Peracik Miras Oplosan Ditangkap di Cipayung

Kompas.com - 07/09/2017, 15:31 WIB
Ilustrasi Miras Oplosan TOTO SIHONOIlustrasi Miras Oplosan
|
EditorIndra Akuntono


JAKARTA, KOMPAS.com -
Polsek Cipayung, Jakarta Timur, menggerebek pelaku pengoplos minuman keras di sebuah rumah di Jalan Manunggal, Cipayung, Rabu (6/9/2017).

Kapolsek Cipayung Kompol Aswin mengatakan, peracik minuman oplosan, Muklis, ditangkap karena adanya laporan warga yang mencurigai aktivitas di rumah tersebut.

Menurut Aswin, warga melaporkan bahwa Setiap hari Muklis mengirim barang menggunakan kardus. Dalam penggerebekan itu, polisi menyita 255 miras oplosan.

Aswin mengatakan, Muklis mengaku mencampur berbagai jenis suplemen serta minuman bersoda sebagai bahan pembuat minuman oplosan dan mengemasnya ke dalam botol minuman keras bermerek.

"Setelah dilakukan pemeriksaan oleh kepolisian dan BPOM, kandungan miras ini adalah oplosan, produksi rumah tangga," ujar Aswin, di Jakarta Timur, Kamis (7/9/2017).

(baca: Banyak Remaja Konsumsi Miras Oplosan karena Mudah Didapat dan Murah)

Muklis mendapatkan bahan minuman tersebut dari toko bahan kimia, sedangkan botol-botol minuman keras dia beli dari pengepul.

Muklis menjual satu botol minuman keras oplosannya seharga Rp 60.000 dan beredar di sejumlah wilayah di Jakarta.

"Jadi pelaku hanya membeli botol kosong. Lalu dia mengemas tutup botol dengan label plastik kemudian dieratkan menggunakan alat pengering rambut," ujar Aswin.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kelurahan Ancol Imbau Warga Antisipasi Banjir Rob, Aliran Listrik Dimatikan

Kelurahan Ancol Imbau Warga Antisipasi Banjir Rob, Aliran Listrik Dimatikan

Megapolitan
Kasus 219 Kg Ganja dari Aceh, Jaksa Tuntut 3 Terdakwa Hukuman Mati

Kasus 219 Kg Ganja dari Aceh, Jaksa Tuntut 3 Terdakwa Hukuman Mati

Megapolitan
Bertambah 7 Kasus, Total 382 Pasien Covid-19 di Kota Tangerang

Bertambah 7 Kasus, Total 382 Pasien Covid-19 di Kota Tangerang

Megapolitan
Rekonstruksi Suami Lansia Bunuh Istri di Tangerang, Berawal dari Minum Miras Bareng

Rekonstruksi Suami Lansia Bunuh Istri di Tangerang, Berawal dari Minum Miras Bareng

Megapolitan
APBD Kota Bekasi 2020 Diperkirakan Anjlok 50 Persen

APBD Kota Bekasi 2020 Diperkirakan Anjlok 50 Persen

Megapolitan
Mulai 8 Juni, 50 Persen PNS Pemprov DKI Bakal Mulai Kerja di Kantor

Mulai 8 Juni, 50 Persen PNS Pemprov DKI Bakal Mulai Kerja di Kantor

Megapolitan
Kerugian Ekologis Akibat Perdagangan Ilegal 153 Reptil di Bandara Soetta Sangat Besar

Kerugian Ekologis Akibat Perdagangan Ilegal 153 Reptil di Bandara Soetta Sangat Besar

Megapolitan
Kurangi Bau Sampah, Damkar Tangsel Semprotkan Bahan Kimia ke TPA Cipeucang

Kurangi Bau Sampah, Damkar Tangsel Semprotkan Bahan Kimia ke TPA Cipeucang

Megapolitan
Masuk PSBB Proporsional, 16 RW di Kota Bekasi Masuk Zona Merah Covid-19, Berikut Daftarnya

Masuk PSBB Proporsional, 16 RW di Kota Bekasi Masuk Zona Merah Covid-19, Berikut Daftarnya

Megapolitan
Banjir Rob di Sunda Kelapa, 1.089 Keluarga Terdampak

Banjir Rob di Sunda Kelapa, 1.089 Keluarga Terdampak

Megapolitan
Kecamatan Senen Rencanakan Rapid Test Kampung di 6 Kelurahan

Kecamatan Senen Rencanakan Rapid Test Kampung di 6 Kelurahan

Megapolitan
PSBB Bogor, Aktivasi Mal Tunggu Perubahan Status Level Kewaspadaan

PSBB Bogor, Aktivasi Mal Tunggu Perubahan Status Level Kewaspadaan

Megapolitan
Rumah Karaoke di Bekasi Boleh Beroperasi asal Karyawannya Rapid Test

Rumah Karaoke di Bekasi Boleh Beroperasi asal Karyawannya Rapid Test

Megapolitan
Rentetan Perampokan, Polisi Minta Minimarket Dijaga Sekuriti

Rentetan Perampokan, Polisi Minta Minimarket Dijaga Sekuriti

Megapolitan
4 RT Zona Merah Covid-19 di Kelurahan Kramat Gunakan Sistem Satu Pintu

4 RT Zona Merah Covid-19 di Kelurahan Kramat Gunakan Sistem Satu Pintu

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X