Kompas.com - 30/08/2017, 10:01 WIB
Sebuah kegiatan panggung musik bertajuk pentas Ekspresi Seniman Jalanan yang digelar oleh Institut Musisi Jalanan (IMJ) di markas mereka di jalan baru sekitar flyover Arif Rahman Hakim, Depok, Selasa (22/8/2017). Kompas.com/Alsadad RudiSebuah kegiatan panggung musik bertajuk pentas Ekspresi Seniman Jalanan yang digelar oleh Institut Musisi Jalanan (IMJ) di markas mereka di jalan baru sekitar flyover Arif Rahman Hakim, Depok, Selasa (22/8/2017).
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorIndra Akuntono


DEPOK, KOMPAS.com -
Institut Musisi Jalanan (IMJ), selaku kelompok pengamen jalanan, berharap pengamen berlisensi binaan mereka diizinkan tampil di stasiun-stasiun kereta rel listrik (KRL) commuter line.

IMJ menggelar "Ekspresi Musisi Jalanan" pada Mei dan Agustus 2017 untuk menjaring pengamen dan memberikan lisensi berupa sebuah "supercard" sebagai modal untuk bisa tampil di beberapa mal di kawasan Jabodetabek yang sudah bekerja sama.

Para pengamen dari IMJ mendapat dukungan dari Direktorat Kesenian Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Pendiri IMJ, Andi Malewa, menyatakan keinginan tampil di stasiun KRL muncul karena melihat pengamen di luar negeri diizinkan tampil di stasiun.

"Di luar negeri kan biasa ada orang ngamen di stasiun. Dia menghibur orang yang ada di situ," kata Andi, kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

(baca: Lisensi Kemahiran Bermusik demi Tingkatkan Derajat Pengamen)

Menurut Andi, jika diperbolehkan, kelompok pengamen dari IMJ bersedia tampil sejak stasiun mulai dibuka dan berpindah-pindah stasiun.

Andi menyatakan para pengamen tidak meminta bayaran pada pengelola stasiun dan hanya meminta diizinkan membuka kotak untuk menampung uang yang diberikan penumpang.

Sulit diwujudkan

Wakil Direktur Utama Bidang Komunikasi PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) Eva Chairunisa mengatakan sulit memenuhi permintaan IMJ karena dia mengaku belum pernah melihat ada pengamen tampil di stasiun kereta perkotaan di luar negeri.

"Di luar negeri enggak ada (pengamen) yang di dalam area stasiun. Semuanya di luar tepat di depan stasiun. Karena memang area pelayanan diutamakan untuk transportasi publik," kata Eva, Selasa (29/8/2017).

(baca: KCJ: Keinginan Pengamen Berlisensi Tampil di Stasiun Sulit Diwujudkan)

Eva juga belum bisa memberi tanggapan seandainya para pengamen bersedia diberikan lokasi tampil di luar stasiun yang tidak masuk dalam kewenangan PT KCJ. Menurut Eva, saat ini jumlah penumpang layanan KRL terus meningkat sehingga membutuhkan ruang yang cukup untuk menampung arus penumpang di stasiun, baik di peron maupun di hall, khususnya saat masa libur.

Sementara itu, PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyatakan boleh atau tidaknya pengamen tampil di stasiun KRL commuter line tergantung pada para penumpang.

"Kami justru ingin mengedepankan kebutuhan penumpang. Penumpangnya butuh atau tidak dengan kehadiran musisi di stasiun," kata Kepala Humas Daops I PT KAI Suprapto.

Menurut Suprapto, kehadiran pengamen tidak boleh menggangu layanan terhadap penumpang. Suprapto menyatakan karakteristik warga yang menunggu kereta di stasiun tidak bisa disamakan dengan warga yang sedang berada di mal.

"Kalau di mal kan memang mereka jalan-jalan untuk mencari hiburan. Kalau di stasiun kan yang lebih dibutuhkan informasi kedatangan kereta. Apalagi headway kedatangan mereka saat ini 5-10 menit. Apa mereka masih perlu kehadiran musisi?" ujar Suprapto.

Menurut Suprapto, penyelenggaraan acara musik di stasiun lebih memungkinkan jika diadakan untuk penumpang kereta jarak jauh karena banyak penumpang datang lebih awal dari jadwal keberangkatan kereta.

Kehadiran pengamen di stasiun kereta jarak jauh sudah pernah dilakukan di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat; dan Stasiun Gubeng, Surabaya.

Kompas TV Berawal dari video di Facebook, Syamsuddin kini jadi tenar.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tembakkan Gas Air Mata Sebelum Kakek 89 Tahun Dikeroyok, Polisi: Massa Banyak, Kami Sudah Sesuai SOP

Tembakkan Gas Air Mata Sebelum Kakek 89 Tahun Dikeroyok, Polisi: Massa Banyak, Kami Sudah Sesuai SOP

Megapolitan
Manuver Anies Maju di Pilpres 2024: Pamer Kinerja hingga Buat Program Baru di YouTube

Manuver Anies Maju di Pilpres 2024: Pamer Kinerja hingga Buat Program Baru di YouTube

Megapolitan
Keluarga Pemuda yang Diduga Dibunuh Temannya di Bekasi: Kalau Bisa, Nyawa Dibayar Nyawa

Keluarga Pemuda yang Diduga Dibunuh Temannya di Bekasi: Kalau Bisa, Nyawa Dibayar Nyawa

Megapolitan
Jakpro Pastikan Tender Ulang Sirkuit Tak Ganggu Jadwal Formula E

Jakpro Pastikan Tender Ulang Sirkuit Tak Ganggu Jadwal Formula E

Megapolitan
Sabu Senilai Rp 5 Miliar Disita dari Tangan Pengendar Narkoba di Kawasan Wisata Kepulauan Seribu

Sabu Senilai Rp 5 Miliar Disita dari Tangan Pengendar Narkoba di Kawasan Wisata Kepulauan Seribu

Megapolitan
Ada Kasus Covid-19 di SMA Kota Tangerang, Disdik Banten: Bukan Klaster Sekolah

Ada Kasus Covid-19 di SMA Kota Tangerang, Disdik Banten: Bukan Klaster Sekolah

Megapolitan
3 Siswa dan 2 Guru di SMAN 86 Jakarta Terkonfirmasi Positif Covid-19

3 Siswa dan 2 Guru di SMAN 86 Jakarta Terkonfirmasi Positif Covid-19

Megapolitan
Pasien Omicron yang Meninggal di RS Sari Asih Dimakamkan di TPU Jombang

Pasien Omicron yang Meninggal di RS Sari Asih Dimakamkan di TPU Jombang

Megapolitan
Tiga Siswa dan Dua Guru Terpapar Covid-19, SMAN 86 Gelar Tes 'Swab' Massal

Tiga Siswa dan Dua Guru Terpapar Covid-19, SMAN 86 Gelar Tes "Swab" Massal

Megapolitan
Upacara Kremasi Kakek 89 Tahun yang Tewas Dikeroyok Penuh Haru, Keluarga Tak Mampu Bendung Kesedihan

Upacara Kremasi Kakek 89 Tahun yang Tewas Dikeroyok Penuh Haru, Keluarga Tak Mampu Bendung Kesedihan

Megapolitan
Diduga Korban KDRT, Wanita Ini Ditahan Polda Metro Jaya Usai Dilaporkan Suaminya

Diduga Korban KDRT, Wanita Ini Ditahan Polda Metro Jaya Usai Dilaporkan Suaminya

Megapolitan
2 Muridnya Positif Covid-19, SMPN 77 Jakpus Langsung Swab Tes Massal

2 Muridnya Positif Covid-19, SMPN 77 Jakpus Langsung Swab Tes Massal

Megapolitan
Polisi Sebut 5 Tersangka Pengeroyok Kakek 89 Tahun Tak Ada Kaitannya dengan Urusan Sengketa Tanah Korban

Polisi Sebut 5 Tersangka Pengeroyok Kakek 89 Tahun Tak Ada Kaitannya dengan Urusan Sengketa Tanah Korban

Megapolitan
Melonjak, Kasus Aktif Covid-19 di Kota Bekasi Bertambah 654 dalam Sepekan

Melonjak, Kasus Aktif Covid-19 di Kota Bekasi Bertambah 654 dalam Sepekan

Megapolitan
Ditemukan Kasus Covid-19, 7 SMA di Kota Tangerang Batalkan PTM

Ditemukan Kasus Covid-19, 7 SMA di Kota Tangerang Batalkan PTM

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.