Kompas.com - 11/09/2017, 18:56 WIB
Penulis Jessi Carina
|
EditorIndra Akuntono


JAKARTA, KOMPAS.com -
Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengeluarkan surat edaran untuk seluruh rumah sakit pemerintah dan swasta di Jakarta setelah meninggalnya bayi Tiara Debora yang disebut tidak mendapat layanan memadai dari Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres, Jakarta Barat.

Surat edaran Dinkes tersebut berisi permintaan pada semua rumah sakit agar tidak menolak melayani pasien.

Poin pertama, pihak rumah sakit harus memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu, tidak diskriminatif, dan mementingkan kepentingan pasien sesuai standar pelayanan rumah sakit.

"Kedua, melaksanakan fungsi sosial dengan pelayanan gawat darurat tanpa meminta uang muka," ujar Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Tienke Margareta, di Kantor Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Jalan Kesehatan, Senin (11/9/2017).

(baca: Kasus Bayi Debora, Ini 5 Rekomendasi Hasil Penelusuran Tim Kemenkes)

Pihak rumah sakit juga diwajibkan melayani semua penanganan medis gawat darurat, meski pasien belum bermitra dengan BPJS Kesehatan karena biaya akan tetap ditanggung BPJS Kesehatan.

Poin ketiga, rumah sakit diminta memberi pelayanan kepada pasien sesuai kemampuan pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk menyelamatkan pasien. Poin keempat, pihak rumah sakit melakukan rujukan ke rumah sakit lain setelah pasien dalam kondisi stabil.

"Kelima, melakukan komunikasi dengan penerima rujukan dan memastikan dapat menerima pasien," ujar Tienke.

(baca: Orangtua Debora Masih Pertimbangkan Tuntut RS Mitra Keluarga Kalideres)

Pihak rumah sakit harus membuat surat rujukan, dan bisa menghubungi Jakarta Smart City untuk mencari lokasi rujukan, serta dilarang meminta keluarga pasien mencari tempat rujukan sendiri.

"Apabila edaran ini tidak dilaksanakan maka rekomendasi perpanjangan izin operasional rumah sakit akan dicabut Dinas Kesehatan," kata Tieke.

Tiara Debora meninggal dunia di RS Mitra Keluarga Kalideres, Jakarta Barat, pada Minggu (3/9/2017). Penyebabnya disebut karena tidak mendapat penanganan medis lantaran uang muka perawatan yang diberikan orangtuanya tidak mencukupi untuk biaya perawatan di ruang pediatric intensive care unit (PICU).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengeroyokan di SMAN 70 Jakarta, Polisi Sebut Para Pelaku Aniaya Adik Kelas

Pengeroyokan di SMAN 70 Jakarta, Polisi Sebut Para Pelaku Aniaya Adik Kelas

Megapolitan
UPDATE 28 Juni: Tambah 110 Kasus Harian Covid-19 di Depok, 865 Pasien Dirawat

UPDATE 28 Juni: Tambah 110 Kasus Harian Covid-19 di Depok, 865 Pasien Dirawat

Megapolitan
Ini Tanggapan Manajemen Holywings Setelah 'Outlet' di Jakarta Disegel

Ini Tanggapan Manajemen Holywings Setelah "Outlet" di Jakarta Disegel

Megapolitan
3 Fakta Penangkapan DJ Joice Saat Pesta Narkoba di Kamar Kos Kawasan Kemang

3 Fakta Penangkapan DJ Joice Saat Pesta Narkoba di Kamar Kos Kawasan Kemang

Megapolitan
UPDATE 28 Juni: Tambah 53 Kasus Covid-19 di Kota Tangerang, 366 Pasien Dirawat

UPDATE 28 Juni: Tambah 53 Kasus Covid-19 di Kota Tangerang, 366 Pasien Dirawat

Megapolitan
Tandon Air Proyek LRT Jebol hingga Lukai 5 Orang, Polisi Selidiki Dugaan Kelalaian

Tandon Air Proyek LRT Jebol hingga Lukai 5 Orang, Polisi Selidiki Dugaan Kelalaian

Megapolitan
Ribetnya Beli Minyak Goreng Curah Pakai PeduliLindungi, Pedagang: Kasihan Emak-emak yang Gaptek

Ribetnya Beli Minyak Goreng Curah Pakai PeduliLindungi, Pedagang: Kasihan Emak-emak yang Gaptek

Megapolitan
Khawatir Wabah PMK, Pedagang di Tangsel Kurangi Penjualan Hewan Kurban

Khawatir Wabah PMK, Pedagang di Tangsel Kurangi Penjualan Hewan Kurban

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Cerita Kebingungan Karyawan Holywings | Satpol PP Segel 12 'Outlet' Holywings di Jakarta

[POPULER JABODETABEK] Cerita Kebingungan Karyawan Holywings | Satpol PP Segel 12 "Outlet" Holywings di Jakarta

Megapolitan
Pemkot Sebut Holywings Bekasi Tak Punya Izin Penjual Langsung Minuman Beralkohol

Pemkot Sebut Holywings Bekasi Tak Punya Izin Penjual Langsung Minuman Beralkohol

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Jakarta Berawan-Cerah Sepanjang Hari

Prakiraan Cuaca BMKG: Jakarta Berawan-Cerah Sepanjang Hari

Megapolitan
7 Tempat Wisata di Jakarta Timur

7 Tempat Wisata di Jakarta Timur

Megapolitan
Lokasi Vaksin Booster di Jakarta Utara Juli 2022

Lokasi Vaksin Booster di Jakarta Utara Juli 2022

Megapolitan
6 Tempat Wisata di Jakarta Selatan

6 Tempat Wisata di Jakarta Selatan

Megapolitan
Lokasi Vaksin Booster di Jakarta Selatan Juli 2022

Lokasi Vaksin Booster di Jakarta Selatan Juli 2022

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.