Kalibata City Nilai Gugatan Penghuni soal Tarif Listrik dan Air Keliru

Kompas.com - 07/08/2017, 16:19 WIB
Kompleks hunian di Kalibata City, Pancoran, Jakarta Selatan, Senin (29/5/2027). KOMPAS.com/Dea AndrianiKompleks hunian di Kalibata City, Pancoran, Jakarta Selatan, Senin (29/5/2027).
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com - Sidang gugatan perdata warga Apartemen Kalibata City melawan pengembang dan pengelola dilanjutkan pada Senin (7/8/2017) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Dalam sidang kali ini, PT Pradani Sukses Abadi selaku pengembang dan PT Buana Prima Internusa sebagai pengelola menjawab gugatan warga.

Herjanto Widjaja Lowardi selaku kuasa hukum dari PT Pradani Sukses Abadi dalam jawaban itu menyatakan, gugatan yang dilayangkan terhadap pengembang dan pengelola keliru (Obscuur Libel). PT Pradani Sukses Abadi bukanlah penyedia jasa listrik dan air tetapi hanya menagihkan listrik dan air ke penghuni.

Warga dalam gugatannya mempersoalkan dasar hukum kewenangan penarikan listrik dan air oleh pihak pengelola dan pengembang yang dianggap mahal. Mereka menuding pengelola dan pengembang mengambil keuntungan dari tagihan listrik dan air warga.

Baca juga: Kenapa Hanya 13 Penghuni yang Gugat Pengelola Apartemen Kalibata City?

Dalam dua kali mediasi sebelumnya, pengelola tidak menunjukkan izin penarikan tagihan listrik. Pengelola hanya meyakinkan bahwa mereka memiliki kewenangan untuk mengumpulkan uang dari warga dan membayarkannya ke PLN (Perusahaan Listrik Negera).

"Pihak PLN tidak dapat melayani setiap pemilik dan penghuni unit satuan rumah susun, apalagi di Kalibata City yang berjumlah 18 tower dan terdiri dari lebih 13.000 unit, juga terdapat mal Kalibata City dengan sangat banyak unit-unit kiosnya," kata Herjanto dalam jawabannya.

Pengelola berargumen, perlu ada pihak yang ditunjuk untuk mewakili banyaknya pelanggan listrik itu. Pengembang juga dianggap sebagai pelanggan dari PLN. Pembayaran listrik oleh pengembang dan pengelola itu disebut sudah dimulai sebelum Kalibata City dihuni.

Pengembang mengklaim diri sebagai perwakilan yang sah.

Begitu pula dengan tarif air yang digugat warga karena tarif dasarnya tidak sesuai dengan tarif dasar bagi rusunami. Pengembang mengatakan, PT PAM Lyonnaise Jaya yang menyediakan jasa air dan tidak mengkategorikan pelanggan sebagai penghuni rusunami melainkan sebagai penghuni Kalibata City secara keseluruhan.

Lihat juga: Perlawanan Penghuni Apartemen Kalibata City terhadap Pengembang

"PT Palyja menetapkan tarif air berdasarkan gabungan keseluruhan pemakaian air di kawasan Kalibata City, yang tentu total pemakaiannya lebih dari 20 meter kubik dan termasuk dalam kelompok lebih dari 20 meter kubik," kata Herjanto.

Dalam jawabannya, pengembang dan pengelola membantah telah melakukan mark up atau penggelembungan tarif air. Mereka mengaku hanya menagih sesuai dengan pemakaian dan tagihan yang dilayangkan Palyja.

"Tergugat II selaku badan pengelola tidak menarik keuntungan dari selisih lebih (kalau ada), juga tidak bertanggung jawab membayar selisih kurangnya (kalau ada), atas biaya penggunaan air," ujar Herjanto.

Kuasa hukum 13 warga penggugat yakni Syamsul Munir tetap menuntut transparansi dan legalitas dari pengembang dan pengelola. "Kami siap lampirkan bukti-bukti kejanggalannya pada sidang berikutnya," kata Munir usai persiadangan.

Sidang selanjutnya dengan agenda replik akan digelar pada 14 Agustus 2017.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mobil Milik Sopir Taksi Online yang Dibunuh Ditemukan di Tangerang

Mobil Milik Sopir Taksi Online yang Dibunuh Ditemukan di Tangerang

Megapolitan
Pedagang Pasar Kebayoran Lama Minta ASN Lebih Sering Keliling Pantau Pasar

Pedagang Pasar Kebayoran Lama Minta ASN Lebih Sering Keliling Pantau Pasar

Megapolitan
Di Pasar Koja Baru, ASN Juga Diminta Awasi Penggunaan Kantong Plastik

Di Pasar Koja Baru, ASN Juga Diminta Awasi Penggunaan Kantong Plastik

Megapolitan
Update 6 Juli: Bertambah 7, Covid-19 di Kota Tangerang Tembus 500 Kasus

Update 6 Juli: Bertambah 7, Covid-19 di Kota Tangerang Tembus 500 Kasus

Megapolitan
Krisis Covid-19, Stok Beras di Kota Tangerang Hanya untuk 3 Bulan

Krisis Covid-19, Stok Beras di Kota Tangerang Hanya untuk 3 Bulan

Megapolitan
Terperosok 2,5 Jam di Trotoar Jalan Raya Fatmawati, Truk Tronton Berhasil Dievakuasi

Terperosok 2,5 Jam di Trotoar Jalan Raya Fatmawati, Truk Tronton Berhasil Dievakuasi

Megapolitan
UPDATE 6 Juli: Bertambah 1, Total 418 Kasus Positif Covid-19 di Tangsel

UPDATE 6 Juli: Bertambah 1, Total 418 Kasus Positif Covid-19 di Tangsel

Megapolitan
Etty Toyib, TKI yang Lolos dari Hukuman Mati Pengadilan Arab Saudi Tiba di Bandara Soetta

Etty Toyib, TKI yang Lolos dari Hukuman Mati Pengadilan Arab Saudi Tiba di Bandara Soetta

Megapolitan
Polisi Gelar Rekonstruksi Kasus John Kei, Total Ada 67 Adegan

Polisi Gelar Rekonstruksi Kasus John Kei, Total Ada 67 Adegan

Megapolitan
ASN Tugas di Pasar, Pedagang Berharap Semua Bisa Disiplin supaya Pandemi Berakhir

ASN Tugas di Pasar, Pedagang Berharap Semua Bisa Disiplin supaya Pandemi Berakhir

Megapolitan
Dukung Reklamasi Ancol, Gerindra: Ancol Ditargetkan Jadi Tempat Wisata Dunia

Dukung Reklamasi Ancol, Gerindra: Ancol Ditargetkan Jadi Tempat Wisata Dunia

Megapolitan
Datangi Pasar Lenteng Agung, Anggota Fraksi PSI Nilai Pembatasan Pengunjung Belum Optimal

Datangi Pasar Lenteng Agung, Anggota Fraksi PSI Nilai Pembatasan Pengunjung Belum Optimal

Megapolitan
UPDATE 6 Juli: Tambah 231 Kasus, Jumlah Pasien Covid-19 di Jakarta Capai 12.526

UPDATE 6 Juli: Tambah 231 Kasus, Jumlah Pasien Covid-19 di Jakarta Capai 12.526

Megapolitan
306 ASN Pantau Aktivitas di 26 Pasar di Jakarta Selatan

306 ASN Pantau Aktivitas di 26 Pasar di Jakarta Selatan

Megapolitan
Muncul Saat Rekonstruksi di Rumahnya, John Kei Perankan Adegan Pimpin Rapat Penyerangan Nus Kei

Muncul Saat Rekonstruksi di Rumahnya, John Kei Perankan Adegan Pimpin Rapat Penyerangan Nus Kei

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X