Diperiksa, Guntur Romli Serahkan Bukti Baru soal Jonru Ginting

Kompas.com - 06/09/2017, 21:47 WIB
Guntur Romli, dan Muannas Al Aidid saat berada di Mapolda Metro Jaya, Rabu (6/9/2017). Kompas.com/Akhdi Martin PratamaGuntur Romli, dan Muannas Al Aidid saat berada di Mapolda Metro Jaya, Rabu (6/9/2017).
|
EditorDian Maharani

JAKARTA, KOMPAS.com - Guntur Bumi diperiksa penyidik Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya selama lima jam lamanya. Guntur diperiksa sebagai saksi kasus dugaan penyebaran ujaran kebencian oleh Jonru Ginting.

Guntur mengaku dalam pemeriksaan tersebut menyerahkan bukti tambahan. Bukti tersebut diharapkan semakin memperkuat laporan Muannas Al Aidid terhadap Jonru.

"Tadi kami diajukan 20 pertanyaan selama 5 jam di dalam dan tadi juga kesaksian saya itu kan menguatkan laporan dari Muannas yang terlapornya Jonru. Kemudian juga kami juga ada bukti baru yang diserahkan tambahan," ujar Guntur di Mapolda Metro Jaya, Rabu (6/9/2017) malam.

Guntur membawa lima bukti baru berupa postingan Jonru yang dia anggap mengandung unsur ujaran kebencian.

Salah satunya, postingan Jonru yang mendiskriditkan etnis tertentu. Selain itu, Guntur meminta polisi serius menangani kasus ini.

 

Baca: Polisi Periksa 2 Saksi Dalam Kasus Jonru Ginting

Menurut dia, setelah dilaporkan ke polisi rupanya tidak membuat jera Jonru. Dia tetap menyebarkan ujaran kebencian di akun media sosialnya.

"Kalau saya pribadi meminta kepada polri untuk menahan dan menangkap Jonru. Ternyata ketika sudah dilaporkan Jonru tidak berubah," kata Guntur. 

"Bahkan dalam statusnya pada hari Senin jam 11.20 wib Jonru memplesetkan nama Muannas Al Aidid jadi Siaidit. Jadi ada meme yang tersebar dikaitkan muanas dengan Aidit PKI. Ini jadi fitnah lagi," sambungnya.

Baca: Polisi Belum Telusuri Postingan Jonru yang Dinilai Sebarkan Kebencian

Muannas Al Aidid melaporkan Jonru ke Polda Metro Jaya pada Kamis lalu. Dalam laporan itu, polisi menyertakan Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45 ayat 2 Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Muannas menilai, postingan Jonru di media sosial berbahaya. Jika dibiarkan, ujaran kebencian Jonru dapat memecah belah bangsa.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketua DPRD Minta Pemprov DKI Hentikan Penebangan Pohon di Trotoar

Ketua DPRD Minta Pemprov DKI Hentikan Penebangan Pohon di Trotoar

Megapolitan
DKI Tak Bebaskan Tanah Tahun Ini, Normalisasi Ciliwung Tak Bisa Dikerjakan pada 2021

DKI Tak Bebaskan Tanah Tahun Ini, Normalisasi Ciliwung Tak Bisa Dikerjakan pada 2021

Megapolitan
Cerita Penjaga Warung dan Ojol yang Selamat dari Ulah Geng Motor di Cilincing

Cerita Penjaga Warung dan Ojol yang Selamat dari Ulah Geng Motor di Cilincing

Megapolitan
Sebelum Bunuh Satpam, Geng Motor Rampok Warung dan Bacok Ojol di Cilincing

Sebelum Bunuh Satpam, Geng Motor Rampok Warung dan Bacok Ojol di Cilincing

Megapolitan
Riwayat Jalan Inspeksi yang Dijebol untuk Akses Umum dan Diprotes Warga PIK...

Riwayat Jalan Inspeksi yang Dijebol untuk Akses Umum dan Diprotes Warga PIK...

Megapolitan
DKI Dinilai Tak Prioritaskan Penanggulangan Banjir, Anies Bilang Fokus Keruk Waduk dan Sungai

DKI Dinilai Tak Prioritaskan Penanggulangan Banjir, Anies Bilang Fokus Keruk Waduk dan Sungai

Megapolitan
Ada Ancaman Ginjal Diambil, Kepsek SDN Bambu Apus 02 Perketat Keamanan Siswa

Ada Ancaman Ginjal Diambil, Kepsek SDN Bambu Apus 02 Perketat Keamanan Siswa

Megapolitan
Petugas Sekuriti Tewas Dibacok Saat Kejar Geng Motor

Petugas Sekuriti Tewas Dibacok Saat Kejar Geng Motor

Megapolitan
Dampak Pembangunan JPO, Sepanjang Jalan Tanjung Barat dan Lenteng Agung Macet

Dampak Pembangunan JPO, Sepanjang Jalan Tanjung Barat dan Lenteng Agung Macet

Megapolitan
Soal Ayah Perkosa Anak Tiri, Kak Seto Akan Koordinasi dengan Wali Kota dan Kapolres Tangsel

Soal Ayah Perkosa Anak Tiri, Kak Seto Akan Koordinasi dengan Wali Kota dan Kapolres Tangsel

Megapolitan
Gencar Bangun Trotoar, Anies Sebut Pejalan Kaki di Jakarta Paling Rendah Sedunia

Gencar Bangun Trotoar, Anies Sebut Pejalan Kaki di Jakarta Paling Rendah Sedunia

Megapolitan
Pagar di Komplek PIK Dibongkar, Camat Minta Warga Tak Egois dan Bantu Pecah Kemacetan

Pagar di Komplek PIK Dibongkar, Camat Minta Warga Tak Egois dan Bantu Pecah Kemacetan

Megapolitan
Pemprov DKI Dinilai Tak Prioritaskan Penanggulangan Banjir

Pemprov DKI Dinilai Tak Prioritaskan Penanggulangan Banjir

Megapolitan
DPRD Minta Anggaran Rp 1,2 Triliun untuk Pembangunan Trotoar Dipangkas

DPRD Minta Anggaran Rp 1,2 Triliun untuk Pembangunan Trotoar Dipangkas

Megapolitan
2 Warga Rumania Ditangkap Terkait Kasus Skimming ATM

2 Warga Rumania Ditangkap Terkait Kasus Skimming ATM

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X