Cara Pemprov DKI Paksa Semua Rumah Sakit Bermitra dengan BPJS

Kompas.com - 13/09/2017, 07:24 WIB
Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (11/9/2017). KOMPAS.com/NURSITA SARIGubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (11/9/2017).
Penulis Jessi Carina
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menilai seluruh rumah sakit harus melayani pasien gawat darurat sampai stabil. Dia memastikan akan ada sanksi bagi rumah sakit yang menolak pasien karena tidak bisa membayar uang muka.

Pernyataan Djarot itu disampaikan menyusul mencuatnya kasus bayi Tiara Debora yang meninggal dunia di Rumah Sakit (RS) Mitra Keluarga Kalideres pada 3 September 2017. Bayi itu meninggal setelah pihak rumah sakit menolak merawatnya di ruang PICU (pediatric intensive care unit) sebelum pihak keluarga membayar uang muka perawatan sebesar Rp 19,8 juta.

"Kalau RS tipe C dan B non-pendidikan, itu izinnya ada di Pemprov dan kami juga ada Badan Pengawas Rumah Sakit. Kalau ada kayak begitu (tolak pasien), paling tidak sanksi peringatan 1 dan 2," ujar Djarot di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Selasa (12/9/2017).

Djarot mengatakan tugas seorang dokter adalah menolong pasien. Tidak seharusnya rumah sakit menunda penanganan medis yang mendesak karena masalah biaya. Jika hal itu terjadi hingga memakan korban jiwa, izin operasional rumah sakit bisa dicabut.

"Sama saja mereka telantarkan pasien, sedangkan misi utama rumah sakit adalah menolong jiwa pasien dan menyelamatkan pasien," kata Djarot.

Target 2019

Biaya perawatan di rumah sakit tidak lepas dari BPJS Kesehatan yang banyak dimiliki warga. Kejadian meminta uang muka sebelum penanganan medis biasanya terjadi pada rumah sakit yang belum bermitra dengan BPJS Kesehatan.

Di rumah sakit itu, pasien tidak bisa menggunakan BPJS untuk membayar biaya pengobatan. Data dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta saat ini, rumah sakit di Jakarta yang sudah bermitra dengan BPJS ada 91 dari 187 rumah sakit milik pemerintahan maupun swasta. Khusus RS swasta, yang belum bermitra dengan BPJS baru 64 dari 160 rumah sakit.

Pada 2019, Djarot ingin semua rumah sakit sudah bermitra dengan BPJS karena Pemprov DKI akan menerapkan universal health coverage. Cara pemprov mendorong rumah sakit swasta agar bekerjasama dengan BPJS adalah dengan menjadikan itu sebagai salah satu syarat untuk memperpanjang izin dan akreditasinya.

"Kalau itu RS swasta, nanti ada persyaratan (supaya) kita kasih izin, mereka harus mau gabung ke BPJS. Itu tahun depan," ujar Djarot.

Baca juga: Djarot Akan Paksa RS Swasta Bermitra dengan BPJS Kesehatan

Surat edaran

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PPSU Disuruh Berendam di Saluran Air, Ketua DPRD DKI Minta Lurah Jelambar Dicopot

PPSU Disuruh Berendam di Saluran Air, Ketua DPRD DKI Minta Lurah Jelambar Dicopot

Megapolitan
Warga yang Rumahnya Ambruk di Matraman Mengadu ke Anggota DPRD DKI

Warga yang Rumahnya Ambruk di Matraman Mengadu ke Anggota DPRD DKI

Megapolitan
Puluhan Perempuan Demo DPRD Kota Bekasi, Minta Program Kartu Sehat Dilanjutkan

Puluhan Perempuan Demo DPRD Kota Bekasi, Minta Program Kartu Sehat Dilanjutkan

Megapolitan
Satpol PP Masih Berjaga di Kawasan Senen, Cegah PKL Jualan di Bahu Jalan Lagi

Satpol PP Masih Berjaga di Kawasan Senen, Cegah PKL Jualan di Bahu Jalan Lagi

Megapolitan
Selidiki Kasus Bayi Dibuang di Kolong Flyover Ciputat, Polisi Periksa CCTV

Selidiki Kasus Bayi Dibuang di Kolong Flyover Ciputat, Polisi Periksa CCTV

Megapolitan
Dirawat Setelah Digigit Ular, Pedagang di Pasar Kemirimuka Akhirnya Diizinkan Pulang

Dirawat Setelah Digigit Ular, Pedagang di Pasar Kemirimuka Akhirnya Diizinkan Pulang

Megapolitan
Mahasiswa Jayabaya Meninggal Saat Pendidikan Bela Negara

Mahasiswa Jayabaya Meninggal Saat Pendidikan Bela Negara

Megapolitan
Lurah Jelambar Disebut Masih Ikut Rapat Usai PPSU Berendam di Got

Lurah Jelambar Disebut Masih Ikut Rapat Usai PPSU Berendam di Got

Megapolitan
Kebakaran di Pabrik Tahu Bekasi, Seluruh Bangunan Ludes Dilalap Api

Kebakaran di Pabrik Tahu Bekasi, Seluruh Bangunan Ludes Dilalap Api

Megapolitan
Pemkot Minta PD Pasar Jaya Percepat Penataan Pasar Baru Metro Atom untuk PKL Senen

Pemkot Minta PD Pasar Jaya Percepat Penataan Pasar Baru Metro Atom untuk PKL Senen

Megapolitan
Kelompok Ormas Nyaris Bentrok di Jalan Raya Lenteng Agung

Kelompok Ormas Nyaris Bentrok di Jalan Raya Lenteng Agung

Megapolitan
Jadi Tersangka Penganiayaan, Gathan Saleh Masih Diburu Polisi

Jadi Tersangka Penganiayaan, Gathan Saleh Masih Diburu Polisi

Megapolitan
Jelang Natal dan Tahun Baru Harga Daging Ayam Naik di Kota Tangerang

Jelang Natal dan Tahun Baru Harga Daging Ayam Naik di Kota Tangerang

Megapolitan
Polisi Cari Identitas Pemalak Sopir Truk di Kawasan Jakpus yang Viral di Medsos

Polisi Cari Identitas Pemalak Sopir Truk di Kawasan Jakpus yang Viral di Medsos

Megapolitan
Polisi Dalami Laporan Dugaan Penipuan oleh Anak Alex Kumara

Polisi Dalami Laporan Dugaan Penipuan oleh Anak Alex Kumara

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X