Kompas.com - 11/09/2017, 16:23 WIB
Unjuk rasa menolak penerapan sistem satu arah (SSA) terjadi di Jalan Dewi Sartika, Kota Depok pada Kamis (7/9/2017) pagi. Kompas.com/Alsadad RudiUnjuk rasa menolak penerapan sistem satu arah (SSA) terjadi di Jalan Dewi Sartika, Kota Depok pada Kamis (7/9/2017) pagi.
EditorErvan Hardoko

DEPOK, KOMPAS.com - Setelah menunggu selama sekitar tiga jam di ruang rapat DPRD Depok, perwakilan warga dan pedagang yang menolak penerapan sistem satu arah (SSA) akhirnya pulang para sekitar pukul 12.30 WIB.

Sebelumnya, mereka mengaku telah diundang DPRD Depok untuk menyampaikan keluhan soal penerapan SSA yang dianggap merugikan pedagang.

Namun, setelah tiga jam menunggu di ruang sidang tak satupun anggota DPRD Depok yang muncul dan menemui mereka.

"Kami sudang menunggu selama 3 jam dari jam 09.00 sampai jam 12.00 siang ini. Karena Ketua DPRD Depok belum datang juga dan tak ada anggota dewan yang menemui kami, akhirnya kami dari komponen warga dan pedagang akhirnya meninggakkan ruangan dan pulang," kata Toro Budiarko, salah seorang perwakilan warga yang menolak SSA, Senin (11/9/2017).

Baca: DPRD Depok Undang Warga Terdampak Sistem Satu Arah

Menurut Toro, warga dan pedagang sudah bersabar menunggu selama tiga jam dan meninggalkan kegiatan dengan harapan bisa bertemu para wakil rakyat.

"Tapi memang akhirnya di lokasi semakin banyak LSM lainnya yang hadir. Maka untuk menjaga independensi aksi kami yang memang murni warga, maka kami putuskan untuk pulang," kata Toro.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Toro, di ruangan tempat mereka dipersilakan menunggu masih tersisa sejumlah LSM.

"Yang jelas kami perwakilan RW/RT dan tokoh masyarakat serta pedagang di sekitar jalur SSA diantaranya di Jalan Dewi Sartika sudah pulang. Di awal masuk ruangan, kami sudah tanda tangan absensi, namun akhirnya pulang," kata Toro.

Sebelumnya kata Toro, warga dan pedagang yang menolak dan merasa dirugikan dengan SSA di beberapa ruas jalan di Kota Depok diundang bertemu dengan pimpinan dan Ketua DPRD Depok untuk menyampaikan aspirasinya.

Berita ini sudah tayang di Warta Kota dengan judul: Warga Tolak SSA yang Diundang DPRD Depok Kesal Menunggu 3 Jam Akhirnya Pulang

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Warta Kota
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kota Bogor PPKM Level 2, Sarana Olahraga hingga Wisata Air Dapat Kelonggaran

Kota Bogor PPKM Level 2, Sarana Olahraga hingga Wisata Air Dapat Kelonggaran

Megapolitan
Kronologi Perempuan Tewas Korban Tabrak Lari di Tol Sedyatmo

Kronologi Perempuan Tewas Korban Tabrak Lari di Tol Sedyatmo

Megapolitan
Tawuran Remaja Lenteng Agung Terungkap, Polisi: Mereka Saling Tantang Lewat Medsos

Tawuran Remaja Lenteng Agung Terungkap, Polisi: Mereka Saling Tantang Lewat Medsos

Megapolitan
Satpol PP Kota Bekasi Amankan 70 Manusia Silver dalam 10 Bulan Terakhir

Satpol PP Kota Bekasi Amankan 70 Manusia Silver dalam 10 Bulan Terakhir

Megapolitan
Anies Sebut Rumah DP Rp 0 Baru Terbangun 780 Unit, Target 232.214 Unit

Anies Sebut Rumah DP Rp 0 Baru Terbangun 780 Unit, Target 232.214 Unit

Megapolitan
Kritik Anies Soal Program Rumah DP Rp 0, PSI: Realisasinya Kurang dari 0,3 Persen

Kritik Anies Soal Program Rumah DP Rp 0, PSI: Realisasinya Kurang dari 0,3 Persen

Megapolitan
Atur Gepeng, Pemkot Bekasi Targetkan Perda Ketertiban Umum Rampung 2022

Atur Gepeng, Pemkot Bekasi Targetkan Perda Ketertiban Umum Rampung 2022

Megapolitan
Video Tawuran Lenteng Agung Viral di Medsos, Polisi Tangkap Empat Remaja

Video Tawuran Lenteng Agung Viral di Medsos, Polisi Tangkap Empat Remaja

Megapolitan
Modus Penipu yang Mengaku Pegawai Bank, Tawarkan Bunga Deposito Tinggi hingga Hadiah Emas

Modus Penipu yang Mengaku Pegawai Bank, Tawarkan Bunga Deposito Tinggi hingga Hadiah Emas

Megapolitan
PPKM Level 2 di Tangsel, Resepsi Pernikahan Diizinkan dengan Kapasitas 50 Persen

PPKM Level 2 di Tangsel, Resepsi Pernikahan Diizinkan dengan Kapasitas 50 Persen

Megapolitan
Pemkot Tangsel Belum Berencana Tutup Rumah Lawan Covid-19

Pemkot Tangsel Belum Berencana Tutup Rumah Lawan Covid-19

Megapolitan
Kota Bekasi PPKM Level 2, Wali Kota Pepen Sebut Ganjaran yang Setimpal

Kota Bekasi PPKM Level 2, Wali Kota Pepen Sebut Ganjaran yang Setimpal

Megapolitan
Penipu Mengaku Pegawai Bank Ditangkap, Korban Rugi Rp 1,28 Miliar

Penipu Mengaku Pegawai Bank Ditangkap, Korban Rugi Rp 1,28 Miliar

Megapolitan
Diberi Rapor Merah, Anies Minta LBH Tak Hanya Evaluasi Jakarta

Diberi Rapor Merah, Anies Minta LBH Tak Hanya Evaluasi Jakarta

Megapolitan
Hindari Masa Kedaluwarsa, Pemkot Bekasi Segera Gunakan 433.000 Dosis Vaksin Covid-19 yang Tersisa

Hindari Masa Kedaluwarsa, Pemkot Bekasi Segera Gunakan 433.000 Dosis Vaksin Covid-19 yang Tersisa

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.