Rektor UNJ: Ada Kok Anak Dosen yang Jadi Dosen di UNJ

Kompas.com - 06/09/2017, 05:48 WIB
Rektor Universitas Negeri Jakarta, Djaali saat ditemui di Rektorar UNJ, Senin (14/8/2017)Kompas.com/David Oliver Purba Rektor Universitas Negeri Jakarta, Djaali saat ditemui di Rektorar UNJ, Senin (14/8/2017)

JAKARTA, KOMPAS.com - Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Djaali mengatakan, tak ada larangan bagi anggota keluarga civitas akademika di UNJ untuk melamar sebagai dosen atau posisi lain di UNJ.

Djaali mengatakan, sah-sah saja ada anggota keluarga dari civitas akademika UNJ yang bekerja di UNJ, asal melalui jalur dan prosedur yang berlaku serta memiliki kompetensi yang sesuai di bidangnya.

"Ada kok anak dosen yang jadi dosen di sini. Masak harus melarang anak dosen jadi dosen di sini. Kalau anak jenderal mau jadi polisi masa harus dilarang jadi polisi," ujar Djaali ditemui di Kampus UNJ, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (5/9/2017).

Baca: Ombudsman Nilai Rektor UNJ Lakukan Maladministrasi atas Dugaan Nepotisme


Djaali mengatakan, cukup banyak anggota keluarga dari civitas akademika UNJ yang melamar sebagai dosen UNJ atau posisi lainnya. Dia memastikan, dalam sistem penerimaannya tidak ada unsur nepotisme. Seluruh penerimaan dilakukan secara terbuka dan transparan.

Selain itu, kemampuan para calon pelamar juga diuji tanpa membeda-bedakan tes yang harus dilalui. Pihaknya juga menyerahkan kepada kementerian terkait terhadap formasi yang dibutuhkan di UNJ.

Baca: Rektor UNJ Bantah Tudingan Nepotisme yang Dilaporkan Sejumlah Dosen

Djaali mengatakan, tak semua anak dari civitas akademika UNJ diterima di UNJ. Ada juga yang tak lulus dalam seleksi karena kalah bersaing dengan calon pelamar lainnya.

"Ada juga anak dosen yang enggak diterima kalau dia enggak sesuai standar. Dua rektor sebelum saya anaknya dosen, tapi semua harus memenuhi syarat," ujar Djaali.

Baca: Merasa Difitnah Lakukan Nepotisme, Rektor UNJ Lapor ke Polisi

Sejumlah dosen UNJ yang mengatasnamakan diri sebagai Aliansi Dosen UNJ melaporkan Djaali ke Ombusdman atas tudahan tindakan nepotisme karena mengangkat sejumlah anggota keluarganya di UNJ. Namun, Djaali membantah tuduhan itu.

Dia mengatakan bahwa seluruh anggota keluarganya diangkat sesuai dengan mekanisme yang ditetapkan di UNJ.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


EditorAna Shofiana Syatiri
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Sebuah Gudang Daging di Pulogadung Terbakar

Sebuah Gudang Daging di Pulogadung Terbakar

Megapolitan
DKI Akan Larang Plastik Sekali Pakai, kecuali Jenis Rol Pembungkus

DKI Akan Larang Plastik Sekali Pakai, kecuali Jenis Rol Pembungkus

Megapolitan
Warga Keluhkan Pengolahan Semen, PT Adhimix Precast Indonesia Klaim Punya Amdal

Warga Keluhkan Pengolahan Semen, PT Adhimix Precast Indonesia Klaim Punya Amdal

Megapolitan
Hari Anak Nasional, Anies Ingin Wujudkan Jakarta sebagai Kota Ramah Anak

Hari Anak Nasional, Anies Ingin Wujudkan Jakarta sebagai Kota Ramah Anak

Megapolitan
Gantikan Pak Ogah, Pemkot Bekasi Tarik Retribusi Parkir Minimarket Rp 2.000

Gantikan Pak Ogah, Pemkot Bekasi Tarik Retribusi Parkir Minimarket Rp 2.000

Megapolitan
Larang Plastik Sekali Pakai, DKI Bisa Kurangi 3 Juta Lembar Sampah Per Tahun

Larang Plastik Sekali Pakai, DKI Bisa Kurangi 3 Juta Lembar Sampah Per Tahun

Megapolitan
Camat Fauzi Sebut Warga Tidak Perlu Khawatir soal Pengolahan Semen di Gambir

Camat Fauzi Sebut Warga Tidak Perlu Khawatir soal Pengolahan Semen di Gambir

Megapolitan
Pengelola Islamic Centre Bekasi Sepakat 4.986 Meter Lahannya untuk Tol Becakayu

Pengelola Islamic Centre Bekasi Sepakat 4.986 Meter Lahannya untuk Tol Becakayu

Megapolitan
Ini Kiat Kopral Jaga Perlintasan Kereta di Bekasi Selain Pakai Jurus Silat

Ini Kiat Kopral Jaga Perlintasan Kereta di Bekasi Selain Pakai Jurus Silat

Megapolitan
DKI Belum Atur Penggunaan Plastik Sekali Pakai di Warung-warung Kecil

DKI Belum Atur Penggunaan Plastik Sekali Pakai di Warung-warung Kecil

Megapolitan
Jefri Nichol Ditangkap dengan Barang Bukti 6 Gram Ganja

Jefri Nichol Ditangkap dengan Barang Bukti 6 Gram Ganja

Megapolitan
Dengan Kereta Cepat, Waktu Jakarta-Karawang Kurang dari 15 Menit

Dengan Kereta Cepat, Waktu Jakarta-Karawang Kurang dari 15 Menit

Megapolitan
Mengapa Kopral Jaga Pelintasan Kereta Sambil Bergaya Silat?

Mengapa Kopral Jaga Pelintasan Kereta Sambil Bergaya Silat?

Megapolitan
DKI Siapkan Insentif bagi Pusat Perbelanjaan yang Tak Sediakan Plastik Sekali Pakai

DKI Siapkan Insentif bagi Pusat Perbelanjaan yang Tak Sediakan Plastik Sekali Pakai

Megapolitan
Tolak Ganti Rugi Korban Salah Tangkap, Kemenkeu Sebut Pengamen Dilarang di Jakarta

Tolak Ganti Rugi Korban Salah Tangkap, Kemenkeu Sebut Pengamen Dilarang di Jakarta

Megapolitan
Close Ads X