Penjual Onderdil Bemo Pun Kehilangan Asa...

Kompas.com - 16/08/2017, 14:52 WIB
Toko onderdil bemo di jalan Kebon Kacang IV no. 14, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (16/8/2017). Kompas.com/Sherly PuspitaToko onderdil bemo di jalan Kebon Kacang IV no. 14, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (16/8/2017).
|
EditorIcha Rastika

JAKARTA, KOMPAS.com - Saat jarum jam menunjukkan pukul 12.00 WIB, Neneng berada di belakang etalase tua berisi berbagai suku cadang ( onderdil) bemo dan bajaj oranye yang dia jajakan. Wanita berusia lebih dari 80 tahun ini tengah bersiap-siap untuk menutup tokonya.

"Sudah mau jam 12, sudah mau tutup tokonya ini Neng," ujar Neneng saat Kompas.com menyambangi tokonya yang terletak di kawasan Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (16/8/2017).

(Baca juga: Hanya Pengusaha Bemo Boleh Beli Bajaj Qute, Bagaimana Mekanismenya?)

Toko itu tampak sepi. Tak ada pelanggan di toko yang berada di gang sempit tersebut. Neneng mengaku biasa membuka toko itu pukul 06.00 WIB dan menutupnya pukul 12.00 WIB. "Karena tidak mungkin juga ada yang beli," kata dia.

Padahal, dulu toko onderdil bemo dan bajaj ini ramai pengunjung. Neneng bercerita, 50 tahun yang lalu ia dan mendiang suaminya merintis berdirinya toko ini.

Saat itu, toko yang terletak di Gang IV Nomor 14, Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat tersebut khusus menjual berbagai onderdil bemo.

"Dulu laris banget tokonya. Laku keras penjualannya. Lalu kami tambah dengan onderdil bajaj oranye karena waktu itu juga sedang banyak-banyaknya yang membutuhkan," kata Neneng.

Dari hasil penjualan onderdil di toko tersebut, Neneng dapat menyekolahkan anak-anaknya hingga jenjang perguruan tinggi.

Namun, melihat kondisi toko saat ini, Neneng mengaku sedih. Setelah bemo dan bajaj oranye tak lagi diperbolehkan beroperasi di Jakarta, Neneng merasa kehilangan asa.

"Sejak awal tahun ini, enggak ada sama sekali yang datang ke toko ini. Awalnya saya juga jual oli, sampai drum-drum oli saya jual kiloan, onderdil-onderdil bemo juga saya jual kiloan saja," kata dia.

Bahkan, Neneng menduga saat ini kemungkinan besar hanya toko onderdil miliknyalah yang masih bertahan.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BMKG: Jakarta dan Bodebek Diguyur Hujan Hari Ini

BMKG: Jakarta dan Bodebek Diguyur Hujan Hari Ini

Megapolitan
Alasan Polisi Tak Juga Tangkap Pelaku Pencabulan Bocah di Rumah Ibadah

Alasan Polisi Tak Juga Tangkap Pelaku Pencabulan Bocah di Rumah Ibadah

Megapolitan
Rusun Rawa Buaya Dipersiapkan Jadi Tempat Pengungsian Banjir

Rusun Rawa Buaya Dipersiapkan Jadi Tempat Pengungsian Banjir

Megapolitan
Jakarta Utara Disebut Masuk Zona Oranye, Peningkatan Kasus Landai

Jakarta Utara Disebut Masuk Zona Oranye, Peningkatan Kasus Landai

Megapolitan
Selama Januari-November, 49 WNA di Jaksel Dideportasi karena Langgar Keimigrasian

Selama Januari-November, 49 WNA di Jaksel Dideportasi karena Langgar Keimigrasian

Megapolitan
Tim Pemburu Covid-19 Lakukan Tracing dari Laporan Warga dan Data Covid-19

Tim Pemburu Covid-19 Lakukan Tracing dari Laporan Warga dan Data Covid-19

Megapolitan
Jelang Natal dan Tahun Baru, Satpol PP Antisipasi Titik Rawan Kerumunan di Jaktim

Jelang Natal dan Tahun Baru, Satpol PP Antisipasi Titik Rawan Kerumunan di Jaktim

Megapolitan
Debat Pilkada Kota Depok, Idris Sindir Paslon Nomor 1 Tak Suka Ditanya Singkatan

Debat Pilkada Kota Depok, Idris Sindir Paslon Nomor 1 Tak Suka Ditanya Singkatan

Megapolitan
Debat Pilkada Depok Memanas, Afifah Merasa Dilecehkan oleh Imam Budi Hartono

Debat Pilkada Depok Memanas, Afifah Merasa Dilecehkan oleh Imam Budi Hartono

Megapolitan
Afifah Sindir Hasil 15 Tahun PKS Berkuasa di Depok, Imam: Jawabnya Terlalu Jauh

Afifah Sindir Hasil 15 Tahun PKS Berkuasa di Depok, Imam: Jawabnya Terlalu Jauh

Megapolitan
Debat Pilkada Depok, Imam dan Pradi Malah Saling Tuduh soal Singkatan

Debat Pilkada Depok, Imam dan Pradi Malah Saling Tuduh soal Singkatan

Megapolitan
Imam Mengaku 20 Tahun Bekerja untuk Depok, Afifah: Yang Terjadi Kita Jauh Tertinggal

Imam Mengaku 20 Tahun Bekerja untuk Depok, Afifah: Yang Terjadi Kita Jauh Tertinggal

Megapolitan
UPDATE 4 Desember: Pasien Covid-19 di Tangerang Kota Tembus 402, Terbanyak dari Karawaci

UPDATE 4 Desember: Pasien Covid-19 di Tangerang Kota Tembus 402, Terbanyak dari Karawaci

Megapolitan
Jelang Pilkada Tangsel, Azizah-Ruhamaben Mengaku Dapat Wejangan dari Ma'ruf Amin

Jelang Pilkada Tangsel, Azizah-Ruhamaben Mengaku Dapat Wejangan dari Ma'ruf Amin

Megapolitan
Debat Pilkada Depok, Pradi Salah Sebut Nomor Urut Sendiri

Debat Pilkada Depok, Pradi Salah Sebut Nomor Urut Sendiri

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X