2 Bus Toilet Ramah Disabilitas Disediakan untuk Asian Games 2018

Kompas.com - 12/09/2017, 12:58 WIB
Bus toilet dari Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta yang disiagakan di area digelarnya konser Kebangkitan Nasional di Waduk Pluit, Sabtu (20/5/2017). Kompas.com/Sherly PuspitaBus toilet dari Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta yang disiagakan di area digelarnya konser Kebangkitan Nasional di Waduk Pluit, Sabtu (20/5/2017).
|
EditorDian Maharani

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 33 bus toilet VIP yang dua di antaranya ditujukan untuk penyandang disabilitas akan segera disediakan oleh Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta untuk menyambut Asian Games Jakarta-Palembang 2018.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Isnawa Adji mengatakan, pihaknya saat ini sudah memiliki 11 bus toilet VIP yang ditempatkan di pusat-pusat keramaikan ibu kota dan acara keramaian sesaat, seperti di Kawasan Monas dan lainnya.

"Tahun ini kami akan tambah 22 unit lagi, 2 (dua) di antaranya bus toilet khusus penyandang disabilitas. Pengadaannya melalui e-Katalog LKPP," ungkap Isnawa dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (12/9/2017).

Terkait toilet bagi penyandang disabilitas, Isnawa menjelaskan bahwa ada sejumlah persyaratan yang sudah diperhitungkan dalam pembuatannya.

Baca: 33 Bus Toilet VIP Disiapkan untuk Asian Games 2018

Menurut dia, toilet yang aksesibel bagi orang-orang berkebutuhan khusus harus dilengkapi dengan tampilan rambu atau simbol dengan sistem cetak timbul "Penyandang Disabilitas" pada bagian luarnya.

"Toilet juga harus memiliki ruang gerak yang cukup untuk masuk dan keluar pengguna kursi roda, seperti disiapkan ramp. Sementara untuk ketinggian kloset, harus sesuai dengan ketinggian pengguna kursi roda sekitar 45 hingga 50 sentimeter," jelas Isnawa.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, kamar kecil umumnya juga harus dilengkapi dengan pegangan rambat (handrail) dengan posisi dan ketinggian yang disesuaikan bagi pengguna kursi roda dan penyandang disabilitas lainnya.

"Pegangan juga didesain memiliki bentuk siku-siku mengarah ke atas untuk membantu pergerakan pengguna kursi roda," imbuh Isnawa.

Syarat-syarat toilet ramah untuk penyandang disabilitas juga termasuk peletakan kertas tisue, air, kran air atau shower dan perlengkapan lainya, seperti tempat sabun dan pengering tangan.

 

Baca: Menengok Toilet Ramah Disabilitas di Monas...

Semua itu harus dipasang sedemikian rupa hingga mudah digunakan oleh orang yang memiliki keterbatasan fisik dan bisa dijangkau oleh pengguna kursi roda.

"Persyaratan lainnya, pintu toilet harus mudah dibuka dan ditutup untuk memudahkan pengguna kursi roda dan lantainya pun tidak boleh licin,” tutup Isnawa.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

MUI Imbau Warga di Zona Merah Ganti Shalat Jumat dengan Dzuhur

MUI Imbau Warga di Zona Merah Ganti Shalat Jumat dengan Dzuhur

Megapolitan
Catat, Ini Daftar 21 RS Rujukan Covid-19 di Kota Bogor

Catat, Ini Daftar 21 RS Rujukan Covid-19 di Kota Bogor

Megapolitan
Pemkot Bekasi Terima Rp 24 Miliar dari Kemenkes untuk Operasional RSUD

Pemkot Bekasi Terima Rp 24 Miliar dari Kemenkes untuk Operasional RSUD

Megapolitan
RS Hampir Penuh, Satgas Covid-19 Depok Sebut Kondisi Sudah Sangat Berat

RS Hampir Penuh, Satgas Covid-19 Depok Sebut Kondisi Sudah Sangat Berat

Megapolitan
Jakarta Buka Posko Siaga Covid-19 24 Jam, Tersebar di Semua Kelurahan

Jakarta Buka Posko Siaga Covid-19 24 Jam, Tersebar di Semua Kelurahan

Megapolitan
Imbau Dirikan Tenda Darurat Perawatan Pasien Covid-19, Anies: Rumah Sakit Sudah Penuh

Imbau Dirikan Tenda Darurat Perawatan Pasien Covid-19, Anies: Rumah Sakit Sudah Penuh

Megapolitan
Kasus Covid-19 Meledak, Jakarta Krisis Tenaga Kesehatan

Kasus Covid-19 Meledak, Jakarta Krisis Tenaga Kesehatan

Megapolitan
Liza Putri Noviana, Nakes Pertama di Wisma Atlet yang Gugur Terpapar Covid-19

Liza Putri Noviana, Nakes Pertama di Wisma Atlet yang Gugur Terpapar Covid-19

Megapolitan
Tangerang Zona Merah, Pemkot Imbau Shalat Jumat Diganti Zuhur

Tangerang Zona Merah, Pemkot Imbau Shalat Jumat Diganti Zuhur

Megapolitan
Ingat, Hari Ini Terakhir Lapor Diri PPDB Jakarta Jalur Zonasi SD dan Afirmasi SMP/SMA/SMK

Ingat, Hari Ini Terakhir Lapor Diri PPDB Jakarta Jalur Zonasi SD dan Afirmasi SMP/SMA/SMK

Megapolitan
Anies Sebut Sebagian Besar Pasien Covid-19 di Jakarta Bergejala Sedang

Anies Sebut Sebagian Besar Pasien Covid-19 di Jakarta Bergejala Sedang

Megapolitan
Anies: Menambah Tenaga Kesehatan Tak Bisa Secepat Penambahan Kasus Covid-19

Anies: Menambah Tenaga Kesehatan Tak Bisa Secepat Penambahan Kasus Covid-19

Megapolitan
Rekor Baru Covid-19 di Jakarta Capai 7.505, Semua Rumah Sakit Diminta Bangun Tenda Darurat

Rekor Baru Covid-19 di Jakarta Capai 7.505, Semua Rumah Sakit Diminta Bangun Tenda Darurat

Megapolitan
Jakarta Tidak Sedang Baik-baik Saja, Rekor 7.505 Kasus Baru hingga RS di Ambang Kolaps

Jakarta Tidak Sedang Baik-baik Saja, Rekor 7.505 Kasus Baru hingga RS di Ambang Kolaps

Megapolitan
Fakta Warga Tangerang Diduga Meninggal Usai Divaksin: Disuntik Saat Tensi Tinggi, Dinkes Lakukan Investigasi

Fakta Warga Tangerang Diduga Meninggal Usai Divaksin: Disuntik Saat Tensi Tinggi, Dinkes Lakukan Investigasi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X