Kompas.com - 16/08/2017, 12:02 WIB
Lahan di depan Universitas Budi Luhur yang menyempit karena adanya Koridor 13 Transjakarta. Foto diambil Rabu (16/8/2017). KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFARLahan di depan Universitas Budi Luhur yang menyempit karena adanya Koridor 13 Transjakarta. Foto diambil Rabu (16/8/2017).
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemprov DKI Jakarta merampungkan pembebasan lahan di Jalan Ciledug Raya, tepatnya di sekitar Halte Adam Malik dan akses masuk ke jalan layang Koridor 13 Transjakarta.

Kepala Unit Pengelola Teknis (UPT) Pengadaan Lahan Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Fajar, mengatakan pembayaran kepada pemilik lahan serta pelepasan hak telah dilakukan.

"Sudah pembayaran dan pelepasan hak, tanah milik Universitas Budi Luhur dan Astra," kata Fajar kepada Kompas.com, Rabu (16/8/2017) siang.

Menurut Fajar, biaya pembebasan untuk kedua lahan itu mencapai Rp 5 miliar.

Bina Marga akan segera membongkar lahan tersebut dan dijadikan jalan.

"Nanti eksekusi untuk pelebaran jalan oleh unit fisik," ujar Fajar.

Selain melebarkan jalan di sisi ramp on, Dinas Bina Marga juga berencana melebarkan jalan  dari Tol JORR W2 hingga ke dekat Halte Adam Malik.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: PT Transjakarta Ajukan Izin Pembangunan Lift di Koridor 13

"Sekarang untuk yang Tol JORR sedang mengajukan peta bidang ke BPN," kata dia.

Selama ini kemacetan terjadi di sekitar Jalan Raya Ciledug lantaran badan jalan menyempit. Selain menyusahkan pengendara, perjalanan bus Koridor 13 juga terganggu karena harus berhadapan dengan kemacetan ketika naik dan turun jalan layang.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kebakaran Cahaya Swalayan Cilandak KKO Diduga akibat Korsleting Listrik

Kebakaran Cahaya Swalayan Cilandak KKO Diduga akibat Korsleting Listrik

Megapolitan
Luhut Binsar Laporkan Haris Azhar dan Fatia Kontras ke Polisi Terkait Pencemaran Nama Baik

Luhut Binsar Laporkan Haris Azhar dan Fatia Kontras ke Polisi Terkait Pencemaran Nama Baik

Megapolitan
Cara Dapatkan Bantuan Rp 1,2 Juta untuk Pedagang Kaki Lima hingga Pengusaha Warteg

Cara Dapatkan Bantuan Rp 1,2 Juta untuk Pedagang Kaki Lima hingga Pengusaha Warteg

Megapolitan
Bruder Angelo, Biarawan yang Cabuli Anak Panti Asuhan di Depok, Jalani Sidang Perdana Hari Ini

Bruder Angelo, Biarawan yang Cabuli Anak Panti Asuhan di Depok, Jalani Sidang Perdana Hari Ini

Megapolitan
Sempat Gangguan Imbas Puting Beliung, 975 Gardu Listrik di Depok Kembali Normal

Sempat Gangguan Imbas Puting Beliung, 975 Gardu Listrik di Depok Kembali Normal

Megapolitan
Tak Cukup Hanya Penetapan Tersangka, Keluarga Korban Kebakaran Lapas Tangerang Menuntut Lebih

Tak Cukup Hanya Penetapan Tersangka, Keluarga Korban Kebakaran Lapas Tangerang Menuntut Lebih

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Depok Dilanda Angin Puting Beliung | Anggaran Mubazir Anies untuk Tugu

[POPULER JABODETABEK] Depok Dilanda Angin Puting Beliung | Anggaran Mubazir Anies untuk Tugu

Megapolitan
Saat Pelaku Investasi Mandek Disekap dan Dianiaya Investor yang Kesal

Saat Pelaku Investasi Mandek Disekap dan Dianiaya Investor yang Kesal

Megapolitan
Ini Jadwal dan Lokasi Tes PPPK Non-guru di Depok

Ini Jadwal dan Lokasi Tes PPPK Non-guru di Depok

Megapolitan
Fakta-fakta Kebakaran Cahaya Swalayan: Pegawai Berlarian Selamatkan Diri, Padam Setelah 6 Jam

Fakta-fakta Kebakaran Cahaya Swalayan: Pegawai Berlarian Selamatkan Diri, Padam Setelah 6 Jam

Megapolitan
Kala Anies Dipanggil KPK karena Kasus Korupsi Anak Buahnya

Kala Anies Dipanggil KPK karena Kasus Korupsi Anak Buahnya

Megapolitan
Polisi Akan Selidiki Penyebab Kebakaran Cahaya Swalayan

Polisi Akan Selidiki Penyebab Kebakaran Cahaya Swalayan

Megapolitan
UPDATE 21 September: Tambah 12 Kasus di Kota Tangerang, 173 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 21 September: Tambah 12 Kasus di Kota Tangerang, 173 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
UPDATE 21 September: 32 Kasus Baru Covid-19 di Depok, 2 Pasien Wafat

UPDATE 21 September: 32 Kasus Baru Covid-19 di Depok, 2 Pasien Wafat

Megapolitan
Tak Ada Korban Jiwa dalam Kebakaran Cahaya Swalayan di Cilandak KKO

Tak Ada Korban Jiwa dalam Kebakaran Cahaya Swalayan di Cilandak KKO

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.