Ini "Postingan" Jonru yang Dianggap Pelapor Mengandung Ujaran Kebencian - Kompas.com

Ini "Postingan" Jonru yang Dianggap Pelapor Mengandung Ujaran Kebencian

Kompas.com - 04/09/2017, 17:21 WIB
Muannas Al Aidid, pelapor Jonru Ginting, memenuhi panggilan pemeriksaan Polda Metro Jaya, Senin (4/9/2017).KOMPAS.com/Akhdi Martin Pratama Muannas Al Aidid, pelapor Jonru Ginting, memenuhi panggilan pemeriksaan Polda Metro Jaya, Senin (4/9/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Muannas Al Aidid melaporkan Jonru Ginting ke polisi lantaran diduga menyebarkan ujaran kebencian di media sosial.

Dalam laporan ini, Muannas menyertakan bukti berupa screenshot postingan Jonru di media sosialnya dari Maret hingga Agustus 2017.

Muannas menilai postingan Jonru di media sosialnya banyak yang memenuhi unsur penyebaran ujaran kebencian.

"'Kita merdeka dari jajahan Belanda tahun 1945, tapi 2017 belum merdeka dari jajahan China'. Nah ini kan bukan kritik, tapi ujaran kebencian, karena mendorong, membenturkan agama dan etnis tertentu," ujar Muannas di Mapolda Metro Jaya, Senin (4/9/2017).

Selain itu, kata Muannas, postingan Jonru yang mengandung unsur ujaran kebencian soal tudingannya bahwa pemerintah menyogok PBNU agar menyetujui Perppu Ormas.

Baca: Diperiksa Polisi, Pelapor Jonru Akan Klarifikasi Bukti yang Diserahkan

"Ujaran kebencian ini kan dampaknya bukan individu, siapapun bisa, ormas islam juga bisa jadi korban. Nah ini yang kemudian bisa menimbulkan kegelisahan kan, baik antara pengurus kemudian antara warga," ucap dia.

Muannas menambahkan, ada juga postingan Jonru yang dia nilai menghina Presiden Jokowi.

"Kemudian selain kata kata itu tadi ada kan asal usul Jokowi, itu kan sebetulnya sudah selesai karena sudah ada putusan Bambang Tri Mulyono di PN Blora, tapi akun Jonru sama sekali dia tidak pernah melakukan klarifikasi dan permintaan maaf," kata Muannas.

Muannas Al Aidid melaporkan Jonru Ginting ke Polda Metro Jaya pada Kamis (31/8/2017). Laporan ini diterima polisi dalam laporan bernomor: LP/4153/ VIII/2017/ PMJ/Dit.

Baca: Polisi Akan Minta Keterangan Jonru soal Laporan Ujaran Kebencian

Reskrimsus. Dalam laporan itu, polisi menyertakan Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45 ayat 2 Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Terkait laporan ini, Jonru mengaku baru tahu ia dilaporkan ke polisi dari informasi di media sosial. Jonru menyampaikan, sejumlah pengacara mengaku siap mendampinginya untuk menghadapi proses hukum kasus tersebut.

Dia menyerahkan seluruh proses kasus ini ke pengacaranya. Namun, dia tak menjelaskan secara rinci siapa pengacara yang akan mendampinginya.


EditorDian Maharani

Terkini Lainnya


Close Ads X