Julianto Korban Order Fiktif Go-Food Telah Kembali Bekerja

Kompas.com - 14/08/2017, 20:44 WIB
Julianto Sudrajat korban order fiktif melalui ojek online Go-Food yang dilakukan Sugiarti mendatangi Mapolres Jakarta Timur, Selasa (1/8/2017)Kompas.com/David Oliver Purba Julianto Sudrajat korban order fiktif melalui ojek online Go-Food yang dilakukan Sugiarti mendatangi Mapolres Jakarta Timur, Selasa (1/8/2017)

JAKARTA, KOMPAS.com- Julianto Sudrajat korban order fiktif ojek online Go-Food, telah kembali bekerja di perusahaan outsourcing yang menauinginya.

Julianto sebelumnya merupakan pekerja yang ditempatkan oleh perusahaan outsourcing di sebuah bank swasta di Matraman.

Namun, akibat kasus order fiktif dan penipuan yang dilakukan Sugiarti, Julianto dirumahkan oleh bank swasta tempat dia bekerja.

Dihubungi Kompas.com, Senin (14/8/2017), Julianto menyampaikan, perusahaan outsourcing tersebut memperbolehkan Julianto untuk bekerja sementara di perusahaan outsourcing itu. Julianto ditempatkan di bagian rekrutmen pegawai baru.

"Saya dipulangkan ke pihak vendornya (perusahaan outsourcing) di daerah Jakarta Selatan. Saya ditempatkan di rekrutmen, memang enggak terlalu banyak gerak jadinya," ujar Julianto.

Baca: Julianto dan Sugiarti, Masalah Asmara yang Berakhir di Kantor Polisi

Julianto menyampaikan, dirinya belum mengetahui apakah setelah kasus ini berakhir, pihak oursourcing dan bank tempat dia bekerja kembali memanggilnya.

Kontrak Julianto akan habis pada Agustus tahun ini. Julianto mengatakan masih berharap agar dia bisa kembali mendapatkan pekerjaan lamanya.

"Sampai Agustus saya kerja. Gaji tetap dibayar. Harapannya mudah-mudahan bisa (kembali ke pekerjaan lama)," ujar Julianto.

Kasus Julianto bermula saat banyaknya pesanan makanan dari aplikasi ojek online yang diantar untuknya. Padahal Julianto tidak pernah memesannya.

Untuk satu pesanan, jumlah biaya yang ditagihkan kepadanya mencapai ratusan ribu rupiah. Julianto akhirnya terpaksa melayani pembayaran pesanan fiktif tersebut karena merasa iba dengan pengemudi ojek online yang sudah membayar makanan.

Baca: Julianto Berharap Hukuman terhadap Sugiarti Bisa Timbulkan Efek Jera

Sampai pada akhirnya, Julianto kewalahan memenuhi biaya yang ditagihkan kepadanya secara terus menerus karena totalnya telah mencapai jutaan rupiah.

Merasa menjadi korban penipuan, Julianto kemudian menulis status berisi klarifikasi melalui akun Facebook-nya, Julianto Sudrajat, yang diunggah pada Kamis (6/7/2017), dan menjadi viral di media sosial.

Julianto menuding Sugiarti, wanita yang dikenalnya di media sosial, sebagai pemesan Go-Food fiktif itu. Julianto mengatakan, Sugiarti menyebar foto KTP-nya dan menuduhnya sebagai penipu.

Julianto kemudian melaporkan kasus tersebut ke polisi. Kini, Sugiarti telah ditetapkan sebagai tersangka.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


EditorDian Maharani
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

'Seabrek' Tugas Pemadam Kebakaran: Padamkan Api, Tangkap Biawak hingga Melepas Cincin

"Seabrek" Tugas Pemadam Kebakaran: Padamkan Api, Tangkap Biawak hingga Melepas Cincin

Megapolitan
Lagu yang Disetel di Lampu Merah, Bukan untuk Atasi Macet atau Hibur Warga...

Lagu yang Disetel di Lampu Merah, Bukan untuk Atasi Macet atau Hibur Warga...

Megapolitan
Penjelasan Dishub Soal Lagu Wali Kota Depok yang Akan Disetel di Lampu Merah

Penjelasan Dishub Soal Lagu Wali Kota Depok yang Akan Disetel di Lampu Merah

Megapolitan
Pimpinan Pansus Wagub DKI Dukung Fraksi Demokrat yang Mau Laporkan Politisi PSI

Pimpinan Pansus Wagub DKI Dukung Fraksi Demokrat yang Mau Laporkan Politisi PSI

Megapolitan
Bicara Politik Uang dalam Pemilihan Wagub DKI, PSI Bingung Fraksi Demokrat yang Tersinggung

Bicara Politik Uang dalam Pemilihan Wagub DKI, PSI Bingung Fraksi Demokrat yang Tersinggung

Megapolitan
Sampaikan Duplik, Jokdri Berkukuh Tak Bersalah dalam Kasus Perusakan Barang Bukti

Sampaikan Duplik, Jokdri Berkukuh Tak Bersalah dalam Kasus Perusakan Barang Bukti

Megapolitan
Depok Uji Coba Pemutaran Lagu di Lampu Merah, Agustus Mendatang

Depok Uji Coba Pemutaran Lagu di Lampu Merah, Agustus Mendatang

Megapolitan
Kasus Usulan Tak Pasang Foto Presiden, Keluarga Tersangka Ajukan Penangguhan Penahanan

Kasus Usulan Tak Pasang Foto Presiden, Keluarga Tersangka Ajukan Penangguhan Penahanan

Megapolitan
SMP Negeri Dadakan Disebut Anak Haram, Disdik Bekasi Sebut Sudah Sesuai Kajian

SMP Negeri Dadakan Disebut Anak Haram, Disdik Bekasi Sebut Sudah Sesuai Kajian

Megapolitan
Ramai Surat Tilang ETLE, Berikut Tarif Resmi Denda Pelanggaran Lalu Lintas

Ramai Surat Tilang ETLE, Berikut Tarif Resmi Denda Pelanggaran Lalu Lintas

Megapolitan
Warga Diimbau Tak Buang Sampah Lagi ke Kali Tegal Amba

Warga Diimbau Tak Buang Sampah Lagi ke Kali Tegal Amba

Megapolitan
Pro Kontra Warga Depok Tanggapi Wacana Pemilik Mobil Harus Punya Garasi

Pro Kontra Warga Depok Tanggapi Wacana Pemilik Mobil Harus Punya Garasi

Megapolitan
Sebuah Mobil Tabrak Separator Busway lalu Terguling di Jalan Jenderal Sudirman

Sebuah Mobil Tabrak Separator Busway lalu Terguling di Jalan Jenderal Sudirman

Megapolitan
10 Anggota PPK Koja dan Cilincing Didakwa 2 Pasal Pelanggaran Pemilu

10 Anggota PPK Koja dan Cilincing Didakwa 2 Pasal Pelanggaran Pemilu

Megapolitan
Politisi PSI: Bukannya Saling Terima Kasih, Malah Melaporkan Saya...

Politisi PSI: Bukannya Saling Terima Kasih, Malah Melaporkan Saya...

Megapolitan
Close Ads X