Suporter Tewas, Wali Kota Bekasi Minta Keamanan Stadion Patriot Candrabhaga Ditingkatkan - Kompas.com

Suporter Tewas, Wali Kota Bekasi Minta Keamanan Stadion Patriot Candrabhaga Ditingkatkan

Kompas.com - 04/09/2017, 11:50 WIB
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi saat ditemui di Gedung Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, Senin (4/9/2017).KOMPAS.COM/Anggita Muslimah Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi saat ditemui di Gedung Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, Senin (4/9/2017).

BEKASI, KOMPAS.com - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi meminta keamanan ditingkatkan setiap ada pertandingan di Stadion Patriot Candrabhaga Kota Bekasi.

"Stadion itu dibangun untuk kepentingan masyarakat, di saat terjadi sesuatu dalam proses pertandingan itu, bukan stadionnya yang salah, tetapi pelaksanaannya, yaitu panitia dan keamanannya. Makanya besok harus selektif," ujar Rahmat saat ditemui di Gedung Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, Senin (4/9/2017).

Ia menyampaikan hal tersebut dalam merespons tewasnya seorang suporter Timnas Indonesia, Catur Juliantono (32), akibat terkena petasan saat menonton pertandingan Indonesia versus Fiji di Stadion Patriot Candrabhaga, Sabtu (2/9/2017).

Rahmat menegaskan, penonton sedianya dilarang membawa alat atau sesuatu yang dapat membahayakan keselamatan orang lain.

"Saya prihatin, ini menjadi catatan. Kalau masalah kecolongan, kesempurnaan itu kan milik Tuhan, manusia hanya berupaya. Suporter tewas itu kan persoalan umur, tetapi memang ada prosesnya itu yang harus dievaluasi," kata Rahmat.

(Baca juga: PSSI Janji Santuni Keluarga Suporter yang Tewas Terkena Petasan )

Selain itu, Rahmat meminta agar pengelola stadion tidak lagi memberi kesempatan pada suporter yang dapat membahayakan orang lain dan selalu mengecek bawaan suporter sebelum mereka masuk ke stadion.

Adapun Catur Juliantono tewas setelah terkena petasan yang dilepaskan dari tribune selatan ke tribune timur, persis selepas pertandingan.

Malam itu, Catur langsung dibawa ke Rumah Sakit Mitra Keluarga yang terletak tak jauh dari Stadion Patriot Cadrabhaga.

Catur meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit. Jenazahnya dimakamkan pukul 11.00 WIB di TPU Kampung Sumur, Minggu (3/9/2017).

(Baca juga: Catur yang Tak Pernah Pulang Usai Menyaksikan Timnas Kebanggaannya... )

Kompas TV Polisi Amankan Seorang Suporter dari Keroyokan Massa


Komentar

Terkini Lainnya

Sepanjang Hidupnya, Pria Ini Sudah Lakukan 668 Kejahatan

Sepanjang Hidupnya, Pria Ini Sudah Lakukan 668 Kejahatan

Internasional
Sejak Pukul 11.00, Tiket Elektronik Bisa Digunakan Kembali di Stasiun Tebet

Sejak Pukul 11.00, Tiket Elektronik Bisa Digunakan Kembali di Stasiun Tebet

Megapolitan
Hari Anak Nasional, Ini 5 Tips Awasi Anak Gunakan Gawai dari Kominfo

Hari Anak Nasional, Ini 5 Tips Awasi Anak Gunakan Gawai dari Kominfo

Edukasi
Pengelola RTH Kalijodo Ajak Pengunjung Ikut Jaga Kebersihan Tempat Itu

Pengelola RTH Kalijodo Ajak Pengunjung Ikut Jaga Kebersihan Tempat Itu

Megapolitan
Airin Enggan Bicarakan Suaminya yang Sempat 'Hilang' dari Lapas Sukamiskin

Airin Enggan Bicarakan Suaminya yang Sempat "Hilang" dari Lapas Sukamiskin

Nasional
Wapres Kalla Soroti Polusi Plastik di Kawasan Laut Negara-negara Pasifik

Wapres Kalla Soroti Polusi Plastik di Kawasan Laut Negara-negara Pasifik

Nasional
Pertemuan SBY-Prabowo Bahas Format Koalisi dan Kemungkinan AHY Jadi Cawapres

Pertemuan SBY-Prabowo Bahas Format Koalisi dan Kemungkinan AHY Jadi Cawapres

Nasional
Kader PKS Ingin Mitra Koalisi Pilpres Terbentuk Akhir Juli 2018

Kader PKS Ingin Mitra Koalisi Pilpres Terbentuk Akhir Juli 2018

Nasional
Polda Kepri Gagalkan Penyelundupan 24 Calon TKI Ilegal ke Malaysia

Polda Kepri Gagalkan Penyelundupan 24 Calon TKI Ilegal ke Malaysia

Regional
Saat Lagu 'Ditinggal Rabi' Diubah Jadi Kisah Sulitnya Membuat Skripsi

Saat Lagu "Ditinggal Rabi" Diubah Jadi Kisah Sulitnya Membuat Skripsi

Regional
Pertemuan Elite Demokrat dan Gerindra Bahas Persiapan Pertemuan SBY-Prabowo

Pertemuan Elite Demokrat dan Gerindra Bahas Persiapan Pertemuan SBY-Prabowo

Nasional
Tiket Elektronik Commuter Line Sudah Bisa Digunakan di Stasiun Depok

Tiket Elektronik Commuter Line Sudah Bisa Digunakan di Stasiun Depok

Megapolitan
Kalapas Sukamiskin Terjerat OTT KPK, Komisi III Akan Panggil Menkumham

Kalapas Sukamiskin Terjerat OTT KPK, Komisi III Akan Panggil Menkumham

Nasional
Hari Anak Nasional dan PR Besar Pendidikan Anak Indonesia

Hari Anak Nasional dan PR Besar Pendidikan Anak Indonesia

Edukasi
Daging Ayam Mahal dan Stok Menipis, Pedagang Jual Kepala dan Ceker

Daging Ayam Mahal dan Stok Menipis, Pedagang Jual Kepala dan Ceker

Regional

Close Ads X