Ganggu Aliran Kali, Jembatan Ilegal di Swadarma Pesanggrahan Dibongkar

Kompas.com - 15/09/2017, 20:27 WIB
Jembatan di Jalan Swadarma yang dibangun di atas Kali Uangan, Jakarta Selatan, dibongkar, Jumat (15/9/2017). Kecamatan PesanggrahanJembatan di Jalan Swadarma yang dibangun di atas Kali Uangan, Jakarta Selatan, dibongkar, Jumat (15/9/2017).
|
EditorDian Maharani

JAKARTA, KOMPAS.com - Kecamatan Pesanggrahan membongkar sebuah jembatan yang dibangun pemilik lahan di Jalan Swadarma, Jumat (15/9/2017).

Camat Pesanggrahan Fadjar Churniawan menjelaskan jembatan tersebut dibongkar karena ilegal alias tak berizin.

" Jembatan itu tidak memiliki izin, dan mengganggu aliran Kali Uangan," kata Fadjar, Jumat petang.

Jembatan itu dibuat oleh pemilik lahan sebagai akses masuk. Padahal lahan itu sudah memiliki akses masuk di Jalan Ciledug Raya.


Menurut Fadjar, pemiliknya sudah sering diimbau untuk membongkar jembatan itu. Namun pemiliknya selalu berdalih sedang mengurus izin.

"Bilangnya dibongkar nanti-nanti, karena sudah diperingati tapi tidak diindahkan ya mohon maaf kami bongkar," ujar Fadjar.

Baca: Sebelum Ambruk, Jembatan di Depok Pernah Diusulkan Diperbaiki 2016

Pembongkaran sendiri dilakukan lantaran Kali Uwung sedang dikeruk untuk persiapan menghadapi musim hujan. Selama bertahun-tahun, kawasan Swadarma kerap direndam banjir ketika hujan tiba.

"Sedimentasi di Kali itu sudah tinggi, kami mau keruk tapi terhalang jembatan," kata Fadjar.

Jembatan itu akhirnya dibongkar pagi tadi sekitar pukul 11.30. Sebuah ekskavator dikerahkan untuk menghancurkan jembatan yang kokoh itu.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sekda DKI Pastikan Anggota TGUPP yang Rangkap Jabatan Akan Diberhentikan

Sekda DKI Pastikan Anggota TGUPP yang Rangkap Jabatan Akan Diberhentikan

Megapolitan
Kepada Polisi, Ibu di Kedoya Mengaku Tak Tahu Bayi Berusia 40 Hari Belum Bisa Mencerna Pisang

Kepada Polisi, Ibu di Kedoya Mengaku Tak Tahu Bayi Berusia 40 Hari Belum Bisa Mencerna Pisang

Megapolitan
Warga Kampung Mampangan Depok Temukan Ular Sanca 3 Meter di Bantaran Kali

Warga Kampung Mampangan Depok Temukan Ular Sanca 3 Meter di Bantaran Kali

Megapolitan
Anggaran TGUPP Dipangkas untuk 50 Orang, Fraksi PDI-P Anggap Masih Terlalu Banyak

Anggaran TGUPP Dipangkas untuk 50 Orang, Fraksi PDI-P Anggap Masih Terlalu Banyak

Megapolitan
Pemprov DKI Anggarkan Rp 170 Miliar untuk Revitalisasi Terminal Kampung Rambutan

Pemprov DKI Anggarkan Rp 170 Miliar untuk Revitalisasi Terminal Kampung Rambutan

Megapolitan
Jualan di Bahu Jalan, PKL Senen Merasa Tak Ganggu Lalu Lintas

Jualan di Bahu Jalan, PKL Senen Merasa Tak Ganggu Lalu Lintas

Megapolitan
Bayi Berusia 40 Hari di Kedoya Meninggal karena Tersedak Pisang yang Diberikan Ibunya

Bayi Berusia 40 Hari di Kedoya Meninggal karena Tersedak Pisang yang Diberikan Ibunya

Megapolitan
DPRD DKI Terbelah Soal TGUPP, PDI-P dan PSI Menolak, Gerindra dan PAN Mendukung

DPRD DKI Terbelah Soal TGUPP, PDI-P dan PSI Menolak, Gerindra dan PAN Mendukung

Megapolitan
Diusulkan untuk Gaji 67 Anggota, Anggaran TGUPP Dipangkas Hanya Buat 50 Orang

Diusulkan untuk Gaji 67 Anggota, Anggaran TGUPP Dipangkas Hanya Buat 50 Orang

Megapolitan
PKL Senen Akan Direlokasi, Pemkot Jakpus Diminta Sosialisasi ke Masyarakat

PKL Senen Akan Direlokasi, Pemkot Jakpus Diminta Sosialisasi ke Masyarakat

Megapolitan
Ada Permainan Tradisional Betawi dan Area Outbond di Taman Tomang Rawa Kepa

Ada Permainan Tradisional Betawi dan Area Outbond di Taman Tomang Rawa Kepa

Megapolitan
Perusahaan Patungan PT KAI dan PT MRT Jakarta Bertugas Kelola Kawasan Transit hingga Tiketing

Perusahaan Patungan PT KAI dan PT MRT Jakarta Bertugas Kelola Kawasan Transit hingga Tiketing

Megapolitan
Dishub Sebut Penutupan Lay Bay Stasiun Bekasi oleh PT KAI Tanpa Kajian Matang

Dishub Sebut Penutupan Lay Bay Stasiun Bekasi oleh PT KAI Tanpa Kajian Matang

Megapolitan
Sidang Eksepsi Kasus 'Ikan Asin' Akan Digelar Tahun Depan

Sidang Eksepsi Kasus "Ikan Asin" Akan Digelar Tahun Depan

Megapolitan
Lay Bay Ditutup, Angkot dan Ojol Bakal Dilarang Ngetem di Depan Stasiun Bekasi?

Lay Bay Ditutup, Angkot dan Ojol Bakal Dilarang Ngetem di Depan Stasiun Bekasi?

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X