN

Saksi Sebut Munarman Sempat Hendak Diusir dari Pembaiatan Anggota ISIS di UIN

Megapolitan
Sempat Melarikan Diri, Pelaku Utama Pengeroyokan Anggota TNI AD Ditangkap di Muara Baru

Sempat Melarikan Diri, Pelaku Utama Pengeroyokan Anggota TNI AD Ditangkap di Muara Baru

Megapolitan
Kadin DKI Jakarta Nilai Apindo Tak Perlu Gugat Anies soal Kenaikan UMP

Kadin DKI Jakarta Nilai Apindo Tak Perlu Gugat Anies soal Kenaikan UMP

Megapolitan
Tersangka Kasus Korupsi Damkar Depok Tak Kunjung Ditahan, Begini Perkembangan Kasusnya

Tersangka Kasus Korupsi Damkar Depok Tak Kunjung Ditahan, Begini Perkembangan Kasusnya

Megapolitan
Pemakaman di Cengkareng Langganan Banjir Selama 20 Tahun, Camat: Lokasi di Cekungan

Pemakaman di Cengkareng Langganan Banjir Selama 20 Tahun, Camat: Lokasi di Cekungan

Megapolitan
Pelaku Utama Pengeroyok Anggota TNI di Jakut Ditangkap, Ini Perannya

Pelaku Utama Pengeroyok Anggota TNI di Jakut Ditangkap, Ini Perannya

Megapolitan
93 RT di DKI Jakarta Terendam Banjir, 908 Warga Mengungsi

93 RT di DKI Jakarta Terendam Banjir, 908 Warga Mengungsi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.