Djarot: BMW Jangan Sampai Seperti GBK yang Berubah Fungsi Jadi Mal

Kompas.com - 09/09/2017, 10:01 WIB
Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat melakukan peletakan batu pertama yang menandai dimulainya pembangunan club house dan fasilitas olahraga air di kawasan yang nantinya akan menjadi lokasi stadion internasional milik Pemerintah Provinsi DKI di Taman BMW, Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (9/9/2017). Kompas.com/Alsadad RudiGubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat melakukan peletakan batu pertama yang menandai dimulainya pembangunan club house dan fasilitas olahraga air di kawasan yang nantinya akan menjadi lokasi stadion internasional milik Pemerintah Provinsi DKI di Taman BMW, Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (9/9/2017).
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menyindir mal dan hotel yang berdiri di kawasan Senayan, tepatnya di sekitar Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat.

Dia menyatakan keberadaan mal maupun hotel telah melenceng dari tujuan awal saat kawasan GBK dibangun. Karena itu, Djarot mengingatkan agar kawasan cikal bakal stadion milik Pemerintah Provinsi DKI di Taman BMW, Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara, tidak bernasib sama dengan kawasan GBK.

"Jadikan stadion di sini fokusnya untuk kegiatan olahraga. Perhatikan ruang terbuka hijau dan ruang terbuka birunya. Jangan sampai seperti GBK yang sudah berubah fungsi menjadi mal dan hotel," kata Djarot.

Hal itu disampaikan Djarot saat acara peletakan batu pertama yang menandai dimulainya pembangunan club house dan fasilitas olahraga air di lahan cikal bakal Stadion BMW, Sabtu (9/9/2017). Club house dan fasilitas olahraga air ini merupakan fasilitas olahraga pertama yang dibangun di lokasi tersebut.

Baca juga: Fasilitas Olahraga Pertama di Taman BMW Mulai Dibangun

Pada kesempatan tersebut, Djarot sempat menceritakan pengalamannya saat berkunjung Moskwa, Rusia beberapa waktu lalu. Dalam kunjungannya itu, Djarot mengaku sempat berkunjung ke stadion nasional milik Rusia, yakni Stadion Luzhniki.

Berbeda dengan kawasan GBK, Djarot menilai kawasan Stadion Luzhniki di Moskwa masih tetap dipertahankan hanya untuk kegiatan olahraga. Lokasinya pun disebutnya masih asri karena berfungsi sebagai ruang terbuka hijau.

"Tapi kalau di GBK perubahannya luar biasa. Di situ ada mal, ada hotel. BMW jangan sampai dibangun hotel, sudah banyak hotel di sini. Jangan sampai dibangun mal, sudah banyak mal di sini," ujar Djarot.

Lahan cikal bakal Stadion BMW tercatat memilik luas sekitar 66,6 hektar. Lahan ini tadinya merupakan yang bertahun-tahun berstatus sengketa. Dulunya di lokasi ini terdapat permukiman penduduk, tempat pembuangan sampah hingga tempat parkir truk-truk kontainer.

Namun pada Agustus 2017, Pemerintah Provinsi DKI mengeksekusi lahan tersebut. Dasarnya adalah putusan Pengadilan Tata Usaha Negara yang memenangkan banding yang diajukan Pemprov DKI. Pada Juni 2015, PTUN memenangkan banding yang diajukan Pemprov DKI. Kemenangan atas banding yang dilakukan Pemprov DKI sekaligus membatalkan putusan sebelumnya yang memenangkan pihak yang menjadi lawan sengketa Pemprov DKI.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PSI Minta Anies Tinjau Langsung Lokasi Sirkuit Formula E di Ancol

PSI Minta Anies Tinjau Langsung Lokasi Sirkuit Formula E di Ancol

Megapolitan
14 Warga Cilandak Positif Omicron, Camat Sebut Terpapar Setelah Bepergian ke Luar Negeri

14 Warga Cilandak Positif Omicron, Camat Sebut Terpapar Setelah Bepergian ke Luar Negeri

Megapolitan
Kasus Covid-19 Melonjak, Pemkot Tangerang Hendak Terapkan Aturan WFH 50 Persen

Kasus Covid-19 Melonjak, Pemkot Tangerang Hendak Terapkan Aturan WFH 50 Persen

Megapolitan
Gulungan Kulit Kabel di Gorong-gorong Jadi Salah Satu Penyebab Banjir

Gulungan Kulit Kabel di Gorong-gorong Jadi Salah Satu Penyebab Banjir

Megapolitan
Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19, Ini yang Dilakukan RSUI Depok

Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19, Ini yang Dilakukan RSUI Depok

Megapolitan
Beredar, Video Tawuran Antarpelajar Bawa Senjata Tajam di Jatinegara, Polisi: Video Lama

Beredar, Video Tawuran Antarpelajar Bawa Senjata Tajam di Jatinegara, Polisi: Video Lama

Megapolitan
Kelakuan Pembeli Borong Minyak Goreng Rp 14.000, Ajak Sekeluarga karena Pembelian Dibatasi

Kelakuan Pembeli Borong Minyak Goreng Rp 14.000, Ajak Sekeluarga karena Pembelian Dibatasi

Megapolitan
Polda Metro Jaya Sebut Belum Ada Wacana Hentikan Sementara Aturan Ganjil Genap

Polda Metro Jaya Sebut Belum Ada Wacana Hentikan Sementara Aturan Ganjil Genap

Megapolitan
51 Guru dan Siswa di Sekolah Insan Cendekia Madani Serpong Positif Covid-19

51 Guru dan Siswa di Sekolah Insan Cendekia Madani Serpong Positif Covid-19

Megapolitan
Kronologi Polantas Ditabrak Pemotor yang Terobos Jalur Transjakarta di Simpang PGC

Kronologi Polantas Ditabrak Pemotor yang Terobos Jalur Transjakarta di Simpang PGC

Megapolitan
Sindir Anies Tak Turun Cek Lokasi Formula E, PSI: Padahal ke Warteg Saja Sempat

Sindir Anies Tak Turun Cek Lokasi Formula E, PSI: Padahal ke Warteg Saja Sempat

Megapolitan
Vaksinasi Dosis Ketiga secara 'Door to Door' Jangkau Lansia di Utan Panjang

Vaksinasi Dosis Ketiga secara "Door to Door" Jangkau Lansia di Utan Panjang

Megapolitan
Polisi Masih Dalami Motif Pelaku Bunuh Istrinya di Duren Sawit

Polisi Masih Dalami Motif Pelaku Bunuh Istrinya di Duren Sawit

Megapolitan
Berbincang lewat Zoom dengan Rahmat Effendi yang Ditahan KPK, Golkar Bekasi Klaim Tak Langgar Aturan

Berbincang lewat Zoom dengan Rahmat Effendi yang Ditahan KPK, Golkar Bekasi Klaim Tak Langgar Aturan

Megapolitan
Berlokasi di Dekat Klaster Covid-19 Krukut, SMKN 35 Hentikan PTM karena Temuan Kasus Positif

Berlokasi di Dekat Klaster Covid-19 Krukut, SMKN 35 Hentikan PTM karena Temuan Kasus Positif

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.