Nikmatnya "Elevated Busway" Ciledug-Tendean, Kemewahan Tiada Tanding

Kompas.com - 23/08/2017, 15:25 WIB
Bus transjakarta melintas di koridor 13 Cileduk - Tendean, Jakarta Selatan, Senin (14/8/2017). Layanan transjakarta koridor 13 mulai beroperasi hari ini, meskipun beberapa halte di koridor tersebut masih belum bisa difungsikan. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOBus transjakarta melintas di koridor 13 Cileduk - Tendean, Jakarta Selatan, Senin (14/8/2017). Layanan transjakarta koridor 13 mulai beroperasi hari ini, meskipun beberapa halte di koridor tersebut masih belum bisa difungsikan.
EditorAmir Sodikin

SI BONGSOR melaju kencang berkecepatan maksimal 50 kilometer per jam. Dari atas jalan layang, penumpang menikmati pemandangan berupa bangunan rumah berimpitan, pusat perbelanjaan, hotel, apartemen, dan mobil lalu-lalang di bawahnya.

Hari-hari terakhir ini, saya merasa jadi penumpang istimewa transjakarta koridor 13 rute Ciledug-Tendean, berangkat dari rumah di kawasan CBD Ciledug ke kantor saya di kawasan Slipi, Jakarta Barat. Saya dapat kursi karena memang naik dari halte pertama di Puri Beta.

Sambil menikmati pemandangan ibu kota dari elevated busway, saya berimajinasi, seharusnya dahulu kala transportasi publik menjadi tools keberpihakan pemerintah kepada warga negaranya, dan bukan kepada investor asing yang kini merajai konglomerasi industri otomotif kendaraan pribadi. 

Nah, dalam tempo kurang dari 30 menit, saya sudah sampai di  halte Jalan Kapten Tendean yang berjarak 15 kilometer dari Puri Beta, berjalan kaki ke halte Tegal Parang pindah transjakarta, dan tak lama pula saya sampai di halte Slipi .


Baca juga: Djarot: Koridor 13 Transjakarta Hadiah bagi Seluruh Warga

Sebagai warga megapolitan Ibu Kota, baru kali ini saya merasa kemewahan luar biasa agar mudah menembus kemacetan Ibu Kota yang killing fields.

Selama ini dari rumah di Ciledug ke Slipi, saya membutuhkan 2 jam sampai 2,5 jam agar sampai kantor di Slipi bila bawa mobil, dan kini cukup 1 jam sambil bisa berimajinasi liar karena tidak berada di belakang kemudi mobil.

Saya melakukan penghematan mobilitas dari sisi waktu dan juga ongkos transportasi ke tempat kerja.

Dahulu, tahun 1995 ketika pertama kali bermukim di Ciledug, kawasan ini masih tempat “jin buang anak”. Dari Ciledug ke kantor RCTI di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, dan itu berjarak 11 km, tak sampai 30 menit.

Bus transjakarta vintage series melintas di koridor 13 Cileduk - Tendean, Jakarta Selatan, Senin (14/8/2017). Layanan transjakarta koridor 13 mulai beroperasi hari ini, meskipun beberapa halte di koridor tersebut masih belum bisa difungsikan.KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO Bus transjakarta vintage series melintas di koridor 13 Cileduk - Tendean, Jakarta Selatan, Senin (14/8/2017). Layanan transjakarta koridor 13 mulai beroperasi hari ini, meskipun beberapa halte di koridor tersebut masih belum bisa difungsikan.
Ketika tahun 2002, saya pindah kerja dan berkantor di stasiun televisi swasta nasional di kawasan Jalan Tendean Mampang, dari rumah paling lama 45 menit sampai.

Namun citra buruk Ciledug sebagai kawasan macet, selalu saja mendengung saat teman-teman tahu saya bermukim di Ciledug. Padahal saya yang menjalani setiap hari kerja paham betul jalan tikus sehingga perjalanan lebih efisien ke Tendean.

Bermukim di Ciledug, rasanya tak “bergengsi”, namun bagi saya yang menikmati gaya hidup proletar, sejak lama “gengsi” itu menjerit saya injak-injak. Efisiensi suatu kawasan, efektivitas dari sisi keterjangkauan, dan penghargaan terhadap mobilitas waktu, jauh lebih valuable dari sekedar prestise.

Dan kini, buah bermukim 22 tahun di Ciledug, saya nikmati. Karena ada fasilitas elevated busway yang bernilai investasi Rp 2,3 triliun dan penumpang cukup membayar Rp 3.500 sekali jalan.

My house investment @Ciledug has return and getting capital gain at this moment”, kata saya kepada seorang kolega berkebangsaan asing. “Because government has facilitated me infrastructure elevated busway, acces to busssines distric of CBD Jakarta very clear now.”

Si bule cuma manggut-manggut sebab ia tak paham detilnya jalan Ibu Kota. Wow, Rp 2,3 triliun buat jalan layang 9,3 kilometer, plus 5 kilometer jalur umum dirampas ke Puri Beta karena perencanaan tata kota show-off dari awal.

Bus bongsor tak bisa memutar di shelter Adam Malik, dan akhirnya Pemprov DKI harus berbaik-baik dengan Pemerintah Kota Tangerang agar transjakarta dapat akses memutar arah di perumahan Puri Beta.

Ketergantungan itu dimanfaatkan secara cerdik oleh Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah, sebab secara kilat ia dapat konsesi jalur transjakarta akan diperpanjang sampai ke Poris di kawasan Tangcity.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Stres Mau Nikah Diduga Jadi Motif ART Aniaya Bayi 2 Tahun di Depok

Stres Mau Nikah Diduga Jadi Motif ART Aniaya Bayi 2 Tahun di Depok

Megapolitan
Rumah 4 Lantai Dibongkar Satpol PP Jaksel karena Langgar Peraturan Perizinan

Rumah 4 Lantai Dibongkar Satpol PP Jaksel karena Langgar Peraturan Perizinan

Megapolitan
30 Pelajar Diamankan Terkait Perusakan SMK di Depok, 5 Orang Jadi Tersangka

30 Pelajar Diamankan Terkait Perusakan SMK di Depok, 5 Orang Jadi Tersangka

Megapolitan
Raup Rp 2,5 Miliar dari Gelapkan 62 Mobil, Djeni Terlilit Utang

Raup Rp 2,5 Miliar dari Gelapkan 62 Mobil, Djeni Terlilit Utang

Megapolitan
Dishub DKI: Kami Tidak Bisa Larang Penggunaan Bus Zhong Tong

Dishub DKI: Kami Tidak Bisa Larang Penggunaan Bus Zhong Tong

Megapolitan
Pengasuh Aniaya Bocah, Orangtua Korban Penasaran Apa Motifnya

Pengasuh Aniaya Bocah, Orangtua Korban Penasaran Apa Motifnya

Megapolitan
1 November, 59 Bus Zhongtong Beroperasi di Jakarta

1 November, 59 Bus Zhongtong Beroperasi di Jakarta

Megapolitan
Orang Tua YM Curiga karena Pengasuh Mengurung Diri 2 Malam Bersama Anaknya

Orang Tua YM Curiga karena Pengasuh Mengurung Diri 2 Malam Bersama Anaknya

Megapolitan
Kisah Warga Kampung Starling, Demo Bawa Rezeki dan Satpol PP Paling Dihindari

Kisah Warga Kampung Starling, Demo Bawa Rezeki dan Satpol PP Paling Dihindari

Megapolitan
Pemprov DKI Bahas Kenaikan UMP DKI 2020 Sebesar 8 Persen

Pemprov DKI Bahas Kenaikan UMP DKI 2020 Sebesar 8 Persen

Megapolitan
Keluarga Kaget Dengar Djeni Raup Rp 2,5 Miliar dari Penggelapan 62 Mobil

Keluarga Kaget Dengar Djeni Raup Rp 2,5 Miliar dari Penggelapan 62 Mobil

Megapolitan
Sutradara Amir Mirza Gumay Simpan Sabu di Bawah Kitchen Set Rumah

Sutradara Amir Mirza Gumay Simpan Sabu di Bawah Kitchen Set Rumah

Megapolitan
Tujuh Titik Kabel Semrawut di Jakarta Selatan Segera Ditertibkan

Tujuh Titik Kabel Semrawut di Jakarta Selatan Segera Ditertibkan

Megapolitan
Keluarga Djeni Didatangi Banyak Korban Sebelum Penangkapan

Keluarga Djeni Didatangi Banyak Korban Sebelum Penangkapan

Megapolitan
MRT Jakarta Tertibkan Penjualan Benda Tajam di Dalam Stasiun

MRT Jakarta Tertibkan Penjualan Benda Tajam di Dalam Stasiun

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X