Pimpinan DPRD DKI Minta Pedagang Bunga di Seluruh TPU Ditata

Kompas.com - 25/08/2017, 20:47 WIB
Maraknya pedagang bunga musiman menjelang puasa di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak, Jakarta Pusat, Selasa (16/5/2017). KOMPAS.com/Dea AndrianiMaraknya pedagang bunga musiman menjelang puasa di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak, Jakarta Pusat, Selasa (16/5/2017).
Penulis Nursita Sari
|
EditorIndra Akuntono


JAKARTA, KOMPAS.com -
Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi meminta Dinas Kehutanan, Pertamanan, dan Pemakaman DKI Jakarta menata pedagang bunga yang berjualan di tempat pemakaman umum (TPU) di Jakarta. Penataan dimaksudkan agar seluruh area TPU lebih rapi.

"Pedagang bunga itu tolong dibuatkan lokasi yang bagus seperti pasar kaget di Blok M, bagus," ujar Prasetio, dalam rapat Badan Anggaran (Banggar) bersama eksekutif di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jumat (25/8/2017).

(baca: Curahan Hati Para Penjual Bunga di TPU Karet Bivak)

Kepala Dinas Kehutanan, Pertamanan, dan Pemakaman DKI Jakarta Djafar Muchlisin menyebut penataan pedagang bunga sudah direalisasikan di beberapa TPU bekerja sama dengan Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan.

Djafar mengungkapkan, penataan akan terus dilakukan karena masih banyak lokasi berjualan pedagang bunga yang kumuh.

"Memang sudah kami bicarakan dengan UMKM supaya jadi binaan UMKM untuk disediakan kiosnya, ditata rapi, sehingga di pelataran atau halaman makam itu rapi," kata Djafar, seusai rapat.

Penataan para pedagang bunga di TPU, kata Djafar, akan menggunakan dana yang berasal dari program corporate social responsibility (CSR) swasta.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X