Kemensos: Banyak Anak Berhadapan dengan Hukum karena Pelecehan Seksual

Kompas.com - 15/08/2017, 21:02 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorIndra Akuntono


JAKARTA, KOMPAS.com -
Kepala Badan Pendidikan, Penelitian dan Penyuluhan Sosial Kementerian Sosial (Kemensos) Edi Suharto mengatakan, kasus pelecahan seksual jadi penyebab terbanyak anak di bawah umur menghadapi kasus hukum.

Data tersebut didapatkan dari riset yang dilalakukan Kemensos di lembaga permasyarakatan anak yang berada di Jakarta, Makassar, dan Jambi pada 2016.

Meski tidak menjelaskan jumlah pasti anak di bawah umur yang terjerat kasus hukum, Edi mengatakan 57 persen anak yang berada di lembaga permasyatakatan anak merupakan pelaku pelecehan seksual.

"Kebanyakan dari mareka berhadapan dengan hukum karena melakukan kekerasan seksual. Datanya sangat besar sekali sekitar 57 persen tahun 2016," ujar Edi, saat ditemui di Jakarta Pusat, Selasa (15/8/2017).

Edi menjelaskan, penyebab tindakan pelecehan seksual yang dilakukan paling dominan disebabkan karena terpapar pornografi, salah satunya melalui internet.

Banyak orangtua, kata Edi, yang tidak bisa mengawasi peredaran pornografi dari gadget anak mereka.

Selain itu, alasan lain disebabkan pelaku pelecahan pernah menjadi korban pelecehan seksual di masa lalu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hal itu berdampak terhadap perilaku korban di masa depan yang jika tidak ditangani dengan baik berpeluang menjadi pelaku pelecehan seksual.

"Ada indikasi juga bahwa para pelaku kekerasan seksual itu, itu sebelumnya pernah dilecehkan," ujar Edi.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Lakukan Olah TKP Ulang terkait Kebakaran di Lapas Kelas 1 Tangerang

Polisi Lakukan Olah TKP Ulang terkait Kebakaran di Lapas Kelas 1 Tangerang

Megapolitan
Masih Pandemi, 974 WNA Masuk Indonesia lewat Bandara Soekarno-Hatta dalam 3 Hari

Masih Pandemi, 974 WNA Masuk Indonesia lewat Bandara Soekarno-Hatta dalam 3 Hari

Megapolitan
Bongkar Paket dari Belgia, Polisi Temukan 5.052 Butir Ekstasi

Bongkar Paket dari Belgia, Polisi Temukan 5.052 Butir Ekstasi

Megapolitan
Tumpukan Sampah Tersangkut di Jembatan, Warga Cipayung Jaya Depok Khawatir Banjir

Tumpukan Sampah Tersangkut di Jembatan, Warga Cipayung Jaya Depok Khawatir Banjir

Megapolitan
Sebuah Mobil Tabrak 3 Motor di BSD, Tangsel

Sebuah Mobil Tabrak 3 Motor di BSD, Tangsel

Megapolitan
Hari Ini, Tujuh Petugas Lapas Kelas 1 Tangerang Diperiksa terkait Kebakaran

Hari Ini, Tujuh Petugas Lapas Kelas 1 Tangerang Diperiksa terkait Kebakaran

Megapolitan
Kelanjutan Bansos Tunai Tak Jelas, Wagub DKI: Tanggungjawab Pemerintah Pusat

Kelanjutan Bansos Tunai Tak Jelas, Wagub DKI: Tanggungjawab Pemerintah Pusat

Megapolitan
Manajer Holywings Kemang Ditetapkan sebagai Tersangka

Manajer Holywings Kemang Ditetapkan sebagai Tersangka

Megapolitan
2 Kurir Narkoba Ditangkap, 2.199 Butir Ekstasi Diamankan

2 Kurir Narkoba Ditangkap, 2.199 Butir Ekstasi Diamankan

Megapolitan
Dukung PTM Terbatas, Orangtua Murid di Bekasi Sumbang Disinfektan ke Sekolah

Dukung PTM Terbatas, Orangtua Murid di Bekasi Sumbang Disinfektan ke Sekolah

Megapolitan
Ganjil Genap di Jalan Menuju Tempat Wisata, Wagub DKI: Agar Tak Terjadi Kerumunan

Ganjil Genap di Jalan Menuju Tempat Wisata, Wagub DKI: Agar Tak Terjadi Kerumunan

Megapolitan
Gagal Menjambret Ponsel, Dua Pelaku Tertangkap Warga

Gagal Menjambret Ponsel, Dua Pelaku Tertangkap Warga

Megapolitan
Soal Perpres Pendanaan Pesantren, Pilar: Harus Hati-hati

Soal Perpres Pendanaan Pesantren, Pilar: Harus Hati-hati

Megapolitan
330 Pekerja di Jakarta Barat Melapor Telah Terkena PHK

330 Pekerja di Jakarta Barat Melapor Telah Terkena PHK

Megapolitan
Anies Tak Banding Vonis Soal Polusi Udara, Penggugat Berharap Itu Bukan Hanya Wacana Politik

Anies Tak Banding Vonis Soal Polusi Udara, Penggugat Berharap Itu Bukan Hanya Wacana Politik

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.