Kompas.com - 16/08/2017, 17:11 WIB
Eggi Sudjana ditemui di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (16/8/2017). KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFAREggi Sudjana ditemui di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (16/8/2017).
|
EditorErvan Hardoko

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengacara First Travel Eggi Sudjana mengeluhkan siap kedua kliennya, pendiri First Travel Andika Surachman dan Anniesa Desvitasari Hasibuan, yang enggan mengungkapkan "nasib" dana calon jamaah umrah disimpan.

Akibatnya, Eggi memilih mundur apalagi hingga saat ini jasanya sebagai pengacara belum dibayar Andika, Anniesa, atau petinggi First Travel lainnya.

"Ya sudahlah saya profesional saja, udah di-bully banyak orang, enggak dibayar," kata Eggi  di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (16/8/2017).

Eggi menerima kuasa dari Andika dan Anniesa setelah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membekukan program promo First Travel pada 18 Juli 2017.

Baca: Eggi Sudjana Mundur dari Pengacara First Travel

Sejak saat itu, Eggi telah menempuh sejumlah upaya antara lain meminta pemerintah dan pihak berwenang untuk memberi kesempatan First Travel memberangkatan jemaah atau mengembalikan dana mereka.

Setelah kliennya ditangkap pada Rabu (9/8/2017) atas dugaan melakukan penipuan, Eggi meminta polisi melakukan gelar perkara dan mengajukan permohonan penangguhan penahanan.

"Saya sudah lakukan upaya penangguhan tapi tidak ditanggapi, dan sanggahan saya terhadap Kementerian Agama soal pembekuan juga tidak ditanggapi," ujar Eggi.

Eggi mengatakan, ternyata tanggapan kedua kliennya tak sesuai dengan harapannya. Hal ini ditambah dengan sikap kliennya yang tak terbuka soal uang para calon jemaah.

Baca: Dua Bos First Travel Mengaku Lupa ke Mana Hilangnya Uang Jemaah

"Saya gondok karena dia enggak ada menghargai kita, nyuruh orang ke sini juga enggak pernah. Saya ini lawyer bukan ecek-ecek," ujar Eggi.

Eggi kemudian mengultimatum kliennya sampai Rabu malam ini agar menjelaskan di mana dana jamaah yang harus dipertanggungjawabkan itu disimpan.

Jika kedua kliennya tetap tak mau terbuka, maka Eggi akan mundur dari kasus ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sudah Sebulan 400 KK di Kampung Nelayan Marunda Alami Krisis Air Bersih

Sudah Sebulan 400 KK di Kampung Nelayan Marunda Alami Krisis Air Bersih

Megapolitan
Lift Macet akibat Kelebihan Muatan, 7 Orang Terjebak Dievakuasi Damkar Kota Bekasi

Lift Macet akibat Kelebihan Muatan, 7 Orang Terjebak Dievakuasi Damkar Kota Bekasi

Megapolitan
Cerita Anies ke Universitas Oxford Jajaki Kerja Sama Pengembangan Kebijakan Publik Jakarta

Cerita Anies ke Universitas Oxford Jajaki Kerja Sama Pengembangan Kebijakan Publik Jakarta

Megapolitan
Warga Bogor Dibegal Saat Pulang Kerja, Korban Dibacok, Motor dan Uangnya Raib

Warga Bogor Dibegal Saat Pulang Kerja, Korban Dibacok, Motor dan Uangnya Raib

Megapolitan
Dentuman Meriam Akan Terdengar Lagi di Depok Besok, Warga Diimbau Tak Panik

Dentuman Meriam Akan Terdengar Lagi di Depok Besok, Warga Diimbau Tak Panik

Megapolitan
Bima Arya Usulkan Sekda Jadi Pj Kepala Daerah

Bima Arya Usulkan Sekda Jadi Pj Kepala Daerah

Megapolitan
TV Tersambar Petir, Sebuah Rumah di Bekasi Dilanda Kebakaran

TV Tersambar Petir, Sebuah Rumah di Bekasi Dilanda Kebakaran

Megapolitan
Besok, Oditur Akan Bantah Pleidoi Kolonel Priyanto Terdakwa Kasus Pembunuhan Handi-Salsabila

Besok, Oditur Akan Bantah Pleidoi Kolonel Priyanto Terdakwa Kasus Pembunuhan Handi-Salsabila

Megapolitan
Pabrik Kimia di Cikarang Dilanda Kebakaran, Pemadaman Butuh Waktu 7 Jam

Pabrik Kimia di Cikarang Dilanda Kebakaran, Pemadaman Butuh Waktu 7 Jam

Megapolitan
Politisi PDI-P: Banyak Program yang Tak Dieksekusi Anies

Politisi PDI-P: Banyak Program yang Tak Dieksekusi Anies

Megapolitan
Seorang Remaja Satroni Rumah Ketua RW di Pulogadung, Curi 3 Ponsel

Seorang Remaja Satroni Rumah Ketua RW di Pulogadung, Curi 3 Ponsel

Megapolitan
Pria yang Tewas Gantung Diri di Apartemen Kawasan Duren Sawit Diduga Terlilit Utang

Pria yang Tewas Gantung Diri di Apartemen Kawasan Duren Sawit Diduga Terlilit Utang

Megapolitan
Ketua DPRD DKI Bakal Panggil Manajemen Ancol karena Khawatir Merugi Saat Formula E Berlangsung

Ketua DPRD DKI Bakal Panggil Manajemen Ancol karena Khawatir Merugi Saat Formula E Berlangsung

Megapolitan
5 Warga Binaan Lapas Kelas IIA Bekasi Terima Remisi Hari Raya Waisak

5 Warga Binaan Lapas Kelas IIA Bekasi Terima Remisi Hari Raya Waisak

Megapolitan
Seorang Pria Ditemukan Tewas Gantung Diri di Apartemen Kawasan Duren Sawit

Seorang Pria Ditemukan Tewas Gantung Diri di Apartemen Kawasan Duren Sawit

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.