Kompas.com - 17/08/2017, 21:20 WIB
Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri dan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat saat peresmian Simpang Susun Semanggi, Kamis (17/8/2017). KOMPAS.com/JESSI CARINA Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri dan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat saat peresmian Simpang Susun Semanggi, Kamis (17/8/2017).
Penulis Jessi Carina
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri datang dalam peresmian Simpang Susun Semanggi, Kamis (17/8/2017). Ditemani Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, Megawati berkeliling area taman Semanggi dan melihat-lihat papan informasi yang ada di sana.

Djarot mengajak Megawati melihat papan sejarah kawasan Semanggi. Keduanga tampak serius berbincang-bincang.

Tidak hanya Djarot, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dan Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto juga ikut menemani Megawati. Megawati ikut memberikan komentarnya terkait proyek Simpang Susun Semanggi.

Baca: Resmikan Simpang Susun Semanggi, Jokowi Puji Ahok-Djarot

"Kalau dalam pemerintahan pak Jokowi, dalam instrukturnya saya perhatikan banyak yang dilakukan, antara lain Simpang Susun Semanggi," ujar Megawati.

Megawati bercerita, ketika dia masih menjadi Presiden, dia sudah melihat kawasan Semanggi yang dibuat oleh Bung Karno tidak mampu lagi menampung kendaraan. Kemacetan pun tidak dapat dihindari di kawasan itu.

Baca: Usai Diresmikan Jokowi, Simpang Susun Semanggi Bernuansa Merah Putih

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dengan adanya Simpang Susun Semanggi, Megawati berharap pemerintah juga memikirkan masalah jumlah kendaraan. Jika jumlah kendaraan tidak dikontrol, kemacetan pasti terus terjadi.

"Jadi harus ada konektivitas antara industri otomotif," kata Megawati.

Kompas TV Djarot Ingin Tetap Gunakan Nama Simpang Susun Semanggi
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dinkes Tangsel Andalkan Kader Jumantik buat Tekan Kasus DBD

Dinkes Tangsel Andalkan Kader Jumantik buat Tekan Kasus DBD

Megapolitan
Besok, Ganjil Genap di Margonda Depok Kembali Berlaku

Besok, Ganjil Genap di Margonda Depok Kembali Berlaku

Megapolitan
Polisi Hentikan Kasus Dugaan Penganiayaan Selebgram Ayu Thalia oleh Nicholas Sean

Polisi Hentikan Kasus Dugaan Penganiayaan Selebgram Ayu Thalia oleh Nicholas Sean

Megapolitan
Seorang Remaja Tewas Saat Berenang di Pelabuhan Sunda Kelapa Saat Banjir Rob

Seorang Remaja Tewas Saat Berenang di Pelabuhan Sunda Kelapa Saat Banjir Rob

Megapolitan
Seorang Nenek Tewas Mengenaskan Tertabrak Kereta di Kebon Jeruk

Seorang Nenek Tewas Mengenaskan Tertabrak Kereta di Kebon Jeruk

Megapolitan
Imbas Ganjil Genap di Margonda, Akses Menuju Depok dari Lenteng Agung Macet Panjang

Imbas Ganjil Genap di Margonda, Akses Menuju Depok dari Lenteng Agung Macet Panjang

Megapolitan
Kasus DBD Naik, PMI Tangsel Sebut Permintan Trombosit Meningkat

Kasus DBD Naik, PMI Tangsel Sebut Permintan Trombosit Meningkat

Megapolitan
Hari Pertama Dibuka, 500 Pengunjung Sudah Reservasi ke Atlantis Ancol

Hari Pertama Dibuka, 500 Pengunjung Sudah Reservasi ke Atlantis Ancol

Megapolitan
Banjir Rob di Jalan Lodan, Pompa Mobile Dikerahkan untuk Surutkan Genangan

Banjir Rob di Jalan Lodan, Pompa Mobile Dikerahkan untuk Surutkan Genangan

Megapolitan
Imbas Ganjil Genap di Margonda, Macet Panjang dari Jalan Kartini

Imbas Ganjil Genap di Margonda, Macet Panjang dari Jalan Kartini

Megapolitan
229 Bus Berhenti Beroperasi Imbas Kecelakaan, Transjakarta Jamin Layanan Tak Terganggu

229 Bus Berhenti Beroperasi Imbas Kecelakaan, Transjakarta Jamin Layanan Tak Terganggu

Megapolitan
RS Harapan Kita: Haji Lulung Bukan Dibuat Koma, tapi Diberi Obat Penenang

RS Harapan Kita: Haji Lulung Bukan Dibuat Koma, tapi Diberi Obat Penenang

Megapolitan
Ganjil Genap di Jalan Margonda Mulai Berlaku Siang Ini, Begini Situasi di Lokasi

Ganjil Genap di Jalan Margonda Mulai Berlaku Siang Ini, Begini Situasi di Lokasi

Megapolitan
Transjakarta Hentikan Sementara Operasional 229 Bus dari 2 Operator yang Terlibat Kecelakaan

Transjakarta Hentikan Sementara Operasional 229 Bus dari 2 Operator yang Terlibat Kecelakaan

Megapolitan
Polisi Tangkap Penipu Rekrutmen CPNS, Korban Dijanjikan Jadi PNS Kemenkumham dengan Setor Rp 35 Juta

Polisi Tangkap Penipu Rekrutmen CPNS, Korban Dijanjikan Jadi PNS Kemenkumham dengan Setor Rp 35 Juta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.