Kompas.com - 14/09/2017, 13:59 WIB
Terdakwa kasus dugaan penyalahgunaan narkotika, Axel Matthew Thomas (19), saat menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Tangerang, Kamis (14/9/2017). KOMPAS.com/ANDRI DONNAL PUTERA Terdakwa kasus dugaan penyalahgunaan narkotika, Axel Matthew Thomas (19), saat menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Tangerang, Kamis (14/9/2017).
|
EditorDian Maharani

TANGERANG, KOMPAS.com - Kuasa hukum Axel Matthew Thomas (19), Amin Zakaria, menyebut kliennya bersih dari dakwaan yang dilayangkan jaksa penuntut umum dalam kasus dugaan penyalahgunaan narkotika.

Axel merupakan terdakwa kasus dugaan penyalahgunaan narkotika dan disebut bertransaksi membeli narkoba jenis happy five senilai Rp 1,5 juta.

"Bahwa Axel transfer Rp 1,5 juta kepada saudara Dimitri dan Axel dalam keadaan bersih, tidak membawa barang-barang terlarang serta tidak menerima barang-barang terlarang, juga bukan pengguna seperti yang didakwakan dalam UU Psikotropika," kata Amin di hadapan majelis hakim saat sidang dengan agenda pembacaan eksepsi atau nota keberatan di Pengadilan Negeri Tangerang, Kamis (14/9/2017) siang.

Amin juga mengungkapkan, bukti penyidik berupa chat yang menunjukkan Axel transfer Rp 1,5 juta untuk beli obat penenang, tidak kuat.

Dari bukti yang dinilai tidak kuat itu, Axel justru ditangkap, diperiksa hingga kemudian berstatus tersangka lalu jadi terdakwa dalam kasus ini.

 

Baca: Jeremy: Axel Anak yang Produktif, Harus Segera Keluar dari Masalah Ini

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Bahwa tidak ada barang yang disita oleh penyidik, kecuali peristiwanya sebuah handphone milik Axel telah disita oleh penyidik sehingga bertentangan dengan KUHAP (Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana). Apakah hanya atas dasar chatting di media sosial menjadi dasar dakwaan dan dapat memenuhi unsur-unsur yang didakwakan," tutur Amin.

Selain itu, Amin juga menjelaskan Axel sebagai anak muda yang masih punya masa depan panjang. Sehingga, melalui kasus ini, seharusnya Axel dilindungi dan dibina agar jadi warga negara yang lebih baik ke depannya.

"Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang. Bahwa anak sebagai tunas, potensi penerus bangsa, wajib dilindungi," ujar Amin.

Total eksepsi Axel terhadap dakwaan jaksa penuntut umum sebanyak 31 halaman. Usai pembacaan eksepsi, jaksa mengaku akan menyatakan sikap mereka terhadap nota keberatan itu pada sidang berikutnya yang dijadwalkan pada pekan depan.

Baca: Jeremy Thomas: Axel Kangen Nempel Kulit Mamanya

Kompas TV Axel Matthew Thomas ditahan setelah diperiksa di Mapolres Bandara Soekarno Hatta sejak Selasa malam.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Tilang 314 Kendaraan dalam Crowd Free Night Semalam

Polisi Tilang 314 Kendaraan dalam Crowd Free Night Semalam

Megapolitan
Scooterist Jakarta Utara Keliling Indonesia, Promosikan 12 Destinasi Wisata

Scooterist Jakarta Utara Keliling Indonesia, Promosikan 12 Destinasi Wisata

Megapolitan
70 Persen Pengunjung Bioskop CGV Bekasi Cyber Park Memesan Tiket Secara Online

70 Persen Pengunjung Bioskop CGV Bekasi Cyber Park Memesan Tiket Secara Online

Megapolitan
Motor 'Adu Banteng' di Pinang Tangerang, 2 Orang Tewas

Motor "Adu Banteng" di Pinang Tangerang, 2 Orang Tewas

Megapolitan
Menyoal Formula-E Rasa Pinjol

Menyoal Formula-E Rasa Pinjol

Megapolitan
Seorang Tahanan Coba Kabur dari Polda Metro Jaya, Mengaku Hendak Hadiri Pernikahan Saudara

Seorang Tahanan Coba Kabur dari Polda Metro Jaya, Mengaku Hendak Hadiri Pernikahan Saudara

Megapolitan
Kawasan Kota Tua Tak Tak Jadi Dibuka untuk Olahraga, Masih Menunggu QR Code PeduliLindungi

Kawasan Kota Tua Tak Tak Jadi Dibuka untuk Olahraga, Masih Menunggu QR Code PeduliLindungi

Megapolitan
Jokowi hingga Anies Divonis Bersalah atas Polusi Udara, Sebuah Kemenangan Warga Negara

Jokowi hingga Anies Divonis Bersalah atas Polusi Udara, Sebuah Kemenangan Warga Negara

Megapolitan
Disidak, Bioskop CGV Grand Indonesia Masih Sepi Pengunjung

Disidak, Bioskop CGV Grand Indonesia Masih Sepi Pengunjung

Megapolitan
Pemuda yang Hendak Curi Motor Melarikan Diri Bersama Seorang Bocah

Pemuda yang Hendak Curi Motor Melarikan Diri Bersama Seorang Bocah

Megapolitan
Ganjil Genap Sudah Diterapkan di Sekitar Kawasan Wisata Jakarta

Ganjil Genap Sudah Diterapkan di Sekitar Kawasan Wisata Jakarta

Megapolitan
Babak Baru Korupsi Damkar Depok: Naik ke Penyidikan dan Kemungkinan Tersangka Sudah Ditandai

Babak Baru Korupsi Damkar Depok: Naik ke Penyidikan dan Kemungkinan Tersangka Sudah Ditandai

Megapolitan
Serba-serbi Kartu Depok Sejahtera, Janji Kampanye Idris-Imam yang Baru Terwujud

Serba-serbi Kartu Depok Sejahtera, Janji Kampanye Idris-Imam yang Baru Terwujud

Megapolitan
Mobil Keluar Jalur dan Tabrak Sejumlah Orang di Pinggir Jalan, Satu Korban Alami Patah Kaki

Mobil Keluar Jalur dan Tabrak Sejumlah Orang di Pinggir Jalan, Satu Korban Alami Patah Kaki

Megapolitan
Soal Pelaporan Savas Fresh ke Polisi, Atta Hallintar: Manusia Punya Batas Kesabaran

Soal Pelaporan Savas Fresh ke Polisi, Atta Hallintar: Manusia Punya Batas Kesabaran

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.