Kompas.com - 12/08/2017, 14:29 WIB
Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat saat menghadiri acara silaturahmi kepala SD, SMP, dan SMA se-DKI Jakarta di Gedung Yayasan Budha Tzu Chi, Jakarta Utara, Sabtu (12/8/2017). KOMPAS.com/NURSITA SARIGubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat saat menghadiri acara silaturahmi kepala SD, SMP, dan SMA se-DKI Jakarta di Gedung Yayasan Budha Tzu Chi, Jakarta Utara, Sabtu (12/8/2017).
Penulis Nursita Sari
|
EditorErvan Hardoko

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengingatkan para kepala sekolah dan guru untuk selalu bersyukur dengan gaji yang mereka terima.

Dia meminta para kepala sekolah dan guru untuk tidak selalu mengeluhkan gaji yang dianggap selalu kurang.

Djarot mengingatkan, apabila ingin memiliki banyak uang atau menjadi orang kaya, sebaiknya tidak memilih profesi guru.

Baca: Djarot: Bangsa Ini Akan Maju atau Mundur, Salah Satunya di Tangan Guru

"Kalau ingin kaya materi, jangan jadi guru, jangan jadi PNS, jadilah pengusaha," ujar Djarot dalam acara silaturahmi kepala SD, SMP, dan SMA se-DKI Jakarta di Gedung Yayasan Budha Tzu Chi, Jakarta Utara, Sabtu (12/8/2017).

Djarot menuturkan, meskipun tidak memiliki kekayaan materi, guru memiliki kekayaan batiniah. Sebab, para guru bisa mendidik anak-anak didik mereka menjadi orang yang bermanfaat.

"Kalau Anda ingin kaya secara batiniah, kepuasan yang tidak bisa dinilai dari segi materi, Anda jadi guru, karena Anda telah melakukan amal yang akan dicatat Tuhan ketika murid-murid Anda memberikan kebajikan dan membawa manfaat kepada orang lain," kata dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Djarot mengingatkan agar para kepala sekolah dan guru untuk tidak melakukan tindak pidana korupsi.

Dia juga meminta para kepala sekolah dan guru untuk tidak terus melihat hal yang lebih dari apa yang mereka miliki karena membuat hidup mereka tak pernah puas.

"Pilihan Anda adalah sebagai seorang guru, pendidik, maka di dalam benak Anda adalah benar-benar sebagai seorang pendidik, bukan berpikir misalnya bagaimana bisa memperkaya diri sendiri dengan cara yang tidak baik," ucap Djarot.

Baca: Djarot: Kalau Tidak Ada Niat Melunasi Tunggakan Rusun, Keluar Saja...

Tunjangan kinerja daerah (TKD) untuk kepala sekolah, kata Djarot, telah dinaikkan. TKD saat ini sekitar Rp 19 juta per bulan untuk kepala SMA/SMK, Rp 12 juta per bulan untuk kepala SMP, dan Rp 9 juta per bulan untuk kepala SD.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jelang Musim Hujan, Seribuan Pohon di Jakarta Barat Dipangkas

Jelang Musim Hujan, Seribuan Pohon di Jakarta Barat Dipangkas

Megapolitan
Stok Vaksin Covid-19 di Bekasi Berlimpah, Wali Kota Idris: Silakan Kalau Mau Dikasih ke Depok

Stok Vaksin Covid-19 di Bekasi Berlimpah, Wali Kota Idris: Silakan Kalau Mau Dikasih ke Depok

Megapolitan
Warkop di Bekasi Hangus Dilalap Api, Diduga akibat Ledakan Tabung Gas

Warkop di Bekasi Hangus Dilalap Api, Diduga akibat Ledakan Tabung Gas

Megapolitan
Wali Kota Idris Sebut Kerukunan Antarumat Seagama di Depok Masih Kurang

Wali Kota Idris Sebut Kerukunan Antarumat Seagama di Depok Masih Kurang

Megapolitan
Resmikan Gereja, Wali Kota Depok: Lurah dan Camat Akan Proaktif Urus IMB Rumah Ibadah

Resmikan Gereja, Wali Kota Depok: Lurah dan Camat Akan Proaktif Urus IMB Rumah Ibadah

Megapolitan
Haris Azhar-Fatia Datangi Mapolda Metro Pakai Masker dengan Silang Merah, Pengacara: Artinya Ada Pembungkaman

Haris Azhar-Fatia Datangi Mapolda Metro Pakai Masker dengan Silang Merah, Pengacara: Artinya Ada Pembungkaman

Megapolitan
Pekerja Jatuh di Lokasi Proyek LRT, Polisi Periksa Mandor hingga Teman Korban

Pekerja Jatuh di Lokasi Proyek LRT, Polisi Periksa Mandor hingga Teman Korban

Megapolitan
Polisi: Karyawan JICT Tanjung Priok Lakukan Pungli agar Dapat Uang Tambahan

Polisi: Karyawan JICT Tanjung Priok Lakukan Pungli agar Dapat Uang Tambahan

Megapolitan
Dimediasi dengan Haris Azhar dan Fatia, Pihak Luhut Tak Hadir

Dimediasi dengan Haris Azhar dan Fatia, Pihak Luhut Tak Hadir

Megapolitan
Curi Motor yang Dipasangi GPS, Pria Ini Terlacak di Hotel, lalu Diseret dan Diamuk Massa

Curi Motor yang Dipasangi GPS, Pria Ini Terlacak di Hotel, lalu Diseret dan Diamuk Massa

Megapolitan
Pekerja yang Jatuh di Lokasi Proyek LRT di Kuningan Dilarikan ke Rumah Sakit

Pekerja yang Jatuh di Lokasi Proyek LRT di Kuningan Dilarikan ke Rumah Sakit

Megapolitan
Pungli di Tanjung Priok, Oknum Karyawan Pelabuhan Minta Rp 5.000 ke Setiap Korban

Pungli di Tanjung Priok, Oknum Karyawan Pelabuhan Minta Rp 5.000 ke Setiap Korban

Megapolitan
Seorang Pekerja Jatuh di Lokasi Proyek LRT Kuningan, Jakarta Selatan

Seorang Pekerja Jatuh di Lokasi Proyek LRT Kuningan, Jakarta Selatan

Megapolitan
Dorong Perluasan Pasar, Kadin Indonesia Bekali UMKM Pelatihan untuk Tingkatkan Kualitas Produk

Dorong Perluasan Pasar, Kadin Indonesia Bekali UMKM Pelatihan untuk Tingkatkan Kualitas Produk

Megapolitan
Praktik Pungli di Pelabuhan Tanjung Priok kembali Viral, Polisi Tangkap 1 Tersangka Pelaku

Praktik Pungli di Pelabuhan Tanjung Priok kembali Viral, Polisi Tangkap 1 Tersangka Pelaku

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.