Kompas.com - 25/08/2017, 18:04 WIB
Ussy Sulistiawaty bersama anak-anaknya diabadikan di Ballroom Kuningan City, Jakarta Selatan, Senin (12/6/2017). Mereka menghadiri acara bersama dengan para anak yatim dan piatu. KOMPAS.com/TRI SUSANTO SETIAWANUssy Sulistiawaty bersama anak-anaknya diabadikan di Ballroom Kuningan City, Jakarta Selatan, Senin (12/6/2017). Mereka menghadiri acara bersama dengan para anak yatim dan piatu.
|
EditorIcha Rastika

JAKARTA, KOMPAS.com - Polres Metro Jakarta Selatan menangkap MA, perempuan yang menipu artis sinetron Ussy Sulistiawaty. Polisi mempersilakan Ussy menemui MA di tahanan Mapolrestro Jakarta Selatan.

"Boleh saja kalau mau ketemu," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Bismo Teguh Prakoso, Jumat (25/8/2017).

Bismo menyebut, saat ini pihaknya masih mendalami kasus penipuan yang dilakukan MA.

Penipuan ini bermula pada April 2017 lalu ketika MA tergabung dalam sebuah WhatsApp group sosialita Jakarta.

MA masuk ke grup itu setelah dikenalkan oleh pacarnya yang berprofesi sebagai instruktur di sebuah pusat kebugaran para sosialita.

MA yang mengaku bernama Indah Ariani kemudian menawarkan tas Hermes seharga Rp 117 juta ke Ussy.

(Baca juga: Perempuan Ini Tipu Sosialita Jakarta dengan Modus Jualan Tas Mewah)

Lalu, Ussy yang percaya atas tawaran pelaku itu mentransfer uang muka Rp 40 juta dalam dua kali agar tas itu dikirimkan.

Namun, tas tak kunjung datang dan Indah menghilang. Ussy pun melaporkan masalah ini ke polisi. MA akhirnya ditangkap polisi di Probolinggo, Jawa Timur pada Minggu (20/8/2017).

Pada Kamis (24/8/2017), Ussy mengaku ingin menemui Indah. "Aku gemas mau lihat mukanya kayak apa," kata Ussy ketika dihubungi wartawan. 

Istri pembawa acara yang juga artis peran Andhika Pratama ini menyayangkan perilaku Indah yang melakukan penipuan dengan modus belanja online.

Padahal, kata dia, di luar sana masih banyak pedagang yang jujur. Ia menjadikan penipuan ini sebagai pelajaran agar tak terlalu cepat percaya orang lain.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Larangan Mudik Lebaran Berlaku, Tiga Maskapai Masih Beroperasi dari Bandara Soekarno-Hatta

Larangan Mudik Lebaran Berlaku, Tiga Maskapai Masih Beroperasi dari Bandara Soekarno-Hatta

Megapolitan
Varian Virus Corona dari India Sudah Masuk Tangsel, Seperti Apa Bahayanya?

Varian Virus Corona dari India Sudah Masuk Tangsel, Seperti Apa Bahayanya?

Megapolitan
Bertemu Anies, AHY: Dulu Kami Berkompetisi, Sekarang Bersahabat

Bertemu Anies, AHY: Dulu Kami Berkompetisi, Sekarang Bersahabat

Megapolitan
Terminal Pulo Gebang Tak Batasi Keberangkatan Bus Berstiker Khusus Selama Periode Larangan Mudik

Terminal Pulo Gebang Tak Batasi Keberangkatan Bus Berstiker Khusus Selama Periode Larangan Mudik

Megapolitan
John Kei: Saya Minta Dibebaskan, Saya Tak Tahu Masalah Ini

John Kei: Saya Minta Dibebaskan, Saya Tak Tahu Masalah Ini

Megapolitan
Minta Warga Tak Mudik, Anies: Ini Untuk Melindungi Semua

Minta Warga Tak Mudik, Anies: Ini Untuk Melindungi Semua

Megapolitan
Larangan Mudik, Polisi Paksa Putar Balik 1.070 Kendaraan di Tol Cikupa dan Cikarang Barat

Larangan Mudik, Polisi Paksa Putar Balik 1.070 Kendaraan di Tol Cikupa dan Cikarang Barat

Megapolitan
Pohon Tumbang Menimpa Mobil di Jalan Pajajaran Pamulang

Pohon Tumbang Menimpa Mobil di Jalan Pajajaran Pamulang

Megapolitan
Larangan Mudik Lebaran Hari Pertama, Operasional AKAP di Terminal Poris Plawad Dihentikan

Larangan Mudik Lebaran Hari Pertama, Operasional AKAP di Terminal Poris Plawad Dihentikan

Megapolitan
John Kei: Saya Tandatangan BAP karena Anak Saya Ditendang, Ditahan 3 Hari

John Kei: Saya Tandatangan BAP karena Anak Saya Ditendang, Ditahan 3 Hari

Megapolitan
Hari Pertama Larangan Mudik, Ratusan Kendaraan yang Masuk Kota Bogor Diputar Balik

Hari Pertama Larangan Mudik, Ratusan Kendaraan yang Masuk Kota Bogor Diputar Balik

Megapolitan
Dishub DKI: Pergerakan Warga di Kawasan Jabodetabek Tak Perlu SIKM

Dishub DKI: Pergerakan Warga di Kawasan Jabodetabek Tak Perlu SIKM

Megapolitan
Anies ke AHY: Demokrat Melewati Ujian yang Tidak Sederhana

Anies ke AHY: Demokrat Melewati Ujian yang Tidak Sederhana

Megapolitan
Di Persidangan, John Kei Menyatakan Tak Pernah Instruksikan Pembunuhan terhadap Nus Kei

Di Persidangan, John Kei Menyatakan Tak Pernah Instruksikan Pembunuhan terhadap Nus Kei

Megapolitan
Rizieq Shihab kepada Hakim: Saya Sangat Lelah, Semalam Tak Bisa Tidur, Panas Sekali di Penjara

Rizieq Shihab kepada Hakim: Saya Sangat Lelah, Semalam Tak Bisa Tidur, Panas Sekali di Penjara

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X