Kompas.com - 18/08/2017, 12:07 WIB
Agustinus berada di puncak SUTET di Plumpang, Jakarta Utara sejak Senin (14/8/2017). Foto diambil Rabu (16/8/2017). Ridwan Aji Pitoko/KOMPAS.comAgustinus berada di puncak SUTET di Plumpang, Jakarta Utara sejak Senin (14/8/2017). Foto diambil Rabu (16/8/2017).
|
EditorErvan Hardoko

JAKARTA, KOMPAS.com - Serangkaian pemberitaan aksi Agustinus Woro selama ini selalu disebut bahwa pria itu memanjat menara SUTET.

Ternyata, yang dipanjat pria asal NTT itu di Plumpang, Jakarta Utara bukan menara SUTET, meksi terlihat mirip di mata orang awam.

Humas PLN Transmisi Jawa Bagian Barat, Sumber Arustie Utami menjelaskan, menara listrik tegangan tinggi yang dipanjat Agustinus itu berjenis Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT).

Dihubungi Kompas.com, Jumat (18/8/2017), Dhini, panggilan Arustie menjelaskan, terdapat sejumlah perbedaan antara SUTT dan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET).

Baca: Untuk Turunkan Agustinus, Ada Kemungkinan PLN Matikan Aliran Listrik Tower

Kapasitas tegangan listrik yang dihasilkan SUTET sebesar 200kV-500kV atau lebih besar dibanding SUTT yang hanya bertegangan 30kV-150kV.

"Tower yang dinaiki Agustinus itu SUTT bukan SUTET. Memang berbeda tegangan, tapi bahayanya sama karena listrik dengan kapasitas besar," ujar Dhini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dari fisik, tower SUTET lebih besar dibanding dengan SUTT. Ini karena SUTET memiliki kapasitas listrik yang besar membutuhkan isolator yang besar pula, sehingga membutuhkan area yang luas.

Dhini mengatakan, karena memerlukan lahan yang luas, di sejumlah daerah tak banyak berdiri menara SUTET.

Di Jakarta, Bekasi, dan Depok tower SUTET hanya ada di sejumlah wilayah saja seperti di daerah Cawang, Bekasi, dan Gandul.

"Kalau SUTT tersebar di seluruh area di Jakarta, sedangkan di tengah kota kami menggunakan kabel underground dengan SUTT kapasitas 150 KV," ujar Dhini.

Baca: Agustinus Dinilai Memanjat Tower untuk Cari Sensasi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kelabui Polisi Saat Digerebek, Kantor Pinjol Ilegal di Kelapa Gading Mengaku Perusahaan Ekspedisi

Kelabui Polisi Saat Digerebek, Kantor Pinjol Ilegal di Kelapa Gading Mengaku Perusahaan Ekspedisi

Megapolitan
Polisi Pastikan Perusahaan Pinjol Ilegal di Kelapa Gading Tak Lagi Lakukan Penagihan

Polisi Pastikan Perusahaan Pinjol Ilegal di Kelapa Gading Tak Lagi Lakukan Penagihan

Megapolitan
Fakta Baru Kasus Kematian Perempuan di Tol Sedyatmo, Korban Ditabrak Sopir Taksi Online

Fakta Baru Kasus Kematian Perempuan di Tol Sedyatmo, Korban Ditabrak Sopir Taksi Online

Megapolitan
Pemkot Beri Perhatian Khusus pada Empat Kawasan Rawan Banjir di Jakbar

Pemkot Beri Perhatian Khusus pada Empat Kawasan Rawan Banjir di Jakbar

Megapolitan
Perempuan di Pesanggrahan Trauma dan Tak Nafsu Makan karena Pria Masturbasi Buang Sperma di Jok Motornya

Perempuan di Pesanggrahan Trauma dan Tak Nafsu Makan karena Pria Masturbasi Buang Sperma di Jok Motornya

Megapolitan
Sulit Berjalan, Pasien Berbobot 120 Kg Dievakuasi Petugas Damkar dari Lantai 2 Rumah ke RS

Sulit Berjalan, Pasien Berbobot 120 Kg Dievakuasi Petugas Damkar dari Lantai 2 Rumah ke RS

Megapolitan
Rapor Merah 4 Tahun Anies dari LBH: Gimik soal Reklamasi hingga Warga Sulit Punya Rumah di Jakarta

Rapor Merah 4 Tahun Anies dari LBH: Gimik soal Reklamasi hingga Warga Sulit Punya Rumah di Jakarta

Megapolitan
PPKM Jakarta Turun Jadi Level 2

PPKM Jakarta Turun Jadi Level 2

Megapolitan
Babak Baru Kasus Unlawful Killing Laskar FPI, Briptu Fikri dan Ipda Yusmin Didakwa Menganiaya hingga Korban Tewas

Babak Baru Kasus Unlawful Killing Laskar FPI, Briptu Fikri dan Ipda Yusmin Didakwa Menganiaya hingga Korban Tewas

Megapolitan
Cinta Satu Malam di Lokalisasi Gunung Antang Berujung Tewasnya Pelanggan yang Ogah Bayar

Cinta Satu Malam di Lokalisasi Gunung Antang Berujung Tewasnya Pelanggan yang Ogah Bayar

Megapolitan
UPDATE 18 Oktober: Tambah 1 Kasus Covid-19 di Kota Tangerang, 40 Pasien Dirawat

UPDATE 18 Oktober: Tambah 1 Kasus Covid-19 di Kota Tangerang, 40 Pasien Dirawat

Megapolitan
Bela Anies yang Diberi Rapor Merah, Wagub DKI: Tanya Masyarakat, Jakarta Semakin Baik...

Bela Anies yang Diberi Rapor Merah, Wagub DKI: Tanya Masyarakat, Jakarta Semakin Baik...

Megapolitan
Beri Rapor Merah untuk Anies, LBH Sebut Sulit Punya Tempat Tinggal di Jakarta

Beri Rapor Merah untuk Anies, LBH Sebut Sulit Punya Tempat Tinggal di Jakarta

Megapolitan
LBH Jakarta Sebut Pemprov DKI Masih Setengah Hati Tangani Pandemi Covid-19

LBH Jakarta Sebut Pemprov DKI Masih Setengah Hati Tangani Pandemi Covid-19

Megapolitan
Kantor Pinjol Ilegal di Kepala Gading Sepi Saat Digerebek, Ternyata Pegawainya WFH

Kantor Pinjol Ilegal di Kepala Gading Sepi Saat Digerebek, Ternyata Pegawainya WFH

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.