Kegembiraan Kecil di Gang Abdul Jabar Halaman 2 - Kompas.com

Kegembiraan Kecil di Gang Abdul Jabar

Kompas.com - 05/09/2017, 14:53 WIB
Seorang pemulung melintas di depan mural bergambar Gajah-Gajah di Festival Gang Abdul Jabar ke-2, 2017.Fendi Siregar Seorang pemulung melintas di depan mural bergambar Gajah-Gajah di Festival Gang Abdul Jabar ke-2, 2017.

Festival Gang

Festival Gang awalnya diawali ide sederhana, sekelompok seniman dan pekerja kreatif, pelukis dan disainer, serta fotographer di komunitas Urban Space ingin menularkan optimisme hidup pada warga sekitar.

Terlebih warga yang kurang mampu, bersama membangun harap lewat seni. Workshop demi workshop digelar, pertemuan-demi pertemuan direncanakan dengan pemuda karang taruna setempat serta ketua RT.

Mereka memusatkan perhatian, bagaimana seharusnya mendidik dalam waktu sama terdidik diri sendiri sebagai manusia? Tak ada metode yang ketat, guru dan murid setara, berani melapangkan dadanya, mengasah daya nalar dan memahami kepekaan intuisi dari lingkungan sekitar.

Mereka pun membebaskan kreativitas yang dipilih paling sederhana dengan merangkai daun janur untuk membuat ketupat atau mempertanyakan kembali, kenapa harus membuat “rajah” ala Henna untuk mengindahkan tangan-tangan mungil anak-anak yang sudah indah itu?

Untuk apa sebenarnya berkesenian itu? Melepaskan lara dalam keseharian atau membagi beban agar tetap tertahan?

Baca juga: Bekas Lokalisasi Dolly Kini Dipenuhi Lukisan Mural

Satu demi satu kantung-kantung komunitas seni dari daerah lain terketuk dan tertarik bergabung sejak 2011. Tatkala festival gang pertama digelar, seniman-seniman street art pun menyambangi, sampai sanggar-sanggar kesenian lokal, tradisi budaya Betawi digeber untuk memeriahkan panggung pertunjukan yang dihelat pada bulan Agustus.

Fendi Siregar, seorang fotografer senior dan pengajar di Istitut Kesenian Jakarta (IKJ) sampai perlu dua kali hadir, merekam perayaan ke-2 Festival Gang abdul Jabar unik ini pada 19 Agustus 2017 lalu.

Disusul dua orang penyair Amien Kamil dan Sihar Ramses Simatupang, seniman street art dari Jogjakarta Media Legal, komunitas lain seperti Jakarta Art Movement (JAM), Wedha Pop Art Portrait (WPAP), komunitas Taring Babi, serta seorang DJ muda, Willy Winarko yang sekaligus Youtuber menyumbangkan talenta-talentanya.

Anak-anak sedang bermain-main di depan mural bertuliskan Festival Gang Abdul Jabar yang akan diisi warna dan ornamennya oleh teman-teman sebayanya pada sore hari 19 Agustus 2017.Fendi Siregar Anak-anak sedang bermain-main di depan mural bertuliskan Festival Gang Abdul Jabar yang akan diisi warna dan ornamennya oleh teman-teman sebayanya pada sore hari 19 Agustus 2017.
Fendi Siregar membidik kameranya pada anak-anak kecil yang bermain dan mempersiapkan diri dengan cat warna-warni untuk mengisi pola-pola dan ornamen doodle dari mural yang disediakan ditembok, sampai mengambil angle tertentu untuk atraksi pencak silat dari ritual Palang Pintu yang dilakukan sanggar kesenian Betawi Kembang Kelapa.

Foto lainnya, Fendi menyukai kondisi kekontrasan lukisan mural gajah-gajah, simbol sang kuat dan dihadapkan pada seorang pemulung yang melintas di depan mural. Apakah ia ingin mengutarakan kesenjangan yang terjadi? Bisa jadi.

Kegembiraan kecil di Gang Abdul Jabar mungkin tak begitu penting, ditekan gemuruhnya kota jumawa seperti Jakarta dengan seluruh masalah lebih besar lainnya. Namun, ia adalah wajah kita bersama yang tiap hari ditoreh kegundahan-kegundahan di kota yang sama.

Sekali tiap tahun, mereka semua, orang-orang sederhana itu membasuhnya dengan kegembiraan-kegembiraan kecil. Kemudian menyeringai dan tertawa-tawa bersama di bulan sakral bagi Kemerdekaan bangsa Indonesia.

Sajak penyair Sihar Ramses Simatupang malam itu di panggung bergetar dibacakan. Mengalirkan energi empati untuk tetap terus berharap:

aku pergi seperti seribu pesakitan,
yang membawa bertumpuk
amanat nenek moyang.
angkat tilammu,
pakailah kasutmu.
tarikkan nafasmu,
hentakkan tenagamu.
berangkatlah dengan seribu zirah
setumpuk pustaka
sekibar bendera
di tangan tercancang.
Indonesia:
adalah nafas kita.


Page:
EditorAmir Sodikin
Komentar

Terkini Lainnya

Uni Emirat Arab Siap Dukung Penarikan Mundur Pemberontak Yaman

Uni Emirat Arab Siap Dukung Penarikan Mundur Pemberontak Yaman

Internasional
Pemkot Jakbar Cari Lokasi Pengganti Tempat Pembuangan Sampah yang Dikeluhkan Warga

Pemkot Jakbar Cari Lokasi Pengganti Tempat Pembuangan Sampah yang Dikeluhkan Warga

Megapolitan
Tugas Perdana dari Mendagri, Pj Gubernur Sumut Datangi Danau Toba

Tugas Perdana dari Mendagri, Pj Gubernur Sumut Datangi Danau Toba

Regional
KPU NTT Kesulitan Atur Akun Medsos yang Kampanye Saat Masa Tenang

KPU NTT Kesulitan Atur Akun Medsos yang Kampanye Saat Masa Tenang

Regional
Menengok Saluran Air Penuh Sampah di Duren Sawit

Menengok Saluran Air Penuh Sampah di Duren Sawit

Megapolitan
Cerita Korban Terpeleset Cairan Licin Diduga Oli di Pejompongan

Cerita Korban Terpeleset Cairan Licin Diduga Oli di Pejompongan

Megapolitan
415 Pengamat Internasional Terakreditasi Pantau Pemilu Turki

415 Pengamat Internasional Terakreditasi Pantau Pemilu Turki

Internasional
Jika Ada Polisi Tidak Netral di Pilkada Jabar, Laporkan ke Kapolda

Jika Ada Polisi Tidak Netral di Pilkada Jabar, Laporkan ke Kapolda

Regional
Nurdin Halid Ungkap Ada Menteri Intervensi Pilkada Sulsel Sampai Ancam Bupati

Nurdin Halid Ungkap Ada Menteri Intervensi Pilkada Sulsel Sampai Ancam Bupati

Regional
Antisipasi 'Serangan Fajar' di Pilkada Jatim, PDI-P Intruksikan Kadernya Ronda

Antisipasi "Serangan Fajar" di Pilkada Jatim, PDI-P Intruksikan Kadernya Ronda

Nasional
'Baju Kertasku', Saat Kertas Bekas Jadi Berkah Bagi Keluarga Tak Mampu

"Baju Kertasku", Saat Kertas Bekas Jadi Berkah Bagi Keluarga Tak Mampu

Megapolitan
Dorong Pilkada Damai, MUI dan Polda Jabar Gelar Halal Bihalal dan Istigtsah

Dorong Pilkada Damai, MUI dan Polda Jabar Gelar Halal Bihalal dan Istigtsah

Regional
Basarnas akan Menganalisa Temuan Objek di Kedalaman 490 Meter di Danau Toba

Basarnas akan Menganalisa Temuan Objek di Kedalaman 490 Meter di Danau Toba

Regional
Tim Pemenangan Sudirman-Ida Protes TPS Digelar di Dalam Rumah

Tim Pemenangan Sudirman-Ida Protes TPS Digelar di Dalam Rumah

Regional
Pulangkan Sisa Jenazah Tentara Korban Perang, AS Kirim 100 Peti Mati ke Korea

Pulangkan Sisa Jenazah Tentara Korban Perang, AS Kirim 100 Peti Mati ke Korea

Internasional

Close Ads X