Jembatan Pulau C-Dadap Akan Jadi Jalur Alternatif Angkutan Barang

Kompas.com - 22/08/2017, 11:00 WIB
Suasana permukiman di kawasan Dadap, Kosambi, Kabupaten Tangerang, Jumat (28/7/2017) siang. Warga setempat membangun hunian lagi di sana setelah sebelumnya sempat ditertibkan oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang. KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERA Suasana permukiman di kawasan Dadap, Kosambi, Kabupaten Tangerang, Jumat (28/7/2017) siang. Warga setempat membangun hunian lagi di sana setelah sebelumnya sempat ditertibkan oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang.
|
EditorDian Maharani

TANGERANG, KOMPAS.com - Keberadaan jembatan penghubung Pulau C hasil reklamasi di pantai utara Jakarta dengan kawasan Dadap di Kabupaten Tangerang akan menjadi jalur alternatif, khususnya bagi kendaraan industri pengangkut barang.

Selama ini, angkutan barang di kawasan pergudangan Kosambi dan Dadap harus melintasi satu jalan, yakni Jalan Kali Perancis menuju Bandara Soekarno-Hatta, untuk ke Jakarta yang kerap macet pada jam-jam sibuk.

"Jembatan itu dapat mengurangi beban volume lalu lintas dari arah utara. Jadi, kalau mau ke Jakarta mereka bisa lewat sana, tidak perlu ke Jalan Kali Perancis," kata Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang Slamet Budi Mulyanto saat dihubungi Kompas.com pada Selasa (22/8/2017).

Akses menuju jembatan ke Pulau C akan ada di daerah pantai Pasir Putih Dadap. Rencananya, jembatan akan membentang sepanjang 900 meter hingga satu kilometer dengan tinggi sekitar sepuluh meter di atas permukaan laut.

Baca: Jembatan Penghubung Pulau C dengan Dadap Didesain Sepanjang 1 Km

Di jembatan tersebut, akan dibuat empat lajur, dengan lebar 3,5 meter untuk masing-masing lajur.

Lebar keempat lajur itu belum termasuk dengan trotoar dan fasilitas lain yang akan dibangun di sana nantinya.

Rencananya, Rabu (23/8/2017) esok, pihak Kabupaten Tangerang melalui Pemerintah Provinsi Banten akan menandatangani nota kesepahaman atau MoU (Memorandum of Understanding) dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengenai pembangunan jembatan.

Setelah tanda tangan MoU, akan dijelaskan lebih lanjut soal spesifikasi jembatan hingga berapa dana yang dibutuhkan untuk pengerjaan tersebut.

Baca: Pulau C dan D Akan Dibangun Rusun Nelayan hingga Pusat Bisnis

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

APBD Defisit, Mengapa Pembebasan Tanah untuk Normalisasi Ciliwung Dikorbankan?

APBD Defisit, Mengapa Pembebasan Tanah untuk Normalisasi Ciliwung Dikorbankan?

Megapolitan
Bangunan SD yang Roboh di Tangerang Pernah Dua Kali Direnovasi

Bangunan SD yang Roboh di Tangerang Pernah Dua Kali Direnovasi

Megapolitan
4 Tips Berburu Baju Bekas di Pasar Baru

4 Tips Berburu Baju Bekas di Pasar Baru

Megapolitan
Rezeki Nomplok Tukang Foto Copy Gara-gara Tingginya Permohonan SKCK

Rezeki Nomplok Tukang Foto Copy Gara-gara Tingginya Permohonan SKCK

Megapolitan
Lantai JPO GBK yang Patah Gara-gara GrabWheels Telah Diperbaiki

Lantai JPO GBK yang Patah Gara-gara GrabWheels Telah Diperbaiki

Megapolitan
Disdik Duga Bangunan SDN Malangnengah II Tangerang Ambruk Karena Pancaroba

Disdik Duga Bangunan SDN Malangnengah II Tangerang Ambruk Karena Pancaroba

Megapolitan
Tertipu Arisan Online Tanpa Riba, Warga Bekasi  Dijanjikan Uang Tanpa Kocok

Tertipu Arisan Online Tanpa Riba, Warga Bekasi Dijanjikan Uang Tanpa Kocok

Megapolitan
Bima Arya Anggap Pilkada Langsung yang Terbaik, Cukup Perbaiki Sistemnya

Bima Arya Anggap Pilkada Langsung yang Terbaik, Cukup Perbaiki Sistemnya

Megapolitan
Polisi Tangkap 5 Tersangka Pencuri Truk di Jakarta

Polisi Tangkap 5 Tersangka Pencuri Truk di Jakarta

Megapolitan
Desember 2019, Pemprov DKI Rampungkan Regulasi Jalur Skuter Listrik

Desember 2019, Pemprov DKI Rampungkan Regulasi Jalur Skuter Listrik

Megapolitan
Pesepeda yang Masuk Lajur Jalan Biasa Tak Akan Dikenai Sanksi

Pesepeda yang Masuk Lajur Jalan Biasa Tak Akan Dikenai Sanksi

Megapolitan
Anggaran Konsultan Penataan 76 RW Kumuh Dipangkas Lebih dari Setengah

Anggaran Konsultan Penataan 76 RW Kumuh Dipangkas Lebih dari Setengah

Megapolitan
Dishub DKI Larang GrabWheels Melintas di JPO, Trotoar, dan Saat CFD

Dishub DKI Larang GrabWheels Melintas di JPO, Trotoar, dan Saat CFD

Megapolitan
Kisah Elin Si Pedagang Baju Bekas, Bangkit Pasca Kebakaran hingga Dapat Pelanggan Artis

Kisah Elin Si Pedagang Baju Bekas, Bangkit Pasca Kebakaran hingga Dapat Pelanggan Artis

Megapolitan
William PSI Terancam Sanksi Teguran Tertulis karena Buka Anggaran Janggal ke Publik

William PSI Terancam Sanksi Teguran Tertulis karena Buka Anggaran Janggal ke Publik

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X