Kepegawaian UNJ Akan Panggil Seluruh Dosen yang Lapor ke Ombusdman

Kompas.com - 06/09/2017, 06:13 WIB
Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Djaali, Selasa (5/9/2017), membantah tuduhan adanya nepotisme dalam pengangkatan anggota keluarganya menjadi bagian dari civitas akademika UNJ.Kompas.com/David Oliver Purba Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Djaali, Selasa (5/9/2017), membantah tuduhan adanya nepotisme dalam pengangkatan anggota keluarganya menjadi bagian dari civitas akademika UNJ.

JAKARTA, KOMPAS.com - Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Djaali mengatakan, pihaknya melalui Bidang Kepegawaian UNJ akan memanggil sejumlah dosen yang melaporkan Djaali ke Ombusdman.

Sejumlah dosen yang menyebut diri sebagai aliansi dosen UNJ melaporkan Djaali ke Ombusdman atas tuduhan melakukan nepotisme dengan mengangkat anggota keluarganya menjadi bagian dari civitas akademika UNJ.

Djaali mengatakan, pemanggilan itu dilakukan untuk menanyakan dasar pelaporan dari para dosen.

"Kami akan tanyakan, apakah mereka enggak puas dengan sesuatu?" ujar Djaali saat ditemui di UNJ, Jakarta Timur, Selasa (5/9/2017).

Baca: Ombudsman Nilai Rektor UNJ Lakukan Maladministrasi atas Dugaan Nepotisme

Secara terpisah, Kepala Bagian Biro Umum dan Kepegawaian UNJ Miswan mengatakan, pihaknya akan melakukan pemanggilan para dosen sebanyak tiga kali. Setiap pemanggilan akan diberi rentang waktu sepekan.

Pada panggilan itu, para dosen diminta untuk menemui dekan fakultas masing-masing untuk menjelaskan masalah pelaporan tersebut. Jika tidak digubris, ada kemungkinan para dosen akan diberi sanksi. Namun, Miswan tak menyebut sanksi yang dimaksud.

Baca: Rektor UNJ Bantah Tudingan Nepotisme yang Dilaporkan Sejumlah Dosen

"Kami kepegawaian wajib memberikan pembinaan. Kami akan buatkan surat panggilan pertama, kedua dan ketiga. Tujuannya agar semua menaati aturan aparatur sipil negara," ujar Miswan.

Baca: Rektor UNJ: Ada Kok Anak Dosen yang Jadi Dosen di UNJ

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


EditorAna Shofiana Syatiri
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

'Seabrek' Tugas Pemadam Kebakaran: Padamkan Api, Tangkap Biawak hingga Melepas Cincin

"Seabrek" Tugas Pemadam Kebakaran: Padamkan Api, Tangkap Biawak hingga Melepas Cincin

Megapolitan
Lagu yang Disetel di Lampu Merah, Bukan untuk Atasi Macet atau Hibur Warga...

Lagu yang Disetel di Lampu Merah, Bukan untuk Atasi Macet atau Hibur Warga...

Megapolitan
Penjelasan Dishub Soal Lagu Wali Kota Depok yang Akan Disetel di Lampu Merah

Penjelasan Dishub Soal Lagu Wali Kota Depok yang Akan Disetel di Lampu Merah

Megapolitan
Pimpinan Pansus Wagub DKI Dukung Fraksi Demokrat yang Mau Laporkan Politisi PSI

Pimpinan Pansus Wagub DKI Dukung Fraksi Demokrat yang Mau Laporkan Politisi PSI

Megapolitan
Bicara Politik Uang dalam Pemilihan Wagub DKI, PSI Bingung Fraksi Demokrat yang Tersinggung

Bicara Politik Uang dalam Pemilihan Wagub DKI, PSI Bingung Fraksi Demokrat yang Tersinggung

Megapolitan
Sampaikan Duplik, Jokdri Berkukuh Tak Bersalah dalam Kasus Perusakan Barang Bukti

Sampaikan Duplik, Jokdri Berkukuh Tak Bersalah dalam Kasus Perusakan Barang Bukti

Megapolitan
Depok Uji Coba Pemutaran Lagu di Lampu Merah, Agustus Mendatang

Depok Uji Coba Pemutaran Lagu di Lampu Merah, Agustus Mendatang

Megapolitan
Kasus Usulan Tak Pasang Foto Presiden, Keluarga Tersangka Ajukan Penangguhan Penahanan

Kasus Usulan Tak Pasang Foto Presiden, Keluarga Tersangka Ajukan Penangguhan Penahanan

Megapolitan
SMP Negeri Dadakan Disebut Anak Haram, Disdik Bekasi Sebut Sudah Sesuai Kajian

SMP Negeri Dadakan Disebut Anak Haram, Disdik Bekasi Sebut Sudah Sesuai Kajian

Megapolitan
Ramai Surat Tilang ETLE, Berikut Tarif Resmi Denda Pelanggaran Lalu Lintas

Ramai Surat Tilang ETLE, Berikut Tarif Resmi Denda Pelanggaran Lalu Lintas

Megapolitan
Warga Diimbau Tak Buang Sampah Lagi ke Kali Tegal Amba

Warga Diimbau Tak Buang Sampah Lagi ke Kali Tegal Amba

Megapolitan
Pro Kontra Warga Depok Tanggapi Wacana Pemilik Mobil Harus Punya Garasi

Pro Kontra Warga Depok Tanggapi Wacana Pemilik Mobil Harus Punya Garasi

Megapolitan
Sebuah Mobil Tabrak Separator Busway lalu Terguling di Jalan Jenderal Sudirman

Sebuah Mobil Tabrak Separator Busway lalu Terguling di Jalan Jenderal Sudirman

Megapolitan
10 Anggota PPK Koja dan Cilincing Didakwa 2 Pasal Pelanggaran Pemilu

10 Anggota PPK Koja dan Cilincing Didakwa 2 Pasal Pelanggaran Pemilu

Megapolitan
Politisi PSI: Bukannya Saling Terima Kasih, Malah Melaporkan Saya...

Politisi PSI: Bukannya Saling Terima Kasih, Malah Melaporkan Saya...

Megapolitan
Close Ads X