Kompas.com - 11/08/2017, 16:41 WIB
Vokalis Marcello Tahitoe alias Ello digiring menuju ruang jumpa pers di Sat Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan, Jumat (11/8/2017). KOMPAS.com/DIAN REINIS KUMAMPUNGVokalis Marcello Tahitoe alias Ello digiring menuju ruang jumpa pers di Sat Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan, Jumat (11/8/2017).
|
EditorErvan Hardoko

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyanyi Marcello Tahitoe alias Ello yang ditangkap polisi dalam kasus narkotika, mengaku kepada polisi dia patungan denhan temannya untuk membeli ganja di sebuah perguruan tinggi di Jakarta.

Ello menyumbang Rp 100.000, sedangkan temannya yang juga tertangkap bernama Diego, menyumbang jumlah uang yang sama untuk membeli dua paket ganja.

"Mereka gunakan uang masing-masing, jadi mereka hanya berduaan. Dari mana dapatnya, mengakunya dari transaksi di dekat salah satu universitas di Jakarta Selatan," ujar Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Iwan Kurniawan, Jumat (11/8/2017).

Baca: Ello Pakai Ganja sejak Mahasiswa

Adapun kronologi penangkapan bermula 1,5 bulan lalu ketika polisi mendapat informasi soal penyalahgunaan narkotika yang dilakukan Ello.

Selama itu, Ello diintai dan akhirnya digerebek pada Minggu (11/8/2017) dini hari di Kompleks Griya Kecapi, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Di sana, polisi menemukan sebungkus kertas warna putih yang berisi sebungkus plastik bening, yang di dalamnya ada dua paket ganja dengan total berat 4,42 gram.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, diperoleh pula bekas bungkus kertas papir untuk melinting ganja. Polisi kini tengah memburu orang yang menjual ganja kepada Ello dan rekannya.

Sementara ini, Ello dan rekannya dikenakan Pasal 111 ayat (1) juncto Pasal 132 ayat (1) sub Pasal 127 ayat (1) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Baca: Simpan Ganja Kurang dari 5 Gram, Ello Kemungkinan Direhabilitasi

Baca tentang


Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tambah 19 Kasus Covid-19 di Kota Tangerang, 217 Pasien Dirawat

Tambah 19 Kasus Covid-19 di Kota Tangerang, 217 Pasien Dirawat

Megapolitan
Asap Tebal Mengepul di Area TPU Pondok Kelapa, Berasal dari Pembakaran Sampah

Asap Tebal Mengepul di Area TPU Pondok Kelapa, Berasal dari Pembakaran Sampah

Megapolitan
Kasus Covid-19 Turun, Wagub DKI Klaim Tak Ada Lagi Antrean Pasien di IGD RS di Jakarta

Kasus Covid-19 Turun, Wagub DKI Klaim Tak Ada Lagi Antrean Pasien di IGD RS di Jakarta

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 Dosis Dua di Tangsel Baru 38,7 Persen dari Target

Vaksinasi Covid-19 Dosis Dua di Tangsel Baru 38,7 Persen dari Target

Megapolitan
Pabrik Sablon di Cengkareng Dilanda Kebakaran, 14 Unit Damkar Dikerahkan

Pabrik Sablon di Cengkareng Dilanda Kebakaran, 14 Unit Damkar Dikerahkan

Megapolitan
Aksi Pembegalan Terjadi Lagi di Bintaro, Dua Pengemudi Ojol Dibacok

Aksi Pembegalan Terjadi Lagi di Bintaro, Dua Pengemudi Ojol Dibacok

Megapolitan
Tangsel Catat Penambahan 12 Kasus Covid-19, 13 Pasien Sembuh

Tangsel Catat Penambahan 12 Kasus Covid-19, 13 Pasien Sembuh

Megapolitan
Pemuda yang Tenggelam di Kali Hitam Ditemukan Tewas, Diduga Tercebur karena Mabuk

Pemuda yang Tenggelam di Kali Hitam Ditemukan Tewas, Diduga Tercebur karena Mabuk

Megapolitan
Jakarta Tambah 155 Kasus Baru Covid-19, Positivity Rate Sepekan Terakhir 1,2 Persen

Jakarta Tambah 155 Kasus Baru Covid-19, Positivity Rate Sepekan Terakhir 1,2 Persen

Megapolitan
Soal 'Commitment Fee' Formula E di Jakarta yang Mahal, Wagub DKI Sebut Itu Sesuai Aturan

Soal "Commitment Fee" Formula E di Jakarta yang Mahal, Wagub DKI Sebut Itu Sesuai Aturan

Megapolitan
Polisi: Korban Penembakan di Pinang Tangerang Ahli Pengobatan Alternatif dan Ketua Majelis Taklim

Polisi: Korban Penembakan di Pinang Tangerang Ahli Pengobatan Alternatif dan Ketua Majelis Taklim

Megapolitan
Tersangka pada Kasus Korupsi Damkar Depok Diharapkan Bukan sebagai Tumbal

Tersangka pada Kasus Korupsi Damkar Depok Diharapkan Bukan sebagai Tumbal

Megapolitan
Polisi Uji Proyektil pada Kasus Penembakan di Pinang, Kota Tangerang

Polisi Uji Proyektil pada Kasus Penembakan di Pinang, Kota Tangerang

Megapolitan
Pengacara Sebut Pria yang Gantung Diri Saat 'Live' di Tiktok Diduga Dibunuh, Polisi: Belum Mengarah ke Sana

Pengacara Sebut Pria yang Gantung Diri Saat 'Live' di Tiktok Diduga Dibunuh, Polisi: Belum Mengarah ke Sana

Megapolitan
Pengacara Duga Pria yang Gantung Diri Saat 'Live' di Tiktok Korban Pembunuhan Berencana

Pengacara Duga Pria yang Gantung Diri Saat 'Live' di Tiktok Korban Pembunuhan Berencana

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.