Kisah Pedagang Kerupuk Tuna Netra dan Pengemudi Ojek Online Halaman 2 - Kompas.com

Kisah Pedagang Kerupuk Tuna Netra dan Pengemudi Ojek Online

Kompas.com - 12/08/2017, 18:05 WIB
Pengemudi Ojek Online di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan. Kamis (10/8/2017).Lila Wisna Putri Pengemudi Ojek Online di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan. Kamis (10/8/2017).

Rama mengatakan, Rudi enggan bekerja dengan meminta-minta atau mengharap belas kasihan.

Mendengar kata-kata Rudi, Rama merasa terenyuh. Ia berpikir, orang dengan keterbatasan fisik itu saja tidak ingin menyusahkan orang lain.

Sementara banyak orang di luar sana yang malas-malasan bekerja, padahal fisiknya sempurna.

Rama mengantarkan pria tersebut dari Jalan Inspeksi Kali Sunter ke Jalan Cipinang Lontar dengan tarif Rp 13.000.

Rama sempat berpikir untuk menggratiskan ongkos penumpangnya. Namun, ia urungkan niatnya karena Rudi sebelumnya berkata tidak ingin dikasihani.

Karena ingin membantu, Rama pun membeli kerupuk dagangan Rudi yang besar seharga Rp 20.000. Rama memberi uang lebih Rp 5.000, namun Rudi enggan menerimanya.

Baca: Terpisah 10 Tahun, Pengemudi Ojek "Online" Itu Ayah dari Penumpangnya

"Rasanya kayak ditampar. Jujur aja saya sebagai seorang driver kalau nganter penumpang pasti 'ngarep' dikasih tips. Biarpun Rp 1.000 atau Rp 2.000 udah senang. Tapi beliau malah enggak mau, dengan alasan yang benar-benar bikin terenyuh dengarnya," kata Rama.

Rama mengatakan, kejadian tersebut menyadarkan dirinya untuk terus bersyukur dengan keadaan.

Sebagai manusia yang sempurna, kata dia, tidak sepatutnya mudah menyerah dengan kondisi seburuk apapun.

"Contoh beliau yang tetap semangat jualan kerupuk biar pun kondisi fisik enggak sempurna dan belum lagi kondisi cuaca yang panas terik waktu itu," tutur Rama.


Page:
EditorErvan Hardoko
Komentar

Terkini Lainnya

Kali Item di Samping Wisma Atlet Akan Dipasang 'Sheetpile'

Kali Item di Samping Wisma Atlet Akan Dipasang "Sheetpile"

Megapolitan
Fahri Hamzah: Ada Peran Lain untuk Jusuf Kalla Selain Jadi Wapres Lagi

Fahri Hamzah: Ada Peran Lain untuk Jusuf Kalla Selain Jadi Wapres Lagi

Nasional
Ketua DPRD DKI Belum Tanda Tangan LKPJ 2017, Anies Bilang Prosesnya Jadi Politis

Ketua DPRD DKI Belum Tanda Tangan LKPJ 2017, Anies Bilang Prosesnya Jadi Politis

Megapolitan
Berkomplot dengan Napi, Remaja 17 Tahun Selundupkan Ekstasi Asal Prancis

Berkomplot dengan Napi, Remaja 17 Tahun Selundupkan Ekstasi Asal Prancis

Megapolitan
Seorang Ibu 10 Kali Mencuri Pisang di Pasar demi Bayar Sekolah Anak

Seorang Ibu 10 Kali Mencuri Pisang di Pasar demi Bayar Sekolah Anak

Regional
Gerindra Anggap Kubu Jokowi Kesulitan Mencari Figur Cawapres

Gerindra Anggap Kubu Jokowi Kesulitan Mencari Figur Cawapres

Nasional
Bermodus Hipnotis, WNA Curi Uang Rumah Makan di Fatmawati

Bermodus Hipnotis, WNA Curi Uang Rumah Makan di Fatmawati

Megapolitan
Intelijen Inggris Gunakan Anak Jadi Mata-mata

Intelijen Inggris Gunakan Anak Jadi Mata-mata

Internasional
Trotoar hingga Gorong-gorong di Rute 'Torch Relay' Asian Games di Jaksel Masih Harus Dibenahi

Trotoar hingga Gorong-gorong di Rute "Torch Relay" Asian Games di Jaksel Masih Harus Dibenahi

Megapolitan
Patahan Jarum Suntik Tertinggal di Paha Bayi Usia 1,5 Bulan

Patahan Jarum Suntik Tertinggal di Paha Bayi Usia 1,5 Bulan

Internasional
Tangan Anak 4 Tahun Terjepit di Pembuangan Air Kolam Renang

Tangan Anak 4 Tahun Terjepit di Pembuangan Air Kolam Renang

Megapolitan
Hilang 4 Hari, Pelajar SMP Ditemukan Tewas Dibegal Teman Sendiri

Hilang 4 Hari, Pelajar SMP Ditemukan Tewas Dibegal Teman Sendiri

Regional
Video Kali Item Dekat Wisma Atlet Kemayoran Ditutupi Kain Jaring Hitam

Video Kali Item Dekat Wisma Atlet Kemayoran Ditutupi Kain Jaring Hitam

Megapolitan
Eks Koruptor Nekat 'Nyaleg', MA Diminta Prioritaskan Gugatan PKPU

Eks Koruptor Nekat "Nyaleg", MA Diminta Prioritaskan Gugatan PKPU

Nasional
Simulasi Bus Atlet Asian Games dari Wisma Atlet-Pondok Indah, Ini Waktu Tempuhnya

Simulasi Bus Atlet Asian Games dari Wisma Atlet-Pondok Indah, Ini Waktu Tempuhnya

Megapolitan

Close Ads X