Selain HGB Pulau D, Belum Ada HGB Pulau Reklamasi Lain yang Diterbitkan

Kompas.com - 29/08/2017, 19:10 WIB
Penampakan pulau C dan D dari atas udara. Pulau C dan D adalah sejumlah pulau yang termasuk dalam proyek reklamasi di Teluk Jakarta. Kompas.com/Alsadad RudiPenampakan pulau C dan D dari atas udara. Pulau C dan D adalah sejumlah pulau yang termasuk dalam proyek reklamasi di Teluk Jakarta.
Penulis Nursita Sari
|
EditorIcha Rastika

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) DKI Jakarta Muhammad Najib Taufieq mengatakan, belum ada pengembang lain yang mengajukan sertifikat hak guna bangunan (HGB) atas pulau- pulau reklamasi yang mereka bangun.

Hingga saat ini, baru PT Kapuk Naga Indah yang mengajukan sertifikat HGB untuk Pulau D. "Kalau pulau-pulau (hasil reklamasi) belum," ujar Najib di Kantor Wilayah BPN DKI Jakarta, Selasa (29/8/2017).

Najib menyampaikan, sertifikat HGB Pulau C pun belum diajukan. Pulau C juga dibangun oleh PT Kapuk Naga Indah.

"Kalau namanya D, ya D (yang sertifikat HGB-nya terbit). Kan sudah mulai ada pembatasnya," kata Najib.

(Baca juga: Sertifikat HGB Pulau D Berlaku 30 Tahun dan Dapat Diperpanjang)

Sertifikat HGB Pulau D atas nama PT Kapuk Naga Indah diterbitkan Kantor Pertanahan Jakarta Utara pada 24 Agustus 2017.

Sertifikat HGB itu dikeluarkan menyusul terbitnya sertifikat hak pengelolaan lahan (HPL) Pulau D atas nama Pemprov DKI Jakarta yang diterbitkan Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/BPN pada 19 Juni 2017.

Selain Pulau D, sertifikat HPL Pulau C sudah diterbitkan Kementerian ATR/BPN. Berdasarkan Data Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta, ada sembilan pengembang yang mendapat bagian dalam pembangunan 17 pulau buatan pada proyek reklamasi di pantai utara Jakarta.

Semua pulau yang ada dalam proyek reklamasi diberi kode huruf A sampai Q. PT Kapuk Naga Indah tercatat menjadi pengembang yang paling banyak mendapat bagian.

Anak perusahaan dari Agung Sedayu ini tercatat menggarap lima pulau, yakni Pulau A, B, C, D, dan E.

(Baca juga: Meskipun HGB Terbit, Pembangunan di Pulau D Belum Bisa Dilanjutkan)

Untuk Pulau F, pembangunannya diserahkan kepada PT Jakarta Propertindo, Pulau G ke PT Muara Wisesa Samudera, dan Pulau H ke PT Taman Harapan Indah.

Tidak semua pulau akan dibangun oleh satu pengembang. Sebab, ada beberapa pulau yang dibangun atas kerja sama dua pengembang.

Pulau-pulau tersebut seperti Pulau I yang pembangunannya akan diserahkan kepada PT Pembangunan Jaya Ancol dan PT Jaladri Eka Pasti, Pulau L ke PT Manggala Krida Yudha dan PT Pembangunan Jaya Ancol, serta Pulau M ke PT Manggala Krida Yudha dan PT Pelindo II.

Sementara itu, pembangunan Pulau J dan K akan diserahkan ke PT Pembangunan Jaya Ancol, Pulau N ke PT Pelindo II, Pulau O ke PT Jakarta Propertindo, serta Pulau P dan Q untuk PT KEK Marunda.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kebakaran di Tangsel, Seorang Anak Terjebak hingga Tewas

Kebakaran di Tangsel, Seorang Anak Terjebak hingga Tewas

Megapolitan
Baim Wong Tak Pernah Curiga Mantan Anak Buah Bakal Curi Motornya

Baim Wong Tak Pernah Curiga Mantan Anak Buah Bakal Curi Motornya

Megapolitan
Mantan Anak Buah Curi Sepeda Motor Baim Wong untuk Bayar Utang

Mantan Anak Buah Curi Sepeda Motor Baim Wong untuk Bayar Utang

Megapolitan
Permintaan Maaf mantan Anak Buah kepada Baim Wong karena Curi Motor

Permintaan Maaf mantan Anak Buah kepada Baim Wong karena Curi Motor

Megapolitan
Tetangga Novel Baswedan Minta Polisi Segera Tuntaskan Kasus Penyiraman Air Keras

Tetangga Novel Baswedan Minta Polisi Segera Tuntaskan Kasus Penyiraman Air Keras

Megapolitan
'Novel Baswedan Beberapa Kali Operasi, Kok Masih Dituduh Rekayasa...'

"Novel Baswedan Beberapa Kali Operasi, Kok Masih Dituduh Rekayasa..."

Megapolitan
Tetangga Novel Baswedan Laporkan Dewi Tanjung atas Tuduhan Laporan Palsu

Tetangga Novel Baswedan Laporkan Dewi Tanjung atas Tuduhan Laporan Palsu

Megapolitan
Rela Rogoh Kocek Jutaan Rupiah demi Hobi Cosplay...

Rela Rogoh Kocek Jutaan Rupiah demi Hobi Cosplay...

Megapolitan
Dua Ormas Bentrok di Bekasi, Satu Orang Terluka

Dua Ormas Bentrok di Bekasi, Satu Orang Terluka

Megapolitan
Keluarga Pengguna GrabWheels yang Tewas Ditabrak Gelar Tabur Bunga

Keluarga Pengguna GrabWheels yang Tewas Ditabrak Gelar Tabur Bunga

Megapolitan
Sudah Lebih Sepekan, Sekda DKI Belum Dihubungi Gerindra soal Usulan Wagub

Sudah Lebih Sepekan, Sekda DKI Belum Dihubungi Gerindra soal Usulan Wagub

Megapolitan
Nenek Sebut Amel Luput dari Penyiraman Air Keras

Nenek Sebut Amel Luput dari Penyiraman Air Keras

Megapolitan
Radio Sonora, Garda Oto, Yello Hotel, dan Harris Convention Hall Bekasi Gelar Fun Rally 2019

Radio Sonora, Garda Oto, Yello Hotel, dan Harris Convention Hall Bekasi Gelar Fun Rally 2019

Megapolitan
Mengadu Nasib di Kawasan Kota Tua, PKL: Kalau Enggak Dagang, Mau Makan Apa?

Mengadu Nasib di Kawasan Kota Tua, PKL: Kalau Enggak Dagang, Mau Makan Apa?

Megapolitan
Korban Penggusuran Sunter Agung Minta Pemprov DKI Sediakan Tempat Usaha

Korban Penggusuran Sunter Agung Minta Pemprov DKI Sediakan Tempat Usaha

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X