Soal Denda bagi Penerobos Koridor 13, DPRD DKI Minta Dimatangkan Dulu

Kompas.com - 09/08/2017, 12:13 WIB
 Uji coba pengoperasian layanan bus transjakarta koridor 13 (Tendean-Ciledug), Jakarta, Senin (15/5/2017). Jalur transjakarta sepanjang 9,3 kilometer ini akan dilengkapi 12 halte dan direncanakan beroperasi mulai Juni 2017. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO Uji coba pengoperasian layanan bus transjakarta koridor 13 (Tendean-Ciledug), Jakarta, Senin (15/5/2017). Jalur transjakarta sepanjang 9,3 kilometer ini akan dilengkapi 12 halte dan direncanakan beroperasi mulai Juni 2017.
Penulis Nursita Sari
|
EditorIcha Rastika

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Syarifuddin mengingatkan agar Dinas Perhubungan DKI Jakarta tidak langsung menindak pengendara yang menerobos jalan layang Koridor 13 Transjakarta (Kapten Tendean-Ciledug).

Dia meminta Dishub DKI mematangkan rencana itu terlebih dahulu dan menyosialisasikannya kepada masyarakat.

"Jangan sampai sosialisasi kurang, masyarakat langsung tindak di tempat tanpa adanya publikasi yang matang," ujar Syarifuddin di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (9/8/2017).

(Baca juga: Dishub DKI Usul Penerobos Koridor 13 Didenda Rp 500 Ribu)

Syarifuddin meminta Dishub DKI juga membahas rencana itu bersama Komisi B yang memang membidangi soal perhubungan.

Sebagai penyelenggara pemerintahan daerah, lanjut Syarifuddin, legislatif juga harus dilibatkan dalam merumuskan kebijakan yang akan direalisasikan.

"Sebelum melaksanakan realisasi, ada duduk bareng dengan kami, nanti permasalahan-permasalahan ini harus kami musyawarahkan sehingga masyarakat akan tahu," kata Syarifuddin.

(Baca juga: Menyusuri Koridor 13, Jalan Layang 9 Km Transjakarta Ciledug-Tendean..)

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah sebelumnya mengusulkan, pengendara yang menerobos jalan layang Koridor 13 ditindak tegas. Andri ingin para pelanggar dikenakan denda maksimal sebesar Rp 500.000.

"Kami akan meminta kepada polisi kalau kejadian, tilang biru saja Rp 500.000," ujar Andri, Selasa (8/8/2017).

Andri mengatakan, petugas Dishub DKI Jakarta akan berjaga di akses masuk jalan layang Koridor 13 untuk mencegah adanya kendaraan yang menerobos.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X