Polresta Depok Sita Ribuan Botor Bir dan Anggur Merah

Kompas.com - 15/09/2017, 07:09 WIB
Ribuan botol miras jenis bir dan anggur merah yang disitaTim Jaguar Polresta Depok  dari dua tempat di wilayah Beji, Depok pada Kamis (14/9/2017) petang. Kompas.com/Alsadad RudiRibuan botol miras jenis bir dan anggur merah yang disitaTim Jaguar Polresta Depok dari dua tempat di wilayah Beji, Depok pada Kamis (14/9/2017) petang.
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorEgidius Patnistik

DEPOK, KOMPAS.com - Tim Jaguar Polresta Depok menyita sekitar 5.000 botol bir dan anggur merah dari dua tempat di wilayah Beji, Depok, pada Kamis (14/9/2017) petang kemarin. Penyitaan ribuan botol minuman keras tersebut bertujuan untuk menekan angka kriminalitas sekaligus menciptakan kota yang bebas miras.

Kepala Tim Jaguar Inspektur Satu Winam Agus mengatakan, di Depok sudah ada peraturan daerah yang mengontrol peredaran minuman keras. Peraturan itulah yang dijadikan acuan bagi polisi untuk menyita miras dari dua tempat di Beji itu.

"Kan ada Perdanya. Kalau di Depok harus 0 persen. Jadi tetap tidak boleh ada miras," kata Winam saat ditemui di Mapolresta Depok.

Peraturan yang mengontrol peredaran minuman keras di Depok tertuang dalam Perda No 6 Tahun 2008 tentang Aturan Pengawasan dan Pengendalian Minuman Beralkohol. Dalam peraturan tersebut disebutkan, penjualan miras golongan B (alkohol di atas 5 persen) dan C (alkohol 20 persen) hanya dapat dilakukan di hotel berbintang 3, 4, dan 5; restoran dengan tanda talam kencana dan talam selaka; serta bar termasuk pub dan klub malam.

Sedangkan miras golongan A (alkohol di bawah 5 persen) tidak boleh dijual di gelanggang remaja, kaki lima, terminal, stasiun, kios-kios kecil, penginapan remaja, bumi perkemahan, tempat yang berdekatan dengan tempat ibadah, sekolah, rumah sakit, pemukiman, dan tempat tertentu lainnya yang ditetapkan oleh Wali Kota.

Selain berpatokan pada Perda, Winam mengatakan razia juga dilakukan karena maraknya tindak kejahatan dan tawuran antar remaja.

"Meningkatnya tawuran dan aksi kriminal, begitu kami lihat pelakunya ternyata pengaruh alkohol semua. Kami diperintahkan pimpinan, yakni Pak Kapolres untuk merazia mereka yang jual miras," ujar Winam.

Winam berharap ke depan masyarakat bisa berperan aktif dalam mengawasi peredaran miras di Depok. Caranya dengan melaporkan jika menemukan ada penjualan miras yang tidak sesuai aturan.

"Operasi yang kami lakukan ini juga berdasarkan laporan masyarakat melalui aplikasi Halo Polisi dan Panic Button," kata Winam.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ancol Siapkan Pengibaran Bendera Merah Putih di Dalam Air

Ancol Siapkan Pengibaran Bendera Merah Putih di Dalam Air

Megapolitan
Penusuk Pria hingga Tewas di Warnet Duren Sawit Ditangkap

Penusuk Pria hingga Tewas di Warnet Duren Sawit Ditangkap

Megapolitan
UPDATE 15 Agustus Depok: 47 Kasus Baru Covid-19, Penambahan Tertinggi Selama Pandemi

UPDATE 15 Agustus Depok: 47 Kasus Baru Covid-19, Penambahan Tertinggi Selama Pandemi

Megapolitan
Cegah Kembali Kasus Covid-19, Mal AEON BSD Antar Jemput Karyawan hingga Rapid Test Berkala

Cegah Kembali Kasus Covid-19, Mal AEON BSD Antar Jemput Karyawan hingga Rapid Test Berkala

Megapolitan
UPDATE 15 Agustus: Bertambah 598 Kasus Covid-19 di Jakarta

UPDATE 15 Agustus: Bertambah 598 Kasus Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
Pedagang Kelontong di Bekasi Tewas oleh Perampok, Seorang Bocah Sempat Lihat Pelaku

Pedagang Kelontong di Bekasi Tewas oleh Perampok, Seorang Bocah Sempat Lihat Pelaku

Megapolitan
Buat Gaduh di Pesawat Garuda, Mumtaz Diingatkan Hanum Rais

Buat Gaduh di Pesawat Garuda, Mumtaz Diingatkan Hanum Rais

Megapolitan
Pedagang Kelontong di Bekasi Dibunuh, Uang dan Rokok Dirampas Pelaku

Pedagang Kelontong di Bekasi Dibunuh, Uang dan Rokok Dirampas Pelaku

Megapolitan
Airin Minta ASN di Tangsel Ikut Lomba Tiktok Meriahkan HUT ke-75 RI

Airin Minta ASN di Tangsel Ikut Lomba Tiktok Meriahkan HUT ke-75 RI

Megapolitan
Pegawai Giant Positif Covid-19, Jumlah Pengunjung Margo City Depok Menurun

Pegawai Giant Positif Covid-19, Jumlah Pengunjung Margo City Depok Menurun

Megapolitan
Jasad Pria Ditemukan di Kamar Mandi Rumah di Bekasi, Ada Luka di Leher dan Perut

Jasad Pria Ditemukan di Kamar Mandi Rumah di Bekasi, Ada Luka di Leher dan Perut

Megapolitan
Libur Panjang, 167.414 Kendaraan Tinggalkan Jakarta Jumat Kemarin

Libur Panjang, 167.414 Kendaraan Tinggalkan Jakarta Jumat Kemarin

Megapolitan
Polisi: Ada Saksi yang Sempat Bicara dengan Penembak Pengusaha di Kelapa Gading

Polisi: Ada Saksi yang Sempat Bicara dengan Penembak Pengusaha di Kelapa Gading

Megapolitan
Bocah 5 Tahun Terjepit di Antara Tiang dan Dinding Saat Main Petak Umpet

Bocah 5 Tahun Terjepit di Antara Tiang dan Dinding Saat Main Petak Umpet

Megapolitan
Urai Kepadatan di Tol Jakarta-Cikampek, Contraflow Diberlakukan di Km 47

Urai Kepadatan di Tol Jakarta-Cikampek, Contraflow Diberlakukan di Km 47

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X