Pelaku Merasa Tak Perlu Lapor Polisi sebelum Keroyok Pencuri Vape

Kompas.com - 10/09/2017, 16:31 WIB
Sejumlah tersangka dari toko rokok elektronik atau vape, Rumah Tua Vape, saat diamankan Polda Metro Jaya pada Minggu (10/9/2017). Mereka ditangkap setelah mengeroyok salah satu pelanggannya yang diduga mencuri vape Rp 1,6 juta lalu meninggal dunia, beberapa waktu lalu. KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERA Sejumlah tersangka dari toko rokok elektronik atau vape, Rumah Tua Vape, saat diamankan Polda Metro Jaya pada Minggu (10/9/2017). Mereka ditangkap setelah mengeroyok salah satu pelanggannya yang diduga mencuri vape Rp 1,6 juta lalu meninggal dunia, beberapa waktu lalu.
|
EditorFarid Assifa

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Nico Alfinta menjelaskan, tersangka pengeroyok Abi Qowi Suparto (20) sengaja tidak melapor polisi setelah tahu Qowi mencuri vape.

Qowi dikeroyok oleh para tersangka hingga luka berat lalu meninggal dunia setelah beberapa hari dirawat di rumah sakit, belum lama ini.

"Mereka bikin sayembara di Instagram dengan tulisan, 'Kalau kenal atau ada info, tolong hubungi saya, kurung buka enggak usah polisi kurung tutup. Mau kita proses internal saja baik-baik,' seperti itu," kata Nico dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Minggu (10/9/2017).

Sebelum mengeroyok, pengurus toko Rumah Tua Vape di Pejompongan, Jakarta Pusat, meyakini Qowi telah mencuri satu set paket vape atau rokok elektronik di sana senilai Rp 1,6 juta. Mereka kemudian menggelar sayembara dengan menawarkan uang Rp 5 juta kepada warganet di Instagram bagi yang bisa menyerahkan Qowi kepada mereka.

Baca juga: Kronologi Pengeroyokan terhadap Pelanggan Rumah Tua Vape hingga Tewas

Walaupun mengaku akan menyelesaikan masalah itu baik-baik, nyatanya para tersangka mengeroyok Qowi setelah ditemukan di bilangan Karet pada akhir Agustus 2017 silam.

Qowi dikeroyok hingga luka parah dan sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong lagi dan meninggal dunia pada awal September 2017.

Kisah pengeroyokan Qowi beredar di media sosial. Orangtua Qowi melaporkan hal tersebut ke Polda Metro Jaya. Polisi pun menangkap para tersangka. Mereka yang sudah diamankan adalah Fachmi Kurnia Firmansyah, Aditya Putra Wiyanto, Rajasa Sri Herlambang alias Dimas, Armyando Azmir alias Ando, dan seorang lagi berinisial PH.

"PH ini masih kami dalami perannya. Kami juga masih kejar dua tersangka lagi yang buron," tutur Nico.

Baca juga: Dituding Mencuri Vape, Seorang Pria Tewas Dikeroyok

Mereka dikenakan Pasal 170 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Pengeroyokan dan Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dengan ancaman hukuman maksimal hukuman mati.

Kompas TV Sebuah rumah indekos di kawasan Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (24/3) malam menjadi sasaran razia narkoba oleh petugas BNN.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Antisipasi Banjir, BPBD Kota Bekasi Siapkan Tenda Darurat dan Dapur Umum

Antisipasi Banjir, BPBD Kota Bekasi Siapkan Tenda Darurat dan Dapur Umum

Megapolitan
Transmisi Lokal Varian Omicron di Jakarta Melonjak Jadi 243 Kasus

Transmisi Lokal Varian Omicron di Jakarta Melonjak Jadi 243 Kasus

Megapolitan
Marak Tawuran Pelajar di Jaksel, Sudin Pendidikan Dianggap Tidak Antisipatif

Marak Tawuran Pelajar di Jaksel, Sudin Pendidikan Dianggap Tidak Antisipatif

Megapolitan
Kronologi Pengeroyokan Anggota TNI AD hingga Tewas di Jakarta Utara

Kronologi Pengeroyokan Anggota TNI AD hingga Tewas di Jakarta Utara

Megapolitan
Jakpro Sebut Akan Ada Seleksi Warga yang Tinggal di Kampung Susun Bayam

Jakpro Sebut Akan Ada Seleksi Warga yang Tinggal di Kampung Susun Bayam

Megapolitan
Target Vaksinasi Booster di Kota Tangerang Diperluas, Kini Sasar Pelayan Publik

Target Vaksinasi Booster di Kota Tangerang Diperluas, Kini Sasar Pelayan Publik

Megapolitan
Tembok Bentuk Protes Warga Pondok Bambu Terkait Masalah Banjir Dibongkar, Ini Hasil Kesepakatannya

Tembok Bentuk Protes Warga Pondok Bambu Terkait Masalah Banjir Dibongkar, Ini Hasil Kesepakatannya

Megapolitan
Kurir dan Pengedar 25 Kg Sabu Ditangkap, Polisi Buru Pemain Utama

Kurir dan Pengedar 25 Kg Sabu Ditangkap, Polisi Buru Pemain Utama

Megapolitan
Kronologi Kurir dan Pengedar 25 Kg Sabu Dikejar Polisi hingga Tabrak Motor dan Gerobak

Kronologi Kurir dan Pengedar 25 Kg Sabu Dikejar Polisi hingga Tabrak Motor dan Gerobak

Megapolitan
1-16 Januari, 5 WNA Dideportasi dan 63 WNA Ditolak Masuk Indonesia

1-16 Januari, 5 WNA Dideportasi dan 63 WNA Ditolak Masuk Indonesia

Megapolitan
Polisi Tangkap Pelaku Pencabulan Anak Penyandang Autisme di Bekasi

Polisi Tangkap Pelaku Pencabulan Anak Penyandang Autisme di Bekasi

Megapolitan
Polres Jakbar Disebut Hentikan Kasus Mafia Tanah yang Dilaporkan Teknisi AC

Polres Jakbar Disebut Hentikan Kasus Mafia Tanah yang Dilaporkan Teknisi AC

Megapolitan
3 Orang Diamankan Terkait Pengeroyokan Anggota TNI AD, 1 Jadi Tersangka

3 Orang Diamankan Terkait Pengeroyokan Anggota TNI AD, 1 Jadi Tersangka

Megapolitan
Seorang ASN Terpapar Covid-19, Satu Ruangan di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat Ditutup Sementara

Seorang ASN Terpapar Covid-19, Satu Ruangan di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat Ditutup Sementara

Megapolitan
Disdik Kota Tangerang Tetap Terapkan PTM 100 Persen meski Khawatir dengan Omicron

Disdik Kota Tangerang Tetap Terapkan PTM 100 Persen meski Khawatir dengan Omicron

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.