Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Harapan Pengamen Berlisensi yang Sulit Diwujudkan

Kompas.com - 30/08/2017, 10:01 WIB
Alsadad Rudi

Penulis


DEPOK, KOMPAS.com -
Institut Musisi Jalanan (IMJ), selaku kelompok pengamen jalanan, berharap pengamen berlisensi binaan mereka diizinkan tampil di stasiun-stasiun kereta rel listrik (KRL) commuter line.

IMJ menggelar "Ekspresi Musisi Jalanan" pada Mei dan Agustus 2017 untuk menjaring pengamen dan memberikan lisensi berupa sebuah "supercard" sebagai modal untuk bisa tampil di beberapa mal di kawasan Jabodetabek yang sudah bekerja sama.

Para pengamen dari IMJ mendapat dukungan dari Direktorat Kesenian Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Pendiri IMJ, Andi Malewa, menyatakan keinginan tampil di stasiun KRL muncul karena melihat pengamen di luar negeri diizinkan tampil di stasiun.

"Di luar negeri kan biasa ada orang ngamen di stasiun. Dia menghibur orang yang ada di situ," kata Andi, kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

(baca: Lisensi Kemahiran Bermusik demi Tingkatkan Derajat Pengamen)

Menurut Andi, jika diperbolehkan, kelompok pengamen dari IMJ bersedia tampil sejak stasiun mulai dibuka dan berpindah-pindah stasiun.

Andi menyatakan para pengamen tidak meminta bayaran pada pengelola stasiun dan hanya meminta diizinkan membuka kotak untuk menampung uang yang diberikan penumpang.

Sulit diwujudkan

Wakil Direktur Utama Bidang Komunikasi PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) Eva Chairunisa mengatakan sulit memenuhi permintaan IMJ karena dia mengaku belum pernah melihat ada pengamen tampil di stasiun kereta perkotaan di luar negeri.

"Di luar negeri enggak ada (pengamen) yang di dalam area stasiun. Semuanya di luar tepat di depan stasiun. Karena memang area pelayanan diutamakan untuk transportasi publik," kata Eva, Selasa (29/8/2017).

(baca: KCJ: Keinginan Pengamen Berlisensi Tampil di Stasiun Sulit Diwujudkan)

Eva juga belum bisa memberi tanggapan seandainya para pengamen bersedia diberikan lokasi tampil di luar stasiun yang tidak masuk dalam kewenangan PT KCJ. Menurut Eva, saat ini jumlah penumpang layanan KRL terus meningkat sehingga membutuhkan ruang yang cukup untuk menampung arus penumpang di stasiun, baik di peron maupun di hall, khususnya saat masa libur.

Sementara itu, PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyatakan boleh atau tidaknya pengamen tampil di stasiun KRL commuter line tergantung pada para penumpang.

"Kami justru ingin mengedepankan kebutuhan penumpang. Penumpangnya butuh atau tidak dengan kehadiran musisi di stasiun," kata Kepala Humas Daops I PT KAI Suprapto.

Menurut Suprapto, kehadiran pengamen tidak boleh menggangu layanan terhadap penumpang. Suprapto menyatakan karakteristik warga yang menunggu kereta di stasiun tidak bisa disamakan dengan warga yang sedang berada di mal.

"Kalau di mal kan memang mereka jalan-jalan untuk mencari hiburan. Kalau di stasiun kan yang lebih dibutuhkan informasi kedatangan kereta. Apalagi headway kedatangan mereka saat ini 5-10 menit. Apa mereka masih perlu kehadiran musisi?" ujar Suprapto.

Menurut Suprapto, penyelenggaraan acara musik di stasiun lebih memungkinkan jika diadakan untuk penumpang kereta jarak jauh karena banyak penumpang datang lebih awal dari jadwal keberangkatan kereta.

Kehadiran pengamen di stasiun kereta jarak jauh sudah pernah dilakukan di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat; dan Stasiun Gubeng, Surabaya.

Kompas TV Berawal dari video di Facebook, Syamsuddin kini jadi tenar.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Nasib Warga Jakarta Tak Pulang Kampung Saat Lebaran, Sulit Cari Warung Makan

Nasib Warga Jakarta Tak Pulang Kampung Saat Lebaran, Sulit Cari Warung Makan

Megapolitan
Jelang Puncak Arus Balik di Terminal Kalideres, Antisipasi Disiapkan

Jelang Puncak Arus Balik di Terminal Kalideres, Antisipasi Disiapkan

Megapolitan
Korban Serangan Celurit di Jaktim Cuma Lecet, Para Pelaku Diburu

Korban Serangan Celurit di Jaktim Cuma Lecet, Para Pelaku Diburu

Megapolitan
Hingga Pukul 18.30 WIB, Sudah 100.000 Pengunjung Masuk ke Ancol

Hingga Pukul 18.30 WIB, Sudah 100.000 Pengunjung Masuk ke Ancol

Megapolitan
Ancol Padat, Pengunjung Disarankan Pakai Transportasi Umum

Ancol Padat, Pengunjung Disarankan Pakai Transportasi Umum

Megapolitan
Saking Panjang Antrean, Seharian Cuma Bisa Main 4 Wahana di Dufan

Saking Panjang Antrean, Seharian Cuma Bisa Main 4 Wahana di Dufan

Megapolitan
Dufan Jadi Spot Primadona, Pengunjungnya Capai 10.000 Orang

Dufan Jadi Spot Primadona, Pengunjungnya Capai 10.000 Orang

Megapolitan
Ramai-ramai Piknik ke Ancol, Carter Angkot dari Jatinegara

Ramai-ramai Piknik ke Ancol, Carter Angkot dari Jatinegara

Megapolitan
Pilih Balik Saat H+3 Lebaran, Warga: Senin Masuk Kerja supaya Ada Waktu Istirahat

Pilih Balik Saat H+3 Lebaran, Warga: Senin Masuk Kerja supaya Ada Waktu Istirahat

Megapolitan
Libur Lebaran H+3, 60.700 Pengunjung Padati Ancol Siang Ini

Libur Lebaran H+3, 60.700 Pengunjung Padati Ancol Siang Ini

Megapolitan
KRL Commuter Line Anjlok di Depan WTC Mangga Dua, Penyebab Belum Diketahui

KRL Commuter Line Anjlok di Depan WTC Mangga Dua, Penyebab Belum Diketahui

Megapolitan
Antisipasi Arus Balik, Terminal Kampung Rambutan Siapkan Angkutan Malam

Antisipasi Arus Balik, Terminal Kampung Rambutan Siapkan Angkutan Malam

Megapolitan
Arus Balik Lebaran, 3.966 Penumpang Tiba di Terminal Kampung Rambutan pada Jumat

Arus Balik Lebaran, 3.966 Penumpang Tiba di Terminal Kampung Rambutan pada Jumat

Megapolitan
Puncak Arus Balik Mudik di Terminal Kampung Rambutan Diprediksi 14 April 2024

Puncak Arus Balik Mudik di Terminal Kampung Rambutan Diprediksi 14 April 2024

Megapolitan
RS Polri Berikan Pendampingan Psikologi terhadap Keluarga Korban Kecelakaan Gran Max di Tol Cikampek

RS Polri Berikan Pendampingan Psikologi terhadap Keluarga Korban Kecelakaan Gran Max di Tol Cikampek

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com