Begini Cara Daftar Antrean "Online" Pemohon Paspor - Kompas.com

Begini Cara Daftar Antrean "Online" Pemohon Paspor

Kompas.com - 08/08/2017, 14:11 WIB
Petugas kantor Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta melayani proses administrasi pemohon paspor pada Selasa (8/8/2017). Direktorat Jenderal Keimigrasian Kementerian Hukum dan HAM baru saja menerapkan sistem pendaftaran online untuk pemohon paspor yang lebih memberikan kepastian waktu.KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERA Petugas kantor Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta melayani proses administrasi pemohon paspor pada Selasa (8/8/2017). Direktorat Jenderal Keimigrasian Kementerian Hukum dan HAM baru saja menerapkan sistem pendaftaran online untuk pemohon paspor yang lebih memberikan kepastian waktu.

TANGERANG, KOMPAS.com - Sebelum memulai proses permohonan paspor di kantor-kantor Imigrasi, pemohon kini diminta untuk mengambil nomor antrean mereka via online.

Untuk itu, pastikan pemohon terkoneksi dengan akses internet dan membuka laman yang ditentukan oleh Direktorat Jenderal Keimigrasian Kementerian Hukum dan HAM.

"Masuk ke website www.imigrasi.go.id untuk yang memakai laptop dan komputer. Kalau pengguna smartphone Android, bisa download aplikasi Antrian Paspor di Google PlayStore," kata Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta, I Gusti Ketut Arief Rachman Hakim, kepada Kompas.com pada Selasa (8/8/2017) siang.

Arief menjelaskan, setelah membuka laman tersebut atau aplikasi Antrian Paspor, pemohon paspor diarahkan untuk memilih tanggal dan kategori waktu antrean untuk permohonan paspor.

Baca: Mengenal Sistem Antrean Pembuatan Paspor secara Online

Setiap pemohon memasukkan tanggal dan kategori waktu antrean, yakni pagi atau siang hari, akan keluar pemberitahuan berupa pop up menu yang menyatakan slot waktu masih tersedia atau tidak.

Jika slot waktu yang diinginkan sudah didapat, pemohon akan diminta memasukkan alamat email dan mengisi data lainnya. Sesudah itu, pemohon akan menerima pemberitahuan yang berisi verifikasi dan barcode yang harus ditunjukkan saat pergi ke kantor Imigrasi yang dituju.

"Nanti pas sampai di kantor, pemohon tinggal datang dan menunjukkan barcode itu lalu nunggu masuk untuk foto dan menyerahkan berkas-berkas," tutur Arief.

Dengan sistem antrean online, pemohon kini tidak perlu lagi datang pagi-pagi ke kantor Imigrasi untuk mengambil nomor antrean. Dalam sehari, tiap kantor Imigrasi membatasi maksimal 100 orang pemohon pembuatan paspor.

Baca: iPhone Bakal Bisa Jadi Pengganti Paspor

"Kami masih akan mengembangkan lagi aplikasi di AppStore untuk iOS. Harapannya, keluhan pemohon selama ini yang harus susah payah untuk bikin paspor bisa diminimalisir dengan sistem tersebut," ujar Arief.

Selain di kantor Imigrasi yang menerapkan sistem antrean online, ada dua kantor Imigrasi yang menggunakan sistem antrean paspor melalui aplikasi chat WhatsApp, yakni kantor Imigrasi Bogor dan Jakarta Pusat. Meski aplikasi yang digunakan berbeda, sistem antreannya dinilai Arief tetap sama.

Kompas TV Pemalsuan dan penggandaan paspor dengan modus ingin bekerja di luar negeri, ternyata seringkali dilakukan oleh jaringan mafia pengirim TKI dengan cara mengelabui petugas imigrasi. Padahal, modus ini beresiko tinggi, khususnya bagi calon TKI, karena bisa membuatnya jatuh dalam jaringan perdagangan manusia. Bagaimana mencegahnya agar tidak lagi jatuh korban? Kita bahas bersama Dirjen Imigrasi Kemenkumham, Rony F Sompie.


EditorDian Maharani

Komentar

Terkini Lainnya

Kali Item di Samping Wisma Atlet Akan Dipasang 'Sheetpile'

Kali Item di Samping Wisma Atlet Akan Dipasang "Sheetpile"

Megapolitan
Fahri Hamzah: Ada Peran Lain untuk Jusuf Kalla Selain Jadi Wapres Lagi

Fahri Hamzah: Ada Peran Lain untuk Jusuf Kalla Selain Jadi Wapres Lagi

Nasional
Ketua DPRD DKI Belum Tanda Tangan LKPJ 2017, Anies Bilang Prosesnya Jadi Politis

Ketua DPRD DKI Belum Tanda Tangan LKPJ 2017, Anies Bilang Prosesnya Jadi Politis

Megapolitan
Berkomplot dengan Napi, Remaja 17 Tahun Selundupkan Ekstasi Asal Prancis

Berkomplot dengan Napi, Remaja 17 Tahun Selundupkan Ekstasi Asal Prancis

Megapolitan
Seorang Ibu 10 Kali Mencuri Pisang di Pasar demi Bayar Sekolah Anak

Seorang Ibu 10 Kali Mencuri Pisang di Pasar demi Bayar Sekolah Anak

Regional
Gerindra Anggap Kubu Jokowi Kesulitan Mencari Figur Cawapres

Gerindra Anggap Kubu Jokowi Kesulitan Mencari Figur Cawapres

Nasional
Bermodus Hipnotis, WNA Curi Uang Rumah Makan di Fatmawati

Bermodus Hipnotis, WNA Curi Uang Rumah Makan di Fatmawati

Megapolitan
Intelijen Inggris Gunakan Anak Jadi Mata-mata

Intelijen Inggris Gunakan Anak Jadi Mata-mata

Internasional
Trotoar hingga Gorong-gorong di Rute 'Torch Relay' Asian Games di Jaksel Masih Harus Dibenahi

Trotoar hingga Gorong-gorong di Rute "Torch Relay" Asian Games di Jaksel Masih Harus Dibenahi

Megapolitan
Patahan Jarum Suntik Tertinggal di Paha Bayi Usia 1,5 Bulan

Patahan Jarum Suntik Tertinggal di Paha Bayi Usia 1,5 Bulan

Internasional
Tangan Anak 4 Tahun Terjepit di Pembuangan Air Kolam Renang

Tangan Anak 4 Tahun Terjepit di Pembuangan Air Kolam Renang

Megapolitan
Hilang 4 Hari, Pelajar SMP Ditemukan Tewas Dibegal Teman Sendiri

Hilang 4 Hari, Pelajar SMP Ditemukan Tewas Dibegal Teman Sendiri

Regional
Video Kali Item Dekat Wisma Atlet Kemayoran Ditutupi Kain Jaring Hitam

Video Kali Item Dekat Wisma Atlet Kemayoran Ditutupi Kain Jaring Hitam

Megapolitan
Eks Koruptor Nekat 'Nyaleg', MA Diminta Prioritaskan Gugatan PKPU

Eks Koruptor Nekat "Nyaleg", MA Diminta Prioritaskan Gugatan PKPU

Nasional
Simulasi Bus Atlet Asian Games dari Wisma Atlet-Pondok Indah, Ini Waktu Tempuhnya

Simulasi Bus Atlet Asian Games dari Wisma Atlet-Pondok Indah, Ini Waktu Tempuhnya

Megapolitan

Close Ads X